Logo BeritaSatu

Keterbukaan Informasi Cegah Eksklusifisme dan Intoleransi

Sabtu, 21 November 2020 | 12:47 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Bogor, Beritasatu.com - Keterbukaan informasi merupakan salah satu upaya untuk membuka dialog dalam mencegah eksklusifisme, prasangka, intoleransi dan sikap radikalisme. Hal itu penting diperkuat dalam berbagai instansi dan lingkungan masyarakat, termasuk perguruan tinggi. Sejalan dengan itu, mahasiswa mempunyai peran penting dalam lingkungan kampus untuk memperkuat saling terbuka dengan berbagai pihak atau elemen bangsa.

Menurut Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Romanus Lendong mengatakan informasi yang terbuka memudahkan berbagai pihak untuk saling mengetahui hal-hal yang patut diketahui publik. Keterbukaan juga menjadi sarana untuk berdialog dan berkomunikasi sehingga bisa saling memahami dengan baik. Kondisi tersebut sangat diperlukan di lingkungan perguruan tinggi atau kampus guna mencegah eksklusifisme dan prasangka yang tidak baik kepada pihak lain.

“Ini sangat relevan dalam mencegah kampus agar tidak menjadi lahan bertumbuhnya prasangka karena tidak ada keterbukaan dan ruang untuk berdialog. Bisa jadi tanpa informasi yang memadai malah menumbuhkan sikap intoleransi dan radikalisme terhadap keyakinan sendiri,” ujarnya kepada SP, Jumat (20/11/2020).

Jangan sampai, kata dia, tanpa ada keterbukaan membuat kelompok atau komunitas tertentu merasa diri paling benar dan yang lain tidak boleh diberi ruang sehingga harus ditiadakan. Penegasan itu juga disampaikan ketika berbicara soal keterbukaan informasi publik untuk organisasi kemahasiswaan dan gugus komunikasi IPB University pada Rabu (18/11/2020).

Menurut dia, kampus harus menjadi perintis untuk menumbuhkan ruang dialog semua elemen bangsa dengan menanamkannya pada mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dan seluruh kampus lainnya di Indonesia.
Romanus menambahkan bahwa kondisi Indonesia saat ini sangat banyak didominasi berita bohong atau hoaks yang secara masif disebarkan. Padahal, kehadiran hoaks tersebut sangat jauh berbeda dengan informasi publik yang bisa diklarifikasi.

“Dengan berita bohong tersebut juga semakin menumbuhkan ekslusivisme, intoleransi, serta kebebasan berpendapat namun tidak tanggung jawab. Hoaks dalam media sosial itu bukan keterbukaan informasi, jadi harus lebih bijak dan hati-hati. Dalam media sosial itu kebenaran dan kebohongan terasa sama-sama meyakinkan,” kata Romanus.

Dalam diskusi dengan jajaran di IPB University, Romanus menjelaskan visi Undang-undang (UU) No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Disebutkan, negara menjamin hak warganya untuk mendapatkan informasi dengan tujuan mengembangkan diri dan lingkungan sosial, membangun harmoni sosial dengan mencegah prasangka, serta untuk Indonesia bersatu, maju, mandiri, adil, dan sejahtera.

“Jadi IPB University ini jangan jadi menara gading. Kalau Anda punya informasi dan pengetahuan Anda bisa mengembangkan diri dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa definisi informasi publik merupakan informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik. “Banyak yang salah mengira bahwa ucapan pejabat sudah pasti informasi publik. Padahal belum tentu, bisa jadi itu hanya opini pribadi,” ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Mafia Tanah Cipayung, Kejati DKI Geledah Rumah di Pesona Khayangan

Kasus Mafia Tanah Cipayung, Kejati DKI Geledah Rumah di Pesona Khayangan

NEWS | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings