Menteri Edhy Ditangkap KPK, Ini Curhat Keponakan Prabowo Subianto
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-0.47)   |   COMPOSITE 6258.75 (-8.02)   |   DBX 1361.34 (-0.98)   |   I-GRADE 179.18 (-0.46)   |   IDX30 502.509 (-0.76)   |   IDX80 134.874 (0.12)   |   IDXBUMN20 393.542 (-1.75)   |   IDXESGL 138.721 (0.12)   |   IDXG30 140.869 (-0.19)   |   IDXHIDIV20 444.908 (0.36)   |   IDXQ30 144.657 (0.1)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.49)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.25)   |   IDXV30 132.413 (1.97)   |   INFOBANK15 1051.36 (-8.2)   |   Investor33 433.839 (-1.12)   |   ISSI 179.41 (0.13)   |   JII 608.801 (0.68)   |   JII70 214.954 (0.46)   |   KOMPAS100 1205.85 (-0.66)   |   LQ45 941.363 (-0.12)   |   MBX 1692.14 (-2.34)   |   MNC36 321.868 (-0.73)   |   PEFINDO25 321.871 (0.46)   |   SMInfra18 304.318 (3.22)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-0.81)   |  

Menteri Edhy Ditangkap KPK, Ini Curhat Keponakan Prabowo Subianto

Sabtu, 28 November 2020 | 16:51 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sekaligus keponakan Menhan Prabowo Subianto, Saraswati Djojohadikusumo seperti ikut kena getah kasus suap yang menimpa Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Isu miring menerpa putri Hashim Djojohadikusumo ini. Pasalnya, selain popularitasnya tengah berkibar pada kontestasi Pilkada Tangsel, Saraswati juga pernah punya usaha yang bergerak di bidang budidaya dan ekspor lobster yang berkaitan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Saraswati sadar akan penggiringan opini publik. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra periode 2014-2019 ini kemudian menulis curahan hatinya melalui media sosial, Jumat (27/11/2020) malam.

Perempuan kelahiran 27 Januari 1986 ini mengaku sudah tahu ada kemungkinan besar ia dan pasangannya akan dilanda upaya-upaya untuk menurunkan kredibilitas dan elektabilitas sejak hasil survei oleh Indikator menyebut pasangan Muhamad-Saraswati unggul di Tangsel.

“Tak lama kemudian berita soal Menteri KKP (Edhy Prabowo, Red) keluar. Saya tahu bahwa kemungkinan besar hal itu akan dipermainkan untuk menyerang saya dalam kontestasi politik. Strategi seperti ini bukanlah hal baru. Dan sayangnya, dugaan saya benar,” demikian tulis Saraswati.

Dalam tulisannya, Saraswati menyebut mayoritas media mainstream sudah cerdas, walaupun masih ada saja yang mencoba melakukan penggiringan opini. Bagi yang masih bertanya, Saraswati menyertakan tautan dua episode Let’s Talk With Sara (LTWS), tayangan acara yang dikelolanya, yang membahas persoalan ekspor benur dan kaitannya dengan perusahaan yang ia pimpin waktu itu.

Dua episode LTWS itu ada dalam tautan Youtube dan dibuat sebelum Saraswati mendeklarasikan maju dalam kontestasi Pilkada Tangsel.

Sebuah tautan merupakan perbincangan Saraswati sebagai host dengan narasumber pakar komunikasi yang sekarang banyak terlibat dalam budidaya lobster Effendi Gazali. Effendi adalah juga Ketua Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi Publik (KP2) yang dibentuk oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tugasnya memberian masukan untuk kebijakan Menteri Edhy Prabowo.

Narasumber lainnya adalah Bayu Priyambodo, salah satu dari dua orang di Indonesia yang memiliki gelar PhD di bidang lobster.

Tautan kedua merupakan pernyataan dan penjelasan langsung dari Hashim Djojohadikusumo yang dibuat Juli 2020.

Pada kedua link dijelaskan bahwa keluarga Hashim Djojohadikusumo sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia bahari dan pelestarian alam. Menurut Saraswati, perusahaan yang pernah dikelolanya, Bima Sakti Mutiara (BSM) sudah ada 34 tahun dengan fokus pada mutiara.

Ketika Saras sudah tidak lagi menjabat sebagai anggota dewan, ia melihat peluang untuk mengembangkan bisnis keluarga katika mendengar potensi bahari terkait lobster. Pada saat yang sama pihaknya mengurus perubahan nama BSM menjadi Bima Sakti Bahari.

“Saat ini aktanya dalam proses berubah nama. Kami tidak punya pikiran bakal bermasalah karena toh orang-orangnya juga sama,” kata Saraswati dalam tayangan LTWS. Ia ingin menjelaskan bahwa perusahaan itu bukan baru muncul karena ada kebijakan baru dari menteri yang baru.

“Ketika kami mendengar dibuka pintu seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin mengembangkan usaha lobster maka kami mendaftarkan diri, dengan bersamaan kami mengubah akta perusahaan menjadi Bima Sakti Bahari,” katanya.

Visi dan misi perusahaan bukan hanya fokus pada lobster melainkan pada semua produksi bahari yang berhubungan dengan sustainable food consumption dan sustainable food production. “Saya fokus pada aquaculture. Makanya dalam presentasi kami ke KKP kami jelaskan pakan dari lobster akan berasal dari farm kami. Kami berharap mengembangkan acean forest. Bukan hanya farming untuk produksi tapi juga siput untuk pakan lobster dan menjaga ekosistem di mana kami melakukan aquaculture farming,” ungkap Saras.

Terkait dengan tudingan penunjukan langung oleh kementerian, Saras mempersilakan. “Mau dituduh bahwa ini ada sedikit permainan dan kita tidak punya kapasitas, silakan. Berarti ada KKN di situ,” katanya.

Menurut Saras, kesempatan dibuka oleh KKP kepada siapa pun. “Ini dibuka pintunya kepada siapa pun yang punya kapasitas, kapabilitas, punya financial strenght untuk bisa mengembamgkan lobster (jenis) pasir selama 14 bulan membudidayakan (jenis) mutiara sampai dua tahun,” katanya.

Namun, meski dua episode tersebut telah tayang beberapa lama, menurut Saraswati, tetap saja penggorengan isu terjadi.

Berikut ini bagian dari curahan hati Saraswati.

Kasusnya Menteri KKP hanya berhubungan dengan gratifikasi yang dilakukan 1 PT. Tapi ini politik. Nama saya dikait2kan. Tidak peduli caranya, walau hanya penggiringan opini berdasarkan asumsi tanpa bukti, yang penting pokoknya bagaimana supaya menjatuhkan nama baik dari seorang Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Terlalu sering saya melihat senior-senior saya di politik diam saat difitnah dan digempur dengan isu. Mungkin itu cara mereka untuk meredakan situasi karena dianggap “toh nanti masyarakat juga akan lupa sendirinya”. Atau dianggap tidak penting untuk berdialog dengan tembok (alias mereka yang tidak peduli kebenaran tapi yang penting tuduhan sudah dilontarkan).

Namun tidak ada yang perlu saya tutup-tutupi dan fitnah yang dilontarkan sudah merambat ke mana-mana, sampai banyak orang yang sangat peduli dengan saya terganggu. Jadi saya mengeluarkan pernyataan ini demi mereka yang menyayangi saya dan telah memasang badan untuk saya.

Pertama, seperti yang kami sampaikan di LTWS, saya masuk ke bidang perikanan ini justru dengan niat untuk mengembangkan bidang Aquaculture. Lobster bukanlah satu-satunya hal yang ingin kami kembangkan. Bahkan cara kami akan mengembangkannya adalah dengan sistem ‘ocean forest’ yang akan menciptakan ‘circular economy’ di mana People – Planet – Profit sejajar pentingnya. Rasa nasionalisme saya tersinggung saat mengetahui bahwa Indonesia dengan kekayaan alam dan keberagaman ecosystem yang ada bisa kalah dari Vietnam di bidang pembudidayaan Lobster. Jika anda menonton LTWS, maka anda akan mengetahui juga bahwa:
1. Perijinan ini dibuka untuk 50-100 perusahaan. Kolusi itu masuk akal terjadi jika ada monopoli yang dipertaruhkan. Di bagian mana monopolinya? Terutama jika kami melalui proses pendaftaran sama seperti perusahaan-perusahaan lainnya. Apalagi jika ide untuk memberikan ijin ke sebanyak-banyaknya perusahaan justru datangnya salah satunya dari kami.
2. Fokus kami adalah di pembudidayaan agar Indonesia bisa menjadi superpower di aquaculture terutama di bidang Lobster. Bagian ekspornya hanyalah bagian dari ‘sustainable business model’ karena tidak akan membuat lobster punah (silahkan simak di LTWS), syarat untuk bisa ekspor jelas (melakukan pembudidayaan dan restocking/pelepasliaran - sehingga jumlah lobster bisa dipertahankan bahkan diperbanyak jika kita berhasil dalam pembudidayaan dan pengembang-biakan seperti yang dilakukan oleh Prof EG dengan rekan-rekannya), dan investasi yang dibutuhkan untuk membesarkan lobster sangatlah besar apalagi dari segi pakannya, sehingga membutuhkan pasokan dana yang kuat dan konsisten selama minimal 2 tahun.
3. Dengan usaha ini pun kita mendukung kehidupan para nelayan yang selama ini dirugikan oleh kebijakan yang menyetop keran pendapatan mereka (bahkan bagi beberapa satu-satunya sumber nafkah).


Kami dituduh terlibat dalam korupsi ekspor benur. Pertanyaan saya sederhana:
a. Kasus yang menimpa Menteri KKP adalah soal suap yang dilakukan 1 PT kepadanya dan beberapa orang secara pribadi. Apa hubungannya dengan perusahaan kami?
b. Kami melalui proses pendaftaran untuk ijin sama seperti 60 perusahaan lain yang mendapatkan ijin. Di mana kolusinya?
c. Tidak ada kepercayaan dan wewenang yang secara spesifik hanya diberikan kepada kami. Di mana nepotismenya?
d. Sejak saya dideklarasikan maju di Tangsel, saya tidak lagi terlibat aktif di perusahaan yang tercantum sebagai penerima ijin ekspor benur. Tetapi saya bisa pastikan sampai saat ini perusahaan tersebut belum melakukan ekspor benur SAMA SEKALI. Justru yang baru kami lakukan beberapa minggu lalu adalah PELEPASLIARAN atau RESTOCKING lobster ke alam. Salahnya di mana?

Bagi orang-orang yang sengaja melakukan penggiringan opini, Tuhan tidak tidur. Anda mau melakukan black campaign dengan pencemaran nama baik dan black campaign, itu pilihan anda sepenuhnya. Tapi apakah perlu sampai melakukan pencatutan nama orang ex-ICW dan nama ICWnya itu sendiri demi kredibilitas berita hoax yang dilontarkan? Anda boleh fitnah saya tapi jangan berpikir kalian bisa membohongi rakyat Tangsel.
Bagi adik-adik saya, kawan-kawan, dan semua senior-senior yang katanya mau demo untuk meminta KPK mengusut tuntas kaitannya ekspor benur dengan saya, silahkan! Ikutilah hati nurani kalian untuk menegakkan keadilan di negara ini. Saya percaya masih ada orang-orang yang mau turun ke lapangan tanpa dibayar oleh orang lain demi sebuah ideologi keadilan. Jika kalian perlu kejelasan, mintalah untuk diusut semua perusahaan yang terkait dengan proses pemberian ijin, termasuk semua birokrat yang terlibat dalam pemberian ijin-ijin tersebut. Namun saya hanya minta 1 hal: bertanggung jawablah. Mohon tertib melakukan demo dengan protokol kesehatan dan jika saya terbukti tidak bersalah, jadilah ksatria dan sampaikanlah hal itu kepada orang lain.

Akhir kata, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua kawan-kawan dan saudara serta pendukung yang telah memberikan dukungan moril bagi saya. Saya tahu banyak dari kalian pasang badan karena kepercayaan yang telah kalian berikan kepada saya. Saya tidak akan lupakan dan saya hanya bisa mendoakan kiranya Tuhan memberkati kalian berkali lipat.

Percayalah, saya tidak akan pernah lelah memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Saya teringat dengan penguatan bahwa lebih tinggi kita beranjak, lebih kencang pula angin menerpa. Saya kuat justru karena saya difitnah.

Selama kita berdiri berdasarkan kebenaran, melangkahlah dengan keyakinan teguh bahwa perjuangan kita tidak akan sia-sia. Semoga dari semua hal yang terjadi, justru masyarakat Tangerang Selatan dibukakan mata hatinya dan ikut memilih di tgl 9 Desember 2020. Semangat! Semoga Tuhan memberkati perjuangan kita bersama.

Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo
Jumat, 27 November 2020
Pkl 21:45

Seperti diberitakan, Muhamad-Saraswati Djojohadikusumo mendapat dukungan sembilan partai dalam Pilkada Kota Tangsel. Keduanya diusung PDI-P, Gerindra, PSI, PAN, Hanura, Nasdem, Perindo, Partai Garuda, dan Partai Berkarya dengan total 23 kursi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Grab Indonesia Luncurkan Inisiatif Carbon Offsetting

Grab Indonesia mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

NASIONAL | 28 November 2020

Ridwan Kamil Prihatin dengan Penangkapan Wali Kota Cimahi

Kang Emil berharap ke depan tidak ada lagi kasus operasi tangkap tangan atau OTT oleh KPK terhadap bupati atau wali kota di Provinsi Jawa Barat.

NASIONAL | 28 November 2020

Mendes PDTT: Dana Desa untuk Pertumbuhan Ekonomi dan SDM

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengingatkan penggunaan dana desa harus memerhatikan prinsip pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM.

NASIONAL | 28 November 2020

Ini Rencana Kemhub Dukung Pemulihan Pariwisata

Di kawasan 5 Bali Baru, Kemhub akan mempersiapkan sistem dan fasilitas khusus untuk mengakomodir turis-turis mancanegara yang menjadi konsumen potensial.

NASIONAL | 28 November 2020

Bamsoet Ajak IMI Jadi Duta Empat Pilar MPR

Dikatakan Bamsoet, komitmen IMI terhadap nilai-nilai kebangsaan yang mengedepankan prinsip gotong royong dan menjunjung tinggi jiwa dan semangat nasionalisme.

NASIONAL | 28 November 2020

Geledah Kantor KKP, KPK Sita Mata Uang Asing

KPK belum dapat membeberkan secara rinci nominal uang yang disita dari kantor KKP lantaran masih dalam proses perhitungan

NASIONAL | 28 November 2020

KPK Tetapkan Wali Kota Cimahi Tersangka Suap Izin Proyek RS Kasih Bunda

Tak hanya Ajay, dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Komisaris RS Kasih Bunda, Hutama Yonathan sebagai tersangka.

NASIONAL | 28 November 2020

Polda Banten Sosialisasikan 15 Aturan Baru di TPS Saat Pilkada Serentak

Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyosialisasikan 15 aturan baru yang harus diketahui pemilih saat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) saat Pilkada.

NASIONAL | 28 November 2020

Pembantaian Keluarga di Poso, Ali Kalora Cs Diburu Polisi-TNI

Saat saksi diperlihatkan foto DPO teroris MIT, mereka meyakini bahwa identitas tiga orang OTK tersebut adalah kelompok Ali Ahmad alias Ali Kalora.

NASIONAL | 28 November 2020

Ketua Komisi III Kutuk Teror Pembunuhan Keluarga di Sulteng

Herman berharap aparat kepolisian tidak memperlakukan kasus ini sebagai kriminalitas biasa karena diduga ada motif terorisme.

NASIONAL | 28 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS