Mendagri Akan Tindak Tegas Praja IPDN yang Lakukan Kekerasan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.203 (12.46)   |   COMPOSITE 6241.8 (96.72)   |   DBX 1333.51 (-4.33)   |   I-GRADE 179.858 (4.62)   |   IDX30 503.524 (12.19)   |   IDX80 135.789 (3.05)   |   IDXBUMN20 398.467 (11.15)   |   IDXESGL 139.553 (2.87)   |   IDXG30 143.497 (2.32)   |   IDXHIDIV20 443.737 (10.85)   |   IDXQ30 144.387 (3.38)   |   IDXSMC-COM 295.459 (3.14)   |   IDXSMC-LIQ 360.139 (5.51)   |   IDXV30 133.969 (2.79)   |   INFOBANK15 1035.98 (42.34)   |   Investor33 433.033 (11.5)   |   ISSI 183.362 (0.39)   |   JII 631.454 (-0.28)   |   JII70 222.641 (0.54)   |   KOMPAS100 1216.23 (23.8)   |   LQ45 944.747 (22.97)   |   MBX 1692.89 (31.73)   |   MNC36 320.866 (7.93)   |   PEFINDO25 330.28 (-1.79)   |   SMInfra18 307.272 (6.07)   |   SRI-KEHATI 367.359 (11)   |  

Mendagri Akan Tindak Tegas Praja IPDN yang Lakukan Kekerasan

Sabtu, 7 November 2020 | 22:21 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan akan menindak tegas praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang melakukan kekerasan.

Jika ditemukan adanya tindak kekerasan, praja tersebut akan dipecat dan dituntut sesuai hukum pidana.

"Sanggup untuk tidak ada kekerasan? Terutama yang senior, sanggup tidak? Anda harus memberi contoh, yang tingkat 4, sudah cukup kekerasan. Jangan dilanjutkan jangan meninggalkan legacy atau warisan yang buruk kepada junior-junior. Kalau kedengaran itu, saya akan perintahkan kepada Pak Rektor untuk pecat, laporkan ke polisi dan pidanakan," kata Tito saat memberi kuliah umum bagi praja IPDN di Lapangan Parade Abdi Praja IPDN Jatinangor, Sumedang, Sabtu (7/11/2020).

Menurut Mendagri, budaya kekerasan di IPDN harus dihilangkan. Jika ada praja yang melakukan kesalahan, hukuman fisik seperti push up atau squat jump masih diperbolehkan. Namun, hal yang harus diberantas adalah praktik-praktik kekerasan seperti memukul atau menendang.

"Kalau ada yang salah tindak fisik saja tidak apa-apa, squat jump atau push-up yang bisa membuat sehat, tapi juga capek juga, tapi tidak merusak," kata Tito.

"Tapi kalau pemukulan, betapa banyak yang menjadi korban, ada yang patah rusuknya, ada yang kakinya cacat. Orang tua yang mengirim anaknya untuk sekolah di sini bukan mengharapkan anaknya untuk dipukul, digebuki. Tolong dipahami betul itu," tegas Tito.

Dirinya kemudian mengajak seluruh elemen di IPDN untuk memutus mata rantai kekerasan. Sebab, budaya kekerasan ini hanya melahirkan dendam berkepanjangan.

"Jadi kalau ada junior-junior yang melihat ada senior mengatakan ini untuk membentuk itu (karakter), bullshit itu. Dendam tidak boleh diturunkan," ujarnya.

Mendagri menuturkan, para muda praja akan dilatih dalam kemampuan intelektual, jasmani dan kesehatan, serta moralitas dan mentalitas.

"We are creating the best among the best. Lembaga ini berusaha membentuk adik-adik menjadi orang yang terbaik dari orang yang terbaik," ungkap Tito.

"Terkait dengan tiga aspek ini, jangan lupa bahwa adik-adik akan menjadi aparatur sipil negara. Maka, jangan salah arah pada saat proses pembentukan. Baik oleh para siswa yang dididik maupun oleh para pendidik," imbuhnya.

Namun Tito mengapresiasi, selama satu tahun menjadi Mendagri, dirinya belum mendengar adanya kasus praktik kekerasan di IPDN. Ia pun berharap benar-benar tidak ada kekerasan di lembaga pendidikan tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

TNI Tetap Lanjutkan Operasi di Sugapa

Kogabwilhan III memastikan pasukan TNI dan Polri tetap melanjutkan operasi penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata di Sugapa, Intan Jaya

NASIONAL | 7 November 2020

Polri Prihatinkan Banyak Anak-anak Tak Kenal Pahlawan Nasional

Masyarakat diminta tidak lengah dalam menerapkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa.

NASIONAL | 7 November 2020

Mendagri Puji Rekrutmen IPDN Berlangsung Adil dan Terbuka

Mendagri Tito Karnavian menilai proses rekrutmen IPDN berlangsung secara terbuka, transparan dan adil.

NASIONAL | 7 November 2020

BNPT-FKPT Deklarasi Perempuan Agen Perdamaian

Perempuan mesti tampil sebagai solusi cegah tangkal terorisme mulai dari lingkungan keluarga.

NASIONAL | 7 November 2020

KKB Rampas Dana Desa, Kapolda Papua: Ini PR Kita

Dana desa yang dirampas oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menjadi pekerjaan rumah (PR) baru bagi TNI-Polri.

NASIONAL | 7 November 2020

Tujuh Tips Investasi di Masa Pandemi

masyarakat harus dapat memanfaatkan peluang berinvestasi di tengah mewabahnya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), sehingga masyarakat memiliki tabungan yang cukup terutama bila menghadapi ancaman krisis lainnya yang disebabkan oleh pandemi

NASIONAL | 7 November 2020

Ditanya Kesejahteraan Warga Medan Utara, Akhyar-Salman Salahkan Pusat

Akhyar Nasution-Salman Alfarisi terus menyalahkan pemerintah pusat terkait kesejahteraan yang belum tampak di kawasan Medan Utara.

NASIONAL | 7 November 2020

Sekolah Lentera Harapan Hadir di Rote Ndao

Rote Ndao membutuhkan perhatian dalam pengembangan generasi masa kini agar lebih berkualitas.

NASIONAL | 7 November 2020

Dukung Pencegahan Covid-19, SPIL Gelar Lomba Kampung Asik

Kegiatan lomba Kampung Asik melibatkan 17 rukun warga (RW) di Kecamatan Asemrowo, Surabaya, Jawa Timur.

NASIONAL | 7 November 2020

Apresiasi Penangkapan Begal Sepeda, Sahroni: Sudah Meresahkan

Menurut Sahroni, Polda Metro Jaya telah menunjukkan kesigapan dalam merespons kondisi keamanan terkini di masyarakat.

NASIONAL | 7 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS