Guru Juga Manusia dan Orang Tua
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Hari Guru Nasional

Guru Juga Manusia dan Orang Tua

Rabu, 25 November 2020 | 09:00 WIB
Oleh : Elvira Anna Siahaan / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Banyak orang tua yang lupa bahwa selama pembelajaran jarak jauh (PJJ), seorang guru juga manusia biasa. Guru juga memiliki anak, yang sama-sama melakukan PJJ selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Sayangnya, tidak banyak yang mengetahui betapa berat beban yang diemban guru selama PJJ. Satu sisi sang guru harus mengajar daring, sementara di saat yang bersamaan anak si guru juga menjalani PJJ.

"Selama PJJ beban guru itu bertambah. Makanya saya heran ada yang bilang beban guru berkurang selama PJJ, hanya karena tidak mengajar tatap muka. Justru beban kami berkali lipat. Kami harus mengajar murid secara daring, sekaligus memantau anak kami di rumah yang juga belajar daring,” ungkap Hotma Adventina, guru Bahasa Inggris SMP di salah satu sekolah swasta di Jakarta, saat bertutur kepada Suara Pembaruan, Selasa (24/11/2020).

Pandemi yang terpaksa membuat pembelajaran dilakukan daring, diakui Hotma buka memudahkan kerja guru. Mengapa? Faktanya, ketika PJJ tugas guru tidak hanya mengawasi murid selama belajar daring, tetapi juga menampung semua keluh kesah orang tua murid yang mengaku tidak sanggup mendampingi anak selama PJJ. Belum lagi setiap akhir pekan ia terpaksa online untuk sesi pertemuan orang tua murid yang mengeluhkan anaknya tidak fokus belajar karena lebih memilih main gim.

Padahal, selama PJJ, dikatakan Hotma, permintaan para guru hanya orang tua sesekali mendampingi anaknya untuk memantau apakah sang anak menyimak materi pembelajaran, atau justru mengelabui guru dengan bermain gim.

"Kalau belajar daring, semua mata anak seolah-olah melihat layar laptop. Padahal ada anak yang bermain gim atau mendengarkan YouTube. Ini yang menyulitkan kami para guru. Belum lagi ada anak yang suka mematikan kamera, sehingga kami tidak tahu apakah si anak ada di tempat atau tidak,” cerita Hotma yang juga memiliki seorang anak kelas V SD.

Tidak hanya kewalahan dengan sistem PJJ, di satu sisi Hotma juga merasa bersalah pada anaknya yang terpaksa harus belajar daring tanpa didampingi olehnya. Terpaksa, anaknya, Christabel, harus belajar daring sendiri karena di saat yang bersamaan, sia harus bertugas menjadi pengajar.

"Makanya buat saya PJJ itu sangat membebani. Belum lagi ditambah dengan pandangan orang tua murid yang mengatakan guru selama PJJ seolah-olah tidak bekerja. Alhasil banyak dari orang tua murid yang meminta uang sekolah dikurangi selama PJJ. Ini menyedihkan buat kami para guru,” tandasnya.

Saat ditanyakan apa saja kendala selama PJJ, Hotma mengatakan banyak hal yang membuat PJJ kurang efektif. Satu di antaranya adalah lingkungan rumah guru atau murid yang tidak mendukung. Hotma sendiri mengaku kerap stres saat harus mengajar daring, tiba-tiba di luar rumah ada suara pedagang yang menjajakan dagangan menggunakan pengeras suara. Belum lagi kendala sinyal yang naik turun saat harus mengajar.

Untuk itu, ke depannya Hotma berharap pembelajaran tatap muka (PTM) untuk sekolah-sekolah yang orang tuanya sudah setuju, segera dilakukan. Setidaknya lewat PTM, guru kembali bisa mengenal dan mengawasi siswa dengan cermat, dan orang tua juga tidak mengeluh lagi.

“Saya pribadi sebagai guru dan orang tua menginginkan PTM segera dilakukan, khususnya untuk anak SD. Mengapa? Selama PJJ saya tidak mengawasi anak saya belajar karena saya juga mengajar. Akibatnya beberapa nilai pelajaran anak saya jelek, dan terpaksa mengulang. Nah, dilema inilah yang tidak pernah dipandang oleh orang tua murid di luar sana,” tegas Hotma.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kahiyang Ayu Minta Maaf Belum Dapat Dampingi Suami Kampanye

Kahiyang Ayu memohon maaf kepada masyarakat Medan karena belum dapat turun mendampingi suami, Bobby Nasution, saat berkampanye untuk menjadi Wali Kota Medan.

NASIONAL | 24 November 2020

Kemparekraf Dorong Mobilitas Wisatawan Melalui Big Promo

Program ini hanya berlaku sampai Desember 2020.

NASIONAL | 24 November 2020

Pandemi Covid-19 Percepat Pemanfaatan Kecerdasan Buatan

Teknologi kecerdasan buatan akan memberikan manfaat bagi masyarakat di negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

NASIONAL | 24 November 2020

KPK Awasi 137 Aset Bermasalah Senilai Rp 2,3 Triliun di Banten

KPK melakukan monitoring dan pengawasan langsung terkait aset-aset negara yang bermasalah di wilayah Provinsi Banten senilai Rp 2,3 triliun.

NASIONAL | 24 November 2020

Kapolri Apresiasi Korlantas Gelar IT Road Safety Expo 2020

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, mengapresiasi Korlantas Polri yang menyelenggarakan IT Road Safety Expo 2020, Selasa (24/11/2020), di Korlantas Polri, Jakarta.

NASIONAL | 24 November 2020

Polri Matangkan Gelar Perkara Massa Rizieq

Penyidik juga masih mengevaluasi hasil klarifikasi dan pengumpulkan barang bukti serta analisis terkait hasil digital forensik.

NASIONAL | 24 November 2020

Sultan HB X Minta Pembukaan Sekolah Jangan Terburu-buru

Sultan HB X mengatakan pembelajaran tatap muka di sekolah di DIY memang dimungkinkan dimulai pada Februari 2021 bersamaan awal semester genap.

NASIONAL | 24 November 2020

PGRI: Guru Honorer Perlu Diberikan Kesempatan Jadi ASN

PGRI mengapresiasi pemerintah daerah yang merespon perjuangan PGRI diberbagai daerah dengan memberikan perhatian pada peningkatan kesejahteraan guru honorer.

NASIONAL | 24 November 2020

Di Usia 74, Megawati Berdoa Tak Ingin Pikun

Megawati ingin di masa tuanya, bisa berbagi apa yang dialami selama hidupnya kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya para anak muda.

NASIONAL | 24 November 2020

Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja Kingmi Tertahan di Penyelidikan

Kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi, Papua, tahun anggaran 2015, masih mandek.

NASIONAL | 24 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS