Logo BeritaSatu

Mengapa Pandemi Covid-19 Bisa Ganggu Kesehatan Mental?

Minggu, 22 November 2020 | 11:16 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com – Berbagai upaya bisa dilakukan untuk mencegah stres dan tetap menjaga kesehatan mental selama pandemi. Selain jalan-jalan di alam dan tetap mendengarkan informasi terbaru yang terpercaya, bisa juga melakukan rutinitas baru untuk mencegah kejenuhan. Misalnya bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap hari, jaga kebersihan diri, konsumsi makanan sehat pada waktu yang teratur, rutin berolahraga, mengalokasikan waktu untuk bekerja dan waktu istirahat dan meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai.

Kemudian tetap menjaga kontak sosial. Jika pergerakan dibatasi, tetaplah berhubungan secara teratur dengan orang-orang yang dekat melalui telepon dan saluran online. Hal lain yang perlu diperhatikan yakni waktu menatap layar gawai. Aturlah berapa banyak waktu yang dihabiskan di depan layar setiap hari dan pastikan beristirahat secara teratur dari aktivitas di layar. Meskipun gim video bisa menjadi cara untuk bersantai, bisa tergoda untuk menghabiskan lebih banyak waktu memainkannya. Jadi, pastikan untuk menjaga keseimbangan dengan aktivitas offline dalam rutinitas harian. Terkait media sosial, sebaiknya gunakan sarana ini untuk mempromosikan cerita positif dan harapan.

Pakar kesehatan yang berfokus pada stres dan trauma di The Ohio State University Wexner Medical Center, Ken Yeager mengatakan ada beberapa faktor yang bisa mengganggu kesehatan mental di masa pandemi Covid-19. Pada orang-orang berusia di atas 75 tahun misalnya, pandemi mewakili risiko nyata pada kesehatan mereka. Lalu, bagi yang berusia 56-74 tahun, masalahnya lebih pada apakah bisa pensiun dengan tenang, mengingat terjadinya resesi beberapa waktu terakhir.

"Milenial dan Gen X sedang melihat kembali ke resesi terakhir dan bertanya apakah akan mampu bertahan dari penurunan ekonomi yang mengarah ke depresi dan ketidakpastian ini," tutur Yeager seperti dilansir Healthline.

Sementara itu, para remaja dan berusia lebih muda cenderung merasa cemas karena mereka melihat masa depan yang tidak pasti, termasuk fenomena banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan.

"Banyak yang kehilangan pekerjaan. Tidak diragukan lagi gangguan pandemi menyebar luas. Pendidikan, hubungan, pekerjaan, keuangan, liburan dan keadaan normal semuanya telah ditantang," kata Yeager.

Hal senada juga diungkapkan profesor psikitari epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, Karestan Koenen. Menurut dia, kehilangan pekerjaan dapat menyebabkan stresor yang meracuni kesehatan mental, misalnya karena tidak bisa memastikan keamanan stok makanan dan ketidakmampuan untuk membayar tagihan.
"Hilangnya pekerjaan berarti hilang juga pendapatan yang bisa berujung hilangnya hubungan sosial. Anda kehilangan identitas apa pun yang terkait dengan pekerjaan Anda," kata dia seperti dilansir Business Insider.

Sama seperti pakar kesehatan lain, Koenen juga menyarankan Anda melakukan hal positif untuk membantu kesehatan mental Anda, misalnya seperti berjalan-jalan atau bermeditasi. Asisten profesor psikiatri di Washington University, Jessica Gold merekomendasikan Anda berolahraga, melakukan latihan pernapasan atau apa pun yang bisa Anda lakukan untuk bersantai meskipun hanya sesaat. "Anda benar-benar perlu mencari tahu apa yang menenangkan," tutur dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Lukas Enembe Klaim Hanya Kelola 20% Dana Otsus Papua

Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening menyatakan, pihak Pemprov Papua hanya mengelola 20% dari total dana otsus yang diberikan.

NEWS | 27 September 2022

Warga Afghanistan Sukarela Serahkan Ratusan Pucuk Senjata Api

Pasukan keamanan Afghanistan telah mengumpulkan ratusan senjata ketika penduduk setempat dengan sukarela menyerahkan senjata dan amunisi.

NEWS | 27 September 2022

Dijatuhi Sanksi Demosi 3 Tahun, Ipda Arsyad Daiva Tidak Ajukan Banding

Ipda Arsyad Daiva tidak mengajukan banding atas setelah dijatuhi sanksi demosi tiga tahun buntut kasus tewasnya Brigadir J. 

NEWS | 27 September 2022

Kasus Brigadir J, Ipda Arsyad Daiva Dijatuhi Sanksi Demosi 3 Tahun

Mantan Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Arsyad Daiva Gunawan dijatuhi demosi 3 tahun terkait kasus Brigadir J

NEWS | 27 September 2022

Kontribusi Aktif IRRA dan Oneject dalam Program Imunisasi Anak Sekolah

IRRA dan Oneject berkontribusi dalam program imunisasi anak sekolah dengan mendampingi para nakes yang bertugas di SD Negeri Penjaringan 01.

NEWS | 27 September 2022

Inggris Akan Gandakan Pengeluaran Belanja Militer

Inggris akan melipatgandakan pengeluaran belanjja militer. Menteri Pertahanan Ben Wallace mengutip serangan Rusia di Ukraina.

NEWS | 27 September 2022

Bantah Mahfud, Lukas Enembe Klaim Dana Otsus Papua Hanya Rp 90 Triliun

Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening membantah pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD soal dana otsus

NEWS | 27 September 2022

Warga Baubau Padati Pasar Wameo Menanti Jokowi

Warga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, memadati Pasar Tradisional Wameo untuk menunggu kedatangan Jokowi

NEWS | 27 September 2022

Peringati Hari Ozon Sedunia, TNI AL Gandeng KBPP Polri Lestarikan Alam

Peringati Hari Ozon Sedunia, TNI AL bersama Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) menggelar aksi bakti sosial dan pelestarian alam

NEWS | 27 September 2022

Hari Ini 34 Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet

Pasien Covid-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Selasa (27/9/2022) tersisa 34 orang.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lukas Enembe Klaim Hanya Kelola 20% Dana Otsus Papua

Lukas Enembe Klaim Hanya Kelola 20% Dana Otsus Papua

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings