P2G: Tunda Pembelajaran Tatap Muka
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

P2G: Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Senin, 23 November 2020 | 21:53 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk menunda pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Hal ini dikarenakan tren kasus Covid-19 di Tanah Air kembali meningkat.

Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, meminta pemerintah kembali mengkaji terkait keputusan bersama perizinan penyelengaraan sekolah tatap muka pada awal 2021 mendatang. Ia menyarankan agar sekolah dibuka setelah vaksin Covid-19 ditemukan dan diproduksi secara massal untuk melindungi warga pendidikan dari penularan virus corona.

"Kami meminta jangan tergesa-gesa memutuskan sesuatu hal yang masih riskan. Para kepala daerah janganlah membuka sekolah dahulu sampai vaksin Covid-19 sudah diproduksi, sudah melalui semua tahapan uji coba, dan terbukti aman dan halal. Setelah prasyarat ini tercukupi, barulah sekolah bisa dibuka secara nasional bertahap," ungkapnya ketika dihubungi Beritasatu.com, Senin (23/11/2020) malam.

Diakui, P2G sebenarnya masih meragukan kesiapan daerah-daerah dan sekolah bisa memenuhi protokol kesehatan, apalagi budaya disiplin masyarakat masih kurang. Kemarin saja ramai di Petamburan dan di Bogor yang membuat kasus Covid-19 meningkat lagi.

P2G meminta sikap waspada dan kehati-hatian, bukan menolak penuh pembelajaran tatap muka. Menurutnya bila daerah tersebut merupakan zona hijau, pihak sekolah sudah yakin siap menjalankan dengan protokol kesehatan secara ketat, ada daftar pemeriksaan dan izin dari para orangtua murid, maka pembelajaran tatap muka dipersilakan dibuka.

"Hal yang perlu diingat pada bulan Desember itu ada libur panjang, yakni Natal dan Tahun baru. Tentunya anak murid, guru dan tenaga pengajar lain juga libur dan akan banyak lakukan kunjungan ke berbagai tempat. Bisa dibilang mobilisasi dan mobilitas masyarakat akan tinggi. Lalu di Januari di mereka disuruh sekolah. Ini sangat berbahaya, bisa saling menularkan Covid-19 dan jadi klaster baru nantinya," ungkap Satriwan.

Belum lagi, lanjut dia, di luar jam sekolah, murid sudah bukan menjadi tanggung jawab guru dan kepala sekolah lagi. Para tenaga pengajar tidak tahu apa yang dilakukan para siswa, apakah pulang naik kendaraan dengan berdesakan, pulang jalan kaki bergandengan tangan dan berkerumun serta lainnya.

"Jadi kami meminta para guru dan orang tua meski mengutamakan hak keselamatan dan sehat anak dahulu. Jangan euforia dahulu mendengar Januari 2021 sekolah boleh dibuka kembali karena mungkin mereka sudah jenuh dan stres anaknya melakukan PJJ saja. Sekolah boleh dibuka, jangan dipikir kondisi sudah normal, padahal tidak seperti itu. Situasi kita masih pandemi Covid-19," tegasnya.

Selanjutnya, P2G juga meminta guru, tenaga kependidikan, dan siswa harus betul-betul aman dan dideteksi sejak dari mula pembukaan sekolah. Makanya mereka harus menjalani swab test.

“Pemda diharapkan bisa mengalokasikan dana untuk pelaksanaan swab test bagi guru dan murid. Biayanya jangan diambil dari Dana BOS, sebab kebutuhan sekolah sangat kompleks dan sekolah kecil, anggarannya juga kecil. Ambil dari anggaran khusus yakni dari pemda atau pusat," urai dia.

P2G juga meminta ketika nantinya ada siswa yang positif covid-19 akibat masuk sekolah, maka jangan sampai terjadi kriminalisasi terhadap guru maupun kepala sekolah.

"Orangtua jangan sampai menyalahkan pihak sekolah dan guru. Bagaimanapun juga guru berada di bawah struktur birokrasi daerah setempat," tegasnya.

Untuk itu, P2G tidak mendukung sekolah dibuka pada Januari 2021. Ia tetap pada pendirian dan menyarankan sekolah baru dibuka setelah pemerintah melakukan program vaksinasi Covid-19 agar aman.

"P2G pada intinya meminta kepada para kepala daerah, agar sekolah jangan dulu dibuka secara nasional, sampai vaksin Covid-19 sudah diproduksi, PJJ (pembelajaran jarak jauh) sebaiknya diteruskan sampai akhir tahun ajaran baru 2020/2021 atau Juli 2021, dengan adanya langkah perbaikan-perbaikan yang tidak membuat anak jenuh," jelasnya.

Sementara anggota Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Anggraini Alam, menyatakan menolak menyatakan pendapatnya. Hal ini dikarenakan saat ini pihaknya masih mengkaji terkait keputusan bersama perizinan penyelengaraan sekolah tatap muka pada 2021 mendatang.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Peneliti: Wisatawan di Taman Nasional Perlu Diatur Agar Komodo Nyaman

Terlalu dekatnya jarak antara wisatawan dan komodo membuat kewaspadaan komodo hilang.

NASIONAL | 23 November 2020

Komodo Lebih Aktif Saat Pengunjung Sepi Akibat PSBB

Sebelum pandemi, komodo di Loh Buaya lebih banyak tinggal di situ-situ saja. Kini, mereka lebih aktif bergerak.

NASIONAL | 23 November 2020

DPR: Jangan Korbankan Sifat Liar Komodo demi Pengembangan Taman Nasional

Saat ini sejumlah komodo mengalami habituasi atau pembiasaan yang tidak menjauh ketika ada pengunjung.

NASIONAL | 23 November 2020

IPI Sesalkan Penggiringan Opini Galon Sekali Pakai Tidak Ramah Lingkungan

Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) menyayangkan adanya penggiringan opini bahwa galon sekali pakai berbahan PET tidak ramah lingkungan.

NASIONAL | 23 November 2020

Mahfud: Jaga Suasana Pilkada Tetap Kondusif

Mahfud MD meminta agar seluruh elemen masyarakat menjaga suasana Pilkada tetap kondusif.

NASIONAL | 23 November 2020

SMRC: Kalah Start Tapi Unggul Konten Kampanye, Elektabilitas Eri Tinggalkan Machfud

Gaya dan model kampanye calon wali kota dan calon wakil wali Kota Surabaya nomor urut satu, Eri Cahyadi-Armudji.

NASIONAL | 23 November 2020

Indonesia Pimpin Acara Khusus Forum Ekonomi Dunia

Indonesia terpilih menjadi salah satu fokus dialog dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) untuk membahas upaya penanganan pandemi Covid-19.

NASIONAL | 23 November 2020

Kempupera Targetkan Tol Serang-Panimbang Seksi I Dukung Mudik Lebaran 2021

Diharapkan Tol Serang-Panimbang Seksi I dapat dimanfaatkan untuk mendukung arus mudik Lebaran 2021.

NASIONAL | 23 November 2020

Operasi Laut Interdiksi Amankan 85,54 KG Sabu, 50.000 Butir Ekstasi, dan 29 Paket Ganja

Barang bukti yang diamankan BNN didapat dari 5 kasus berbeda dengan jumlah tersangka sebanyak 20 orang.

NASIONAL | 23 November 2020

KPK Perpanjang Penahanan 3 Tersangka Kasus Korupsi PT DI

Tiga tersangka kasus korupsi PT DI yakni Arie Wibowo, Ferry Santosa Subrata serta Didi Laksmana diperpanjang masa penahanannya hingga 40 hari ke depan.

NASIONAL | 23 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS