PGRI: Guru Honorer Perlu Diberikan Kesempatan Jadi ASN
Logo BeritaSatu

PGRI: Guru Honorer Perlu Diberikan Kesempatan Jadi ASN

Selasa, 24 November 2020 | 20:49 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai tenaga pendidik, guru honorer yang selama ini kesejahteraan masih di bawah, perlu ditingkatkan lagi. Mereka perlu mendapat kesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur ASN-Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun jalur Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Hal itu diutarakan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim dan Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Mansur Ketika dihubungi secara terpisah pada Selasa (24/11/2020) dalam menyambut Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2020.

Unifah Rosyidi berharap agar para guru honorer Kategori maupun Non-Kategori khususnya yang berusia di atas 35 tahun diberikan kesempatan menjadi ASN. Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah yang merespon perjuangan PGRI diberbagai daerah dengan memberikan perhatian pada peningkatan kesejahteraan guru honorer di daerah masing-masing.

"Berikan kesempatan setara kepada semua guru tanpa membedakan status mereka untuk beroleh kesempatan meningkatkan kapasitas profesi. Dengan adanya pembagian kewenangan guru di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, saya menitipkan kepada bapak/ibu kepala daerah untuk memberikan perhatian kepada guru-guru di daerahnya tanpa harus terpaku kepada tingkatan mana guru mengajar," ungkapnya.

Diakui, saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang akan terus diperjuangkan PGRI yang saat ini sudah memasuki usia ke-75 tahun. Ia berharap bisa melayani anggota dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas dan menjadi teladan dalam menanamkan pendidikan.

Menurutnya, pascapandemi berakhir, pembelajaran jarak jauh atau paduan pembelajaran daring dan luring akan menjadi suatu bentuk kenormalan baru. PGRI meminta agar di seluruh wilayah Indonesia dapat dijangkau oleh infrastruktur dasar listrik dan jaringan internet ke sekolah-sekolah sehingga tidak ada anak Indonesia dan para gurunya yang tertinggal dalam pembelajaran dan mengakses ilmu pengetahuan.

Lebih lanjut Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim berharap para tenaga pendidik harus tetap tangguh dan mandiri. Pihaknya mendesak pemerintah pusat dalam hal ini Kemdikbud konsisten untuk mencetak kualitas guru yang bisa dijamin. Jadi guru dengan kualitas yang rendah sebaiknya jangan diterima dahulu karena akan menjadi masalah ke depan.

“Kita berterima kasih akhirnya diberikan kesempatan 1 juta guru, meskipun belum tentu juga 1 juta yang dibuka karena perlu memperhatikan kualitas tetap nomor satu. Kami mendukung Kemdikbud upaya itu. Kini tantangan ada di tangan guru, mampukah menjalankan dan menerima tantangan ini. Kami IGI pun siap memfasilitasnya,” jelas dia.

Menurutnya, ia telah mengintruksikan IGI kabupaten/kota, provinsi se-Indonesia untuk membuat pelatihan-pelatihan untuk menghadapi ujian dari Kemdikbud, seperti bimbingan tes menghadapi PPPK. Pihaknya membuka dan menggratiskan pelatihan ke semua guru yang mau berlatih dan berubah menjadi lebih baik di zaman yang semakin modern ini.

Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Mansur mengatakan sudah 75 tahun guru harus bisa menjadi tonggak pendidikan yang profesional dan mandiri, apalagi adanya pandemi covid-19 membuktikan banyak terlihat kekurangan guru khususnya secara kemandirian mengajar penggunaan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK), yang selama ini merasa nyaman dengan kondisi pembelajaran yang dilaksanakan. Namun begitu ada pandemi, lalu hampir sebagian besar ternyata tidak siap.

“Di dalam kurikulum, Mendikbud menyatakan sistem merdeka belajar harusnya bisa digunakan oleh guru supaya bisa mencanangkan kurikulumnya sendiri. Jadi guru tidak lagi berpatokan pada kurikulum nasional yang sangat berat,” urai dia.

Menurutnya, kalau kembali ke aturan dasar, guru harusnya membuat kurikulum sendiri yang dinamakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Tapi sayangnya hal itu tidak dijalankan seutuhnya, sehingga guru hanya mengikuti yang ada di paket-paket yang umum.

Sedangkan guru juga harus mulai melihat keberadaan organisasi profesi dengan ikut turut mengembangkannya yang bisa menjadi sebagai pintu masuk peningkatan diri kompetisi ke pendekatan kebijakan.

“Kalau tak lewat itu, kita akui selama ini guru jadi jalan sendiri-sendiri dan tak punya kekuatan, sehingga banyak hal yang terabaikan hak-hak guru selama ini,” katanya.

Sementara untuk seleksi PPPK ini tentu menjadi kesulitan bagi guru honorer K2, karena mereka terakomodasi banyak. Kalau mereka dibiarkan bersaing dengan guru dari sarjana-sarjana baru, pastinya hampir saja akan kesulitan.

“Jadi kami sarankan mereka diberikan poin khusus untuk masa pengabdiannya. Misal hasil tesnya secara umum digabung dengan poin khusus. Itu banyak dilakukan beberapa daerah di dalam merekrut honorer yang dianggap K1 dan kalau mereka digaji pemda. Jadi tidak bisa juga kalau mereka dibiarkan ikut seleksi terbuka. Itu juga kalau pemerintah serius ingin menyelesaikan honorer K1,” tutur dia.

Oleh karena itu, Wasekjen FSGI Fahriza Marta Tanjung berharap pemerintah jangan memberikan angin surga karena pada faktanya masih ada 38 ribu guru honorer yang belum diangkat dari hasil PPPK tahun kemarin.

“Hal itu berdasarkan data yang kami temui di lapangan. Kami berharap pemerintah selesaikan satu-satu. Jangan loncat-loncat dan berikan angin surga saja. Kalau secara jumlah kita memang kekurangan guru. Tapi untuk pemerataan guru belum dirasakan, apalagi kita belum memiliki data yang valid. Untuk itu Kemdikbud perlu lakukan validasi data apa benar 1 juta yang diperlukan, apakah itu tidak menyedot anggaran yang sangat besar apalagi situasi lagi pandemi. Hal ini sepertinya tak rasional,” tanya dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Di Usia 74, Megawati Berdoa Tak Ingin Pikun

Megawati ingin di masa tuanya, bisa berbagi apa yang dialami selama hidupnya kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya para anak muda.

NASIONAL | 24 November 2020

Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja Kingmi Tertahan di Penyelidikan

Kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi, Papua, tahun anggaran 2015, masih mandek.

NASIONAL | 24 November 2020

Menpora Bangga NTB Jadi Sumber Atlet Nasional

Menpora Zainudin Amali bangga sejumlah atlet asal NTB mampu berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

NASIONAL | 24 November 2020

Ditemui Tommy Sumardi, Irjen Napoleon Berkomunikasi dengan Azis Syamsuddin

Dalam pertemuan itu, Tommy Sumardi sempat menyinggung mengenai kedekatannya dengan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

NASIONAL | 24 November 2020

Satgas Sebut Testing Covid-19 Capai 88,66%

Jumlah testing hampir mencapai target WHO yaitu berada di angka 86,25 persen pada minggu kedua November 2020.

NASIONAL | 24 November 2020

Bertemu Napoleon, Tommy Sumardi Ungkap Kedekatannya dengan Kabareskrim

Terdakwa Tommy Sumardi datang ke ruangan Napoleon sudah atas restu Kabareskrim Polri.

NASIONAL | 24 November 2020

Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa 4 Saksi

Saksi/ahli untuk tersangka korporasi PT MNC Asset Management yaitu Indra Safitri (Ahli a de charge dari tersangka PT MNC Aset Management).

NASIONAL | 24 November 2020

Ganjar: Input Delay Data Covid-19 Sebabkan Selisih 3.000-an Kasus

Ada data baru yang belum dimasukkan sehingga terdapat beda data hingga 3.000-an kasus.

NASIONAL | 24 November 2020

104 Tersangka Penyebar Hoax Pandemi Covid-19 Dibekuk

Tak kurang ada 104 tersangka yang telah dibekuk terkait kasus penyebaran hoaks terkait Covid-19 selama 30 Januari hingga 24 November 2020.

NASIONAL | 24 November 2020

Kepala Dinsos Yogyakarta dan 3 Pegawai BKPP Positif Covid-19

Saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) masih berupaya melakukan screening untuk melacak kontak erat dari Kepala Dinas Sosial dan ASN yang positif Covid-19.

NASIONAL | 24 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS