Epidemiologis UGM Berharap Pilkada 2020 Ditunda
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

Epidemiologis UGM Berharap Pilkada 2020 Ditunda

Selasa, 3 November 2020 | 17:02 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang tetap digelar pada 9 Desember mendatang dikhawatirkan melahirkan klaster baru penyebaran Covid-19. Hal ini mengingat jumlah kasus terinfeksi Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan grafik yang melandai atau setidaknya terkendali. Sementara, setiap tahapan pilkada, terutama masa kampanye mengundang kerumunan massa.

Ahli epidemiologi dari Universitas Gadjah Mada, Riris Andono Ahmad mengatakan, sebagai pakar kesehatan masyarakat dirinya berharap Pilkada 2020 ditunda. Hal ini mengingat berbagai risiko yang dihadapi jika pilkada tetap digelar. Sementara, kata Riris, hingga saat ini urgensi digelarnya pilkada di tengah pandemi tidak dikomunikasikan dengan baik.

"Bagi saya selaku epidemiologis tentu saja yang paling masuk akal tentu menunda pilkada," kata Riris dalam webinar 'Menjamin Hak Pilih dan Partisipasi Pemilih' yang digelar BeritaSatu Media Holdings bekerja sama dengan Kemkominfo dan Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (3/11/2020).

Dikatakan, Pilkada 2020 memiliki berbagai risiko terjadinya peningkatan penularan Covid-19. Dikatakan, penyelenggara Pemilu tidak memiliki pengalaman dalam menjalankan Pemilu di tengah pandemi. Selain itu, protokol kesehatan pun belum dijalankan secara optimal. Berbagai event yang mengundang kerumunan kerap mengabaikan protokol kesehatan.

"Pada akhirnya jika terjadi penularan yang tidak terkendali maka risiko ketidakpercayaan publik semakin besar," katanya.
Menurutnya, pelaksanaan pilkada juga berlawanan dengan kampanye pencegahan virus corona seperti jaga jarak dengan pembatasan mobilitas dan kerumunan massa. Hal tersebut, katanya mengundang kebingungan masyarakat.

"Ketika kita melakukan Pilkada ini secara natural berlawanan dengan apa yang terjadi di Indonesia. Ketika pesannya menjaga jarak tidak menimbulkan kerumunan, dan itu tentu bisa menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat seperti ada komentar Pilkada maut dan sebagainya," katanya.

Mobilitas Masyarakat

Secara fakta mobilitas masyarakat mempengaruhi penyebaran virus corona. Semakin tinggi mobilitas masyarakat, semakin tinggi pula tingkat penyebaran virus. Hal ini setidaknya tercermin dari lonjakan kasus di Indonesia terjadi dua minggu setelah libur panjang seperti Idul Fitri atau libur panjang pada bulan Juli dan Agustus. Dua minggu menjadi ukuran mengingat masa inkubasi virus corona.

"Pesan utamanya mobilitas. Peningkatan mobilitas itu meningkatkan transmisi," kata Riris.

Ketika mobilitas terjadi, masyarakat selalu berharap pada protokol kesehatan. Namun, Riris mewanti-wanti, protokol kesehatan bukan jaminan virus corona tidak menyebar. Kenyataannya, kata Riris, terdapat berbagai macam klaster yang muncul ketika orang berkumpul, seperti di kantor, pasar dan ruang-ruang berkumpulnya masyarakat.

"Penerapan protokol kesehatan saja ternyata tidak efektif. Ketika implementasinya tidak konsisten," katanya.

Dengan demikian, kata Riris, mobilitas dan kerumunan meningkatkan potensi penyebaran virus corona. Apalagi, kata Riris, pemilu yang dilakukan di sejumlah negara saat pandemi terjadi meningkatkan kasus terinfeksi Covid-19.

"Seperti Belarus, Polandia Serbia, dan Singapura," katanya.

Meskipun, kata Riris, terdapat sejumlah negara yang dapat menjaga kondisi pandemi saat menggelar pemilu. Untuk itu, kata Riris, Indonesia bisa belajar pada negara-negara tersebut dalam menggelar Pilkada 2020.

"Hanya saja problemnya di implementasinya. Seberapa kuat implementasinya," katanya.

Riris mencontohkan, Malaysia merupakan negara di Asia Tenggara bersama Vietnam yang mampu mengendalikan laju penyebaran Covid-19. Namun, setelah pelaksanaan Pemilu pada 26 September 2020, penyebaran Covid-19 di Malaysia melonjak drastis dari 9.000 kasus menjadi 13.000 kasus. Hal ini, kata Riris diakibatkan masih dilakukannya kampanye tradisional dengan pengumpulan massa.

"Meskipun dikatakan protokol kesehatan diharuskan. Problemnya ketika terjadi kerumunan, orang tidak punya rasionalitas untuk melakukan protokol kesehatan," katanya.

Namun, katanya, jika pemerintah dan Penyelenggara Pemilu memiliki argumentasi yang kuat untuk tetap menggelar pilkada pada 9 Desember 2020, Riris meminta agar pelaksanaan tahapan pilkada berorientasi pada protokol kesehatan. Untuk kampanye misalnya, Riris mendorong para peserta pemilu memaksimalkan kampanye melalui media sosial dan media konvensional. Selain mencegah kerumunan, kampanye melalui media juga dinilai efektif untuk menjaring pemilih, termasuk pemilih mengambang.

Selain itu, Riris juga mendorong penyelenggara pemilu untuk tidak menggunakan alat Pemilu bersama, seperti alat mencoblos. Riris berharap, pemilih dapat membawa sendiri alat untuk mencoblos.

"Memperbanyak TPS itu juga perlu dilakukan sehingga kerumunan lebih kecil. Mengatur jadwal pemilihan secara ketat. Harapannya setiap satuan waktu, intensitas kerumunan bisa dijaga," katanya.

Ditegaskan Riris, Penyelenggara Pemilu seharusnya dapat melakukan terobosan-terobosan agar pelaksanaan pilkada serentak dapat berjalan dengan tetap menjaga kesehatan masyarakat



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Masyarakat Perlu Ditanamkan Semangat Edukasi Mitigasi Bencana

Selain itu juga ada video aktivitas kilas balik perjalanan respons program bantuan kemanusiaan di daerah bencana di Indonesia.

NASIONAL | 4 November 2020

KPK Ingatkan Pemprov NTB Tak Gunakan Bansos untuk Pilkada

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan para kepala daerah tidak menyelewengkan dana bantuan sosial (bansos) untuk kepentingan pilkada

NASIONAL | 4 November 2020

Selama Oktober, Bawaslu Bengkulu Temukan 42 Pelanggaran Kampanye Cakada

Badan Pengawas Pemilu (Bawasku) Bengkulu selama bulan Oktober 2020, menemukan sebanyak 42 pelanggaran kampanye yang dilakukan calon kepala daerah

NASIONAL | 3 November 2020

November 2020, Siklon Tropis Meningkat Memengaruhi Anomali Cuaca

Bulan November 2020, kemunculan siklon tropis cenderung meningkat.

NASIONAL | 4 November 2020

P2G Minta Kemdikbud Evaluasi PJJ Fase Dua

Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim meminta pemerintah (Kemdikbud) evaluasi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

NASIONAL | 4 November 2020

Jokowi: Perguruan Tinggi Jangan Terjebak pada Rutinitas

Perguruan tinggi harus memiliki waktu, energi, dan keberanian untuk melakukan perubahan.

NASIONAL | 3 November 2020

LAN, Kempan RB, dan Pemprov Jabar Teken Kerja Sama Penyelenggaraan Corporate University bagi ASN Jabar

Pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus dilaksanakan secara terintegrasi, serta sesuai antara kebutuhan pegawai dan kebutuhan organisasi.

NASIONAL | 3 November 2020

Presiden Jokowi Targetkan Perhutanan Sosial Tercapai Tahun 2024

Program Perhutanan Sosial yang mulai diluncurkan pada 2015 lalu, telah mencapai 4,2 juta hektare pada September tahun 2020.

NASIONAL | 3 November 2020

Pemkot Bogor Segera Potong 133 Pohon Rawan Tumbang

Pemkot Bogor potong rawan tumbang.

NASIONAL | 3 November 2020

Jokowi Minta FKUB Rawat Kerukunan Umat Beragama di Tengah Kemajemukan Bangsa

Kebinekaan dalam masyarakat Indonesia merupakan anugerah yang harus terus dijaga dan dipertahankan sebagai kekuatan bangsa Indonesia.

NASIONAL | 3 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS