Di Usia 74, Megawati Berdoa Tak Ingin Pikun
Logo BeritaSatu

Di Usia 74, Megawati Berdoa Tak Ingin Pikun

Selasa, 24 November 2020 | 20:34 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Di usianya yang ke-74 tahun, Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri memiliki satu keinginan. Yakni ingin agar tetap sehat dan tidak pikun.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberi materi dalam webinar pembukaan Pameran Daring Buku Bung Karno, Selasa (24/11/2020).

"Umur saya sekarang 74. Kalau dikasih umur panjang, saya cuma minta agar jangan dibikin pikun. Kalau sudah pikun buat apa kelamaan," kata Megawati.

Pernyataan itu bukan untuk menanggapi adanya doa seorang anggota Front Pembela Islam (FPI) baru-baru ini yang menginginkan agar umur Megawati dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pendek. Namun Megawati menyampaikan itu karena sedang bicara soal sejarah Bung Karno dan bangsa Indonesia.

Dia ingin di masa tuanya, bisa berbagi apa yang dialami selama hidupnya kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya para anak muda.

"Maka apa yang saya tahu, akan saya sampaikan. Saya beruntung sebagai manusia berada di tengah pusaran orang pintar dan pejuang," kata Megawati.

Megawati mengisahkan bagaimana Konferensi Asia Afrika (KAA) adalah konferensi terbesar di dunia yang pernah dilakukan demi mendorong agar negara-negara di dunia merdeka. Saat itu, ada kejadian dimana delegasi dari Alzier, atau Aljazair yang sedang berada di bawah penjajahan, datang ke acara. Waktu itu panitia bingung karena negeri itu belum punya bendera. Mereka hanya dibolehkan sebagai peninjau.

Bung Karno lalu muncul dengan keputusan brilian demi memastikan saudaranya yang datang dari jauh, dari Aljazair bisa menyuarakan kemerdekaannya di konferensi itu.

"Bung Karno datang dan tanya ada apa. Delegasi Alzier datang tapi tak ada bendera. Bung Karno lalu duduk di meja, minta kertas. Lalu bertanya ke ketua delegasi, apa bendera kalian kalau merdeka? Dijelaskan dan Bung Karno menggambarnya. Lalu beliau bilang ke panitia, ini gambar, tancapkan di delegasi Alzier. Itulah benderanya. Apakah itu tak brilian, yang ingin memerdekakan bangsa di dunia?" urai Megawati.

Cerita lainnya adalah soal peran perempuan Indonesia dalam kemerdekaan. Megawati bercerita bagaimana ibunya, Fatmawati Soekarno, adalah penjahit bendera Merah Putih. Bendera itu lalu dibawa kesana-kemari, dengan berbagai metode oleh Fatmawati dan kawan-kawan, demi memastikan simbol kemerdekaan Indonesia itu aman.

"Saya tanya ibu saya kenapa berani? Beliau bilang, 'kenapa takut? Kan kita mau merdeka'. Bisakah kita berimajinasi bagaimana seorang perempuan berani melakukan hal itu? Ada Ibu Sk Trimurti juga. Itu ada gambarnya. Ada berapa perempuan berani waktu itu. Apa Jepang tak tahu mereka? Jepang tahu. Tapi kok berani? Makanya kita perlu sekarang bertanya dimana daya juang kita," kata Megawati.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja Kingmi Tertahan di Penyelidikan

Kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi, Papua, tahun anggaran 2015, masih mandek.

NASIONAL | 24 November 2020

Menpora Bangga NTB Jadi Sumber Atlet Nasional

Menpora Zainudin Amali bangga sejumlah atlet asal NTB mampu berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

NASIONAL | 24 November 2020

Ditemui Tommy Sumardi, Irjen Napoleon Berkomunikasi dengan Azis Syamsuddin

Dalam pertemuan itu, Tommy Sumardi sempat menyinggung mengenai kedekatannya dengan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

NASIONAL | 24 November 2020

Satgas Sebut Testing Covid-19 Capai 88,66%

Jumlah testing hampir mencapai target WHO yaitu berada di angka 86,25 persen pada minggu kedua November 2020.

NASIONAL | 24 November 2020

Bertemu Napoleon, Tommy Sumardi Ungkap Kedekatannya dengan Kabareskrim

Terdakwa Tommy Sumardi datang ke ruangan Napoleon sudah atas restu Kabareskrim Polri.

NASIONAL | 24 November 2020

Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa 4 Saksi

Saksi/ahli untuk tersangka korporasi PT MNC Asset Management yaitu Indra Safitri (Ahli a de charge dari tersangka PT MNC Aset Management).

NASIONAL | 24 November 2020

Ganjar: Input Delay Data Covid-19 Sebabkan Selisih 3.000-an Kasus

Ada data baru yang belum dimasukkan sehingga terdapat beda data hingga 3.000-an kasus.

NASIONAL | 24 November 2020

104 Tersangka Penyebar Hoax Pandemi Covid-19 Dibekuk

Tak kurang ada 104 tersangka yang telah dibekuk terkait kasus penyebaran hoaks terkait Covid-19 selama 30 Januari hingga 24 November 2020.

NASIONAL | 24 November 2020

Kepala Dinsos Yogyakarta dan 3 Pegawai BKPP Positif Covid-19

Saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) masih berupaya melakukan screening untuk melacak kontak erat dari Kepala Dinas Sosial dan ASN yang positif Covid-19.

NASIONAL | 24 November 2020

Kempora Serahkan Bantuan 14.442 Paket APD kepada KONI NTB

Paket APD ini terdiri dari masker, hand sanitizer dan vitamin.

NASIONAL | 24 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS