MUI Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi Isu Boikot Produk Prancis
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

MUI Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi Isu Boikot Produk Prancis

Jumat, 30 Oktober 2020 | 06:48 WIB
Oleh : CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi meminta masyarakat tidak terprovokasi dan tetap menjaga kedamaian di Tanah Air dalam menyikapi ajakan untuk memboikot produk Prancis.

"Kepada masyarakat umat Islam dan bangsa Indonesia yang ingin menyampaikan aspirasi penolakan silakan, tapi dengan tertib, tidak boleh merusak dan harus mengikuti aturan main," kata Muhyiddin kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (30/10/2020).

Seruan boikot Perancis terjadi di sejumlah negara di negara Arab seperti Qatar, Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Bahkan, sejumlah supermarket di negara tersebut juga disebut telah menarik barang-barang asal produsen Prancis, menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal Islam, termasuk mengumumkan rencana mereformasi Islam agar lebih sesuai dengan nilai-nilai Republik Prancis.

Merespons isu tersebut, Muhyiddin meyakini pemerintah Indonesia akan mengambil langkah-langkah diplomatis supaya tidak merugikan hubungan antara Indonesia dan Prancis.‎

"Meminta kepada Ibu Menlu agar memanggil Duta Besar Prancis untuk Indonesia supaya dia memberikan klarifikasi," katanya.

Muhyiddin mengakui MUI kecewa dengan pernyataan Macron tersebut karena tidak sepantasnya kepala negara berkomentar yang berpotensi memecah belah.

"Kami mengecam pernyataan Emmanuel Macron yang mendiskreditkan Islam," ungkapnya.

Muhyiddin mengingatkan Macron tidak hidup secara sendiri, melainkan berdampingan dengan umat Islam sehingga seharusnya bisa lebih bijak dalam bertutur kata dan tidak mendiskreditkan Islam.‎

‎"Harusnya Presiden Macron sadar bahwa dia hidup bersama-sama dengan umat Islam. Ini membuat kondisinya tambah kacau dan panas," pungkasnya.

Sedangkan Direktur Jaringan Moderasi Indonesia Islah Bahrawi mengatakan umat Islam seringkali latah dalam menyikapi isu-isu seperti itu sehingga akan lebih baik menganalisis terlebih dahulu sebuah permasalahan sebelum bersikap.

"Reaksi umat Islam seringkali terjadi karena latah. Ketika sebuah isu meletup dan bergesekan dengan agama, semua orang kadang segera menutup mata, tanpa pernah menganalisa kejadian sebenarnya. Inilah mengapa militansi umat Islam seringkali dijadikan alat bentur untuk pertempuran orang lain," kata Islah.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Libur Panjang, Korlantas Polri Perkirakan Arus Balik Sabtu-Minggu

Arus balik libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan terjadi pada Sabtu, 31 Oktober dan Minggu, 1 November 2020.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Peringati Maulid Nabi, Baitul Muslimin PDIP Ingatkan Pentingnya Persatuan

Piagam Madinah merupakan bukti yang ditinggalkan Nabi Muhammad SAW untuk merekat persatuan antarumat beragama di Madinah.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Gus Yaqut: Penuh Rahmah dan Kasih Sayang, Islam Sangat Menghargai Perbedaan

Pertemuan dengan Mike Pompeo berawal dari deklarasi Humanitarian Islam yang dilakukan Ansor dua tahun lalu di Jombang.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Tak Diskualifikasi Petahana, KPU Kaur Diadukan ke DKPP

Bawaslu mengeluarkan rekomendasi bahwa terlapor terbukti melanggar pelanggaran administrasi pemilihan dan sanksinya itu didiskualifikasi.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Curhat Guru dan Orang Tua Siswa: Kami Masih Nantikan Subsidi Kuota Internet

Sampai sekarang di bulan kedua ini, baik guru maupun siswa di beberapa provinsi belum ada yang mendapat bantuan kuota internet dari Kemdikbud.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Jokowi: Teladani Rasulullah untuk Tolong-menolong di Kala Sulit

Semangat kepedulian terhadap sesama sebagaimana dicontohkan dan diperintahkan Nabi harus menjadi semangat kita sebagai bangsa di masa pandemi seperti sekarang.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jambi Meningkat

Meningkatnya angka kesembuhan pasien Covid-19 membuat tidak ada lagi zona merah di Jambi.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Satgas: Penanganan Covid-19 Indonesia Lebih Baik Dibanding Rata-rata Dunia

Hingga Kamis (29/10/2020) umlah kasus aktif sebanyak 60.569 atau 14,9% sementara rata-rata dunia 24,23%.

NASIONAL | 26 Februari 2020

Simpan Sabu di Dalam Roti, Dua Kurir Asal Batam Ditangkap

Dari hasil interogasi awal rencananya barang bukti narkotika jenis sabu tersebut akan diedarkan di Kota Jayapura.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Permohonan Paslon Ilyas Panji-Endang Dikabulkan, Karangan Bunga Apresiasi Terlihat di Gedung MA

MA membatalkan keputusan KPU Kabupaten Ogan Ilir yang mendiskualifikasi paslon Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak dari kepesertaan Pilkada 2020.

NASIONAL | 29 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS