Mendikbud: Pembukaan Sekolah Tatap Muka Harus Keputusan Bersama
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

Mendikbud: Pembukaan Sekolah Tatap Muka Harus Keputusan Bersama

Rabu, 25 November 2020 | 21:47 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. SKB ini ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri yang diumumkan pada Jumat 20 November 2020 di Jakarta.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjelaskan keputusan untuk membuka sekolah tatap muka harus mendapatkan keputusan bersama dari pemerintah daerah, kepala sekolah dan Komite Sekolah.

"Komite Sekolah adalah perwakilan orang tua dalam sekolah. Jadinya kuncinya, ada di orang tua. Di mana kalau komite sekolah tidak membolehkan sekolah buka, sekolah itu tidak diperkenankan untuk buka," kata Nadiem Makarim dalam keterangan pers perkembangan pemulihan ekonomi nasional di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Meski demikian, pemerintah daerah memiliki hak untuk membuka sekolah mana yang diizinkan untuk dibuka kembali. Alasan untuk dibukanya kembali sekolah tatap muka, menurut Nadiem karena permintaan dari pemerintah daerah itu sendiri.

Pemerintah daerah yang terdiri dari kecamatan hingga desa, bisa menilai sendiri mana daerah yang aman. Dan juga bagi sebagian masyarakat sangat sulit untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Lalu dari sisi orang tuanya, tidak perlu khawatir ketika sekolah tatap muka dibuka kembali.

Jika orang tua merasa tidak nyaman, sekolah tidak bisa memaksa anaknya masuk ke sekolah. Siswa tersebut bisa melanjutkan belajar melalui PJJ. "Jadi, hybrid model ini akan terus berada. PJJ bukan berarti berakhir," ujar Nadiem Makarim.

Dikatakan Nadiem, hal yang harus diketahui juga oleh masyarakat, ketika sekolah kembali dibuka, tidak seperti kondisi sebelum pandemi. Karena kapasitas maksimal dalam satu kelas hanya 50 persen dari total kapasitas. Pihak sekolah juga harus melakukan penjadwalan kegiatan belajar mengajar.

"Sekolah harus melakukan dua shift minimal, agar bisa mematuhi aturan itu. Masker wajib dikenakan, tidak ada aktivitas selain sekolah, tidak ada kantin lagi, tidak ada ekskul (ekstrakurikuler) lagi, tidak ada olahraga lagi. Tidak ada aktivitas yang diluar lagi, siswa masuk kelas dan setelahnya langsung pulang," terang Nadiem Makarim.

Sebelumnya memang sudah ada sejumlah daerah yang berada dalam zona hijau (tidak terdampak dan tidak ada kasus baru) dan zona kuning (risiko rendah). Dan itupun menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Untuk zona hijau saja kata Nadiem baru sekitar 75 persen sekolah melakukan tatap muka dan zona kuning hanya sekitar 20 sampai 25 persen melakukan tatap muka.

Diakuinya, memang membutuhkan waktu untuk membuka sekolah tatap muka. Karena harus memenuhi daftar periksa. Yaitu, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun pakai air mengalir atau hand sanitizer dan desinfektan.

Juga harus mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memiliki alat pengukur suhu badan atau thermogun.

"Jadi daftar periksa itu sangat komprehensif. Dan Pemda akan menggunakan diskresinya, karena Pemda tahu mana daerah yang sebenarnya rawan dan mana yang lebih aman. Dan ketika ada yang terkena Covid-19, maka harus langsung ditutup sekolahnya," tegas Nadiem Makarim.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Guru Honorer Sahril Mengabdi 10 Tahun dengan Gaji Rp 200.000/Bulan

Sahril Jalil tak patah arang dan tetap semangat menjalankan tugasnya, meski berpenghasilan Rp 200 ribu per bulan.

NASIONAL | 25 November 2020

Tak Terima Gaji, Guru Honorer di Bekasi Berdagang Makanan Siap Saji

Guru tersebut bernama Fahria Zulfa, guru honorer TK RA Attaqwa 33, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

NASIONAL | 25 November 2020

Di WEF, Jokowi Tegaskan Komitmen RI akan Perubahan Iklim

Presiden Jokowi secara terbuka mengungkapkan bahwa Indonesia terus berkomitmen untuk menuju ekonomi lebih hijau dan berkelanjutan.

NASIONAL | 25 November 2020

OTT Menteri Kelautan, ICW Ingatkan KPK Mitigasi Risiko Serangan Balik

KPK diingatkan terhadap risiko serangan balik dari operasi tangkap tangan tersebut.

NASIONAL | 25 November 2020

Presiden Jokowi Serahkan DIPA Kempupera 2021 Sebesar Rp 149,81 T

Kempupera menerima Pagu Anggaran Tahun 2021 sebesar Rp 149,81 triliun atau bertambah Rp 34,23 triliun dari pagu indikatif Tahun Anggaran 2021.

NASIONAL | 25 November 2020

Pengamat: OTT Menteri Kelautan, Prestasi KPK

OTT KPK terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dipandang sebagai satu prestasi besar dari KPK.

NASIONAL | 25 November 2020

Sekolah Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19 Perlu Persiapan Matang

Rencana penerapan tatap muka di sekolah memerlukan persiapan yang matang dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

NASIONAL | 25 November 2020

Anita Ungkap Djoko Tjandra Marah dengan Action Plan Pinangki

Anita menyebut Djoko Tjandra marah dengan action plan yang diajukan Pinangki dan mantan politikus Nasdem Andi Irfan Jaya.

NASIONAL | 25 November 2020

Wings Air Ambil Alih Rute Kupang–Ruteng

Wing Air akhirnya mengambil alih rute Kupang-Ruteng yang ditinggal Trans Nusa. Maskapai yang terakhir ini berhenti beroperasi.

NASIONAL | 25 November 2020

OTT Edhy Prabowo Buktikan KPK Masih Bekerja Profesional

Penangkapan terhadap Edhy Prabowo membuktikan KPK tetap bisa bekerja secara profesional dan tidak memandang bulu bagi pelanggar Tindak Pidana Korupsi.

NASIONAL | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS