KPK Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

KPK Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Selasa, 3 November 2020 | 18:21 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka baru kasus dugaan korupsi terkait penjualan dan pemasaran produk PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Ketiga tersangka itu, yakni Arie Wibowo selaku Divisi Pemasaran dan Penjualan PT DI tahun 2007-2014 dan Direktur Produksi PT DI tahun 2014 sampai dengan 2019; Didi Laksamana selaku Direktur Utama PT Abadi Sentosa Perkasa; dan Ferry Santosa Subrata selaku Dirut PT Selaras Bangun Usaha.

Penetapan ketiga tersangka tersebut merupakan hasil pengembangan penyidikan kasus yang sama yang telah menjerat Budi Santoso selaku Dirut PT DI; mantan Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rinaldi Zailani; dan Direktur Utama PT PAL Indonesia Budiman Saleh dalam kapasitasnya sebagai Direktur Aerostructure PT DI periode 2007- 2010; Direktur Aircraft Integration PT DI (2010-2012); dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT DI (2012-2017).

"Dalam proses penyidikan, KPK mencermati fakta-fakta yang berkembang sehingga ditemukan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pihak lain," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Alex, sapaan Alexander Marwata memaparkan, kasus ini bermula saat Direksi PT DI (Persero) periode 2007-2010 melaksanakan Rapat Dewan Direksi (BOD/Board of Director) pada akhir tahun 2007. Dalam rapat itu dibahas dan disetujui penggunaan mitra penjualan (keagenan) beserta besaran nilai imbalan mitra dalam rangka memberikan dana kepada customer/pembeli PT DI (Persero) atau end user untuk memperoleh proyek.

Rapat itu juga membahas pelaksanaan teknis kegiatan mitra penjualan dilakukan oleh direktorat terkait tanpa persetujuan BOD dengan dasar pemberian kuasa BOD kepada direktorat terkait.

"Persetujuan atau kesepakatan untuk menggunakan mitra penjualan sebagai cara untuk memperoleh dana khusus guna diberikan kepada customer/end user dilanjutkan oleh Direksi periode 2010-2017," kata Alex.

Pada awal 2008, Budi Santoso selaku Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan Irzal Rinaldi Zailani selaku Asisten Direktur Utama Bidang Bisnis Pemerintah bersama-sama dengan Budi Wuraskito selaku Direktur Aircraft Integration, Budiman Saleh selaku Direktur Aerostructure dan Arie Wibowo selaku Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan membahas kebutuhan dana PT DI untuk mendapatkan pekerjaan di kementerian lainnya, termasuk biaya entertaintment dan uang rapat-rapat yang nilainya tidak dapat dipertanggungjawabkan melalui bagian keuangan.

Menindaklanjuti persetujuan Direksi tersebut, para pihak di PT DI melakukan kerja sama dengan tersangka Didi Laksamana serta para pihak di lima perusahaan yakni PT Bumiloka Tegar Perkasa (BTP), PT Angkasa Mitra Karya (AMK), PT Abadi Sentosa Perkasa (ASP), PT Penta Mitra Abadi (PMA), dan PT Niaga Putra Bangsa (NPB)) dan tersangka Ferry Santosa Subrata selaku Dirut PT Selaras Bangun Usaha (SBU) untuk menjadi mitra penjualan.

"Penandatanganan kontrak mitra penjualan sebanyak 52 kontrak selama periode 2008 sampai dengan 2016. Kontrak mitra penjualan tersebut adalah fiktif, dan hanya sebagai dasar pengeluaran dana dari PT DI (Persero) dalam rangka pengumpulan dana untuk diberikan kepada customer/end user," papar Alex.

Alex membeberkan Pembayaran dari PT DI kepada perusahaan mitra penjualan yang pekerjaannya diduga fiktif tersebut dilakukan dengan cara mentransfer langsung ke rekening perusahaan mitra penjualan.

Kemudian sejumlah dana yang ada di rekening tersebut dikembalikan secara transfer/tunai/cek ke pihak-pihak di PT DI. Dana yang dihimpun oleh para pihak di PT DI melalui pekerjaan mitra penjualan yang diduga fiktif dialirkan kepada pejabat PT DI, pembayaran komitmen manajemen kepada pihak pemilik pekerjaan dan pihak-pihak lainnya serta pengeluaran lainnya.

Atas perbuatan para tersangka, keuangan negara menderita kerugian yang ditaksir senilai Rp 202.196.497.761,42 dan USD8.650.945,27 atau sekitar Rp 315 miliar dengan asumsi kurs 1 USD adalah Rp 14.600.

Alex membeberkan, ketiga tersangka ini diduga turut menerima aliran dana dari hasil pencairan pembayaran pekerjaan mitra penjualan fiktif. Arie diduga menerima Rp 9.172.012.834, kemudian Didi Laksamana sebesar Rp 10.805.119.031 dan Ferry Santosa Subrata sebesar Rp 1.951.769.992.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, ketiga tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Satgas Covid-19 Bengkulu Belum Temukan Kasus Klaster Pariwisata

Satgas Penanganan Covid-19 Bengkulu, belum menemukan kasus baru virus corona di klaster pariwisata pascalibur panjang akhir Oktober 2020 lalu.

NASIONAL | 3 November 2020

Jokowi Minta Covid-19 Bisa Dijadikan Momentum Perbaikan Ekosistem Pendidikan Nasional

Upaya untuk mencetak SDM Indonesia yang unggul tak boleh surut dan berhenti meski dilanda pandemi Covid-19.

NASIONAL | 3 November 2020

Lulusan IPDN Tahun Ini Ditempatkan Sesuai Daerah Asal Pendaftaran

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penempatan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun ini berdasarkan daerah asal pendaftaran.

NASIONAL | 3 November 2020

Nelayan Pantai Timur Jambi Diminta Waspada Dampak La Nina

Para nelayan dan kapal penumpang di pantai timur Provinsi Jambi diminta mewaspadai dampak La Nina yang menyebabkan cuaca ekstrem bisa berubah secara mendadak.

NASIONAL | 3 November 2020

Tim SAR Teruskan Pencarian 3 Korban Speed Boat Terbalik di Perairan Banggai Laut

Tim SAR gabungan berisi 12 personel sedang menyisir perairan di lokasi tenggelamnya speedboat untuk menemukan penumpang hilang.

NASIONAL | 3 November 2020

Ganjar Sebut Banjir Kebumen akibat Tanggul yang Sengaja Dilubangi

Ganjar melihat penanganan banjir di Kebumen sudah sangat baik.

NASIONAL | 3 November 2020

Tim Kejagung Tangkap DPO Pencabulan di Sulbar

Penangkapan DPO pencabulan ini juga sekaligus bentuk nyata keseriusan Kejaksaan dalam melaksanakan putusan pengadilan.

NASIONAL | 3 November 2020

Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Aktivitas Ekonomi Maritim

Bangsa indonesia harus menyadari bahwa bentuk negara adalah kepulauan dan jati diri adalah bangsa maritim.

NASIONAL | 3 November 2020

Sekeluarga Sembuh dari Covid-19, Wali Kota Jambi Sosok Tangguh Hadapi Prahara

Syaruf Fasha pun dirundung duka menyusul meninggalnya anak bungsunya.

NASIONAL | 3 November 2020

Pasangan Ati Marliati-Sokhidin Diprediksi Unggul di Pilkada Cilegon

Prediksi kemenangan pasangan Ati-Sokhidin didasari oleh beberapa hal yakni ketokohan dan didukung mayoritas partai politik (parpol).

NASIONAL | 3 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS