Kemdikbud: Perguruan Tinggi Vokasi Hasilkan SDM Sesuai Kebutuhan Industri dan Dunia Usaha
INDEX

BISNIS-27 537.873 (-2.4)   |   COMPOSITE 6307.13 (-61.07)   |   DBX 1215.21 (-18.89)   |   I-GRADE 185.638 (-0.96)   |   IDX30 533.814 (-2.97)   |   IDX80 142.76 (-0.93)   |   IDXBUMN20 425.411 (-4.13)   |   IDXESGL 147.067 (-1.05)   |   IDXG30 144.927 (-0.16)   |   IDXHIDIV20 469.552 (-2.33)   |   IDXQ30 151.508 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 286.952 (-3.51)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (-1.55)   |   IDXV30 144.532 (-1.59)   |   INFOBANK15 1076.36 (-1.56)   |   Investor33 457.615 (-2.61)   |   ISSI 184.91 (-2.15)   |   JII 650.972 (-7.35)   |   JII70 227.363 (-2.54)   |   KOMPAS100 1270.4 (-9.59)   |   LQ45 991.58 (-5.11)   |   MBX 1739.82 (-15.27)   |   MNC36 337.819 (-1.75)   |   PEFINDO25 325.262 (-0.63)   |   SMInfra18 322.474 (-3.9)   |   SRI-KEHATI 391.563 (-2.53)   |  

Kemdikbud: Perguruan Tinggi Vokasi Hasilkan SDM Sesuai Kebutuhan Industri dan Dunia Usaha

Rabu, 25 November 2020 | 22:15 WIB
Oleh : Carlos Roy Fajarta / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Modal utama pembangunan suatu bangsa adalah sumber daya manusia (SDM) yang berkualifikasi dan berkompetensi mumpuni. Peningkatan kualitas SDM sendiri dapat dicapai melalui proses pendidikan yang tepat, di mana pola pendidikan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan industri, dunia usaha, dan dunia kerja (Iduka).

Dalam hal ini Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) memiliki peranan penting. Sebab pada institusi pendidikan vokasi SDM terbaik akan dibina dan ditempa agar mampu memiliki kualifikasi dan kompetensi mumpuni sesuai dengan kebutuhan Iduka. Selain itu, PTV juga diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif dan mampu bertahan dalam persaingan di Iduka masa depan.

Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras Dudi) Kemdikbud, Ahmad Saufi mengatakan stigma akan pendidikan vokasi selama ini disebabkan lantaran pemahaman masyarakat terkait keunggulan kuliah di politeknik atau sekolah vokasi masih minim.

Padahal, saat ini pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul fokus pada penguatan pendidikan vokasi. Direktorat Mitras Dudi menjadi katalisator bagi terjalinnya link and match dengan industri.

“Memilih pendidikan vokasi itu banyak keuntungannya. Kita akan dilatih beradaptasi dengan kultur industri dan dunia kerja. Sehingga ketika lulus, langsung siap kerja. Keuntungan lainnya, lulusan vokasi dibekali dengan sertifikat kompetensi yang akan menjadi modal ketika memasuki dunia kerja,” ujar Saufi dalam keterangannya, Rabu (25/11/2020).

Saufi menegaskan para orang tua tidak perlu ragu untuk menyekolahkan anaknya di jalur pendidikan vokasi. Jika tujuannya untuk cepat bekerja, pendidikan vokasi menjadi pilihan terbaik, termasuk dalam penguasaan hard skill dan soft skill. Pendidikan Vokasi juga menawarkan beragam bidang dengan program studi yang menarik.

Manfaat kuliah di pendidikan vokasi turut dirasakan oleh Dewa Made Juli Wiradnyana. Sebagai alumnus Politeknik Negeri Bali, sedari kuliah dia telah dibiasakan untuk disiplin. Hal ini karena jadwal kuliah di politeknik yang padat, dari mulai pelajaran teori, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan praktik.

“Pengalaman saya kuliah di politeknik, sistemnya enam hari masuk, satu hari libur. Kuliah satu hari bisa delapan jam, sama dengan jam kerja. Dari sini kedisiplinan sudah mulai ditempa. Kebiasaan ini sangat berguna di dunia kerja, terutama di bidang hospitality yang saat ini saya geluti,” ujar Dewa.

Hadir juga dalam acara ini mahasiswi vokasi inspirasional, yakni Safiyya Aziz mahasiswi jurusan komunikasi di Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang saat ini aktif sebagai influencer dan Sovia Rahmania Warda, mahasiswi jurusan D-4 Teknik Desain dan Manufaktur di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), yang saat ini menjabat sebagai CEO dan Founder Chepyq.Adv (Digital Creative and Advertising).

Safiyya menjelaskan, awal mula masuk Sekolah Vokasi IPB karena ingin memilih studi yang tidak hanya teoritik, tetapi lebih banyak pada praktik. Kini, meski disibukkan dengan aktivitas perkuliahan, Safiyya masih bisa mengembangkan bakatnya sebagai freelance model. Kuliah di jalur vokasi juga membuatnya tertarik untuk menjadi seorang intrepreneur.

Goals aku ingin jadi entrepreneur muda. Kuliah di vokasi membuatku banyak belajar berbagai keahlian. Karena aku juga tidak terlalu suka belajar yang hanya teori, aku merasa cocok kuliah di vokasi,” kata Safiyya.

Sementara itu, Sovia yang merupakan mahasiswi Desain Manufaktur PPNS menceritakan berbagai pengalaman menarik selama menjadi mahasiswa vokasi. Bagi Sovia, mahasiswa politeknik juga bisa meraih berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Saat ini, Sovia bahkan sedang mengikuti lomba pemodelan bisnis yang diselenggarakan Kemdikbud.

“Salah satu yang menarik kuliah di politeknik adalah kedekatan dengan industri. Di Desain Manufaktur, aku belajar dari mulai merancang, mendesain, hingga membuat kapal, dan PPNS memiliki bengkel yang lengkap untuk para mahasiswa dapat melakukan praktik,” tutur Sovia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bawaslu Temukan 10 Kasus Dugaan Pelanggaran Kampanye di Medan

Dari 10 pelanggaran, 8 diantaranya dilakukan pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

NASIONAL | 25 November 2020

LAN Raih Predikat Badan Publik Informatif 2020

LAN meraih predikat sebagai Badan Publik dengan kualifikasi "informatif" yang merupakan pencapaian tertinggi dalam pengelolaan keterbukaan informasi publik

NASIONAL | 25 November 2020

Beras Sejahtera dan RLH Jadi Program Primadona Imani di Pilbup Supiori

Program Rastra dan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) kembali jadi perhatian pasangan calon Yan Imbab dan Nichodemus Ronsumbre di Pilbup Supiori.

NASIONAL | 25 November 2020

Bangun Sikap Adaptif dan Inovatif, YPA-MDR Selenggarakan Forum Komunikasi Sekolah Binaan

YPA-MDR menyelenggarakan FKSB ke-VII dengan mengusung tema “Bangun Sikap Adaptif dan Inovatif, Hadapi Era Disruptif, Siapkan Generasi Cerdas”.

NASIONAL | 25 November 2020

Mendikbud: Pembukaan Sekolah Tatap Muka Harus Keputusan Bersama

Mendikbud menjelaskan keputusan untuk membuka sekolah tatap muka harus mendapatkan keputusan bersama dari pemerintah daerah, kepala sekolah dan Komite Sekolah.

NASIONAL | 25 November 2020

Guru Honorer Sahril Mengabdi 10 Tahun dengan Gaji Rp 200.000/Bulan

Sahril Jalil tak patah arang dan tetap semangat menjalankan tugasnya, meski berpenghasilan Rp 200 ribu per bulan.

NASIONAL | 25 November 2020

Tak Terima Gaji, Guru Honorer di Bekasi Berdagang Makanan Siap Saji

Guru tersebut bernama Fahria Zulfa, guru honorer TK RA Attaqwa 33, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

NASIONAL | 25 November 2020

Di WEF, Jokowi Tegaskan Komitmen RI akan Perubahan Iklim

Presiden Jokowi secara terbuka mengungkapkan bahwa Indonesia terus berkomitmen untuk menuju ekonomi lebih hijau dan berkelanjutan.

NASIONAL | 25 November 2020

OTT Menteri Kelautan, ICW Ingatkan KPK Mitigasi Risiko Serangan Balik

KPK diingatkan terhadap risiko serangan balik dari operasi tangkap tangan tersebut.

NASIONAL | 25 November 2020

Presiden Jokowi Serahkan DIPA Kempupera 2021 Sebesar Rp 149,81 T

Kempupera menerima Pagu Anggaran Tahun 2021 sebesar Rp 149,81 triliun atau bertambah Rp 34,23 triliun dari pagu indikatif Tahun Anggaran 2021.

NASIONAL | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS