Ini Alasan Vaksin Covid-19 Hanya untuk 18-59 Tahun
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Ini Alasan Vaksin Covid-19 Hanya untuk 18-59 Tahun

Senin, 19 Oktober 2020 | 22:11 WIB
Oleh : Dina Manafe / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah akan memberikan vaksinasi Covid-19 kepada kelompok masyarakat tertentu. Menurut peta jalan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), vaksinasi tahap awal diberikan kepada penduduk dengan rentang umur 18-59 tahun. Lalu, bagaimana dengan penduduk lainnya?

Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemkes), Dr Achmad Yurianto, gunamenekan penularan Covid-19 tidak perlu 100% penduduk diimunisasi. Cukup di sekitar 70% populasi penduduk sudah bisa mencapai herd immunity atau kekebalan komunitas. Dari dasar perhitungan itu maka ditargetkan sekitar 160 juta penduduk Indonesia akan mendapatkan vaksin Covid-19. Jika platform vaksin yang dipakai adalah yang dual dosis atau dua kali suntik, maka kebutuhan vaksin yang akan disediakan adalah 320 juta dosis. Penduduk yang akan mendapatkan penyuntikkan adalah berusia 18 tahun sampai 59 tahun karena uji klinik vaksin Covid-19 memang untuk rentang usia tersebut.

“Pertanyaannya bagaimana dengan di luar usia itu ? Kami tidak memiliki data uji klinisnya. Tidak ada uji klinis yang dilakukan pada usia 0-18 tahun atau di atas 59 tahun,” kata Yurianto pada konferensi pers virtual, Senin (19/10/2020).

Menurut Yurianto, bukan berarti usia di luar 18-59 tahun diabaikan. Karena memang sejauh ini belum ada data uji klinis vaksin Covid-19 untuk usia itu. Namun dengan berjalannya waktu, Indonesia maupun seluruh negara pasti akan melakukan uji klinis vaksin untuk rentang usia di bawah 18 tahun atau di atas 59 tahun.

Menurut Yurianto, tidak semua penduduk usia 18-59 tahun itu pun akan disuntik vaksin. Mereka yang memiliki kormobid atau komplikasi berat berdasarkan hasil uji klinis vaksin Covid-19 tidak boleh disuntik.

Yurianto juga mengatakan, sampai hari ini pun belum ada data mengenai berapa lama vaksin Covid-19 membentuk kekebalan dalam tubuh orang yang diimunisasi. Tetapi yang pasti, ketika kekebalan yang dihasilkan dari vaksin itu menurun, maka infeksi baru masih dimungkinkan terjadi.

“Kekebalan yang dimunculkan kita belum tahu sampai berapa lama, apakah seumur hidup, enam bulan atau sampai 24 bulan,” kata Yurianto.

Menurut Yurianto, beberapa vaksin diketahui lama daya imun yang dihasilkan, misalnya vaksin hepatitis dan polio untuk seumur hidup, dan meningitis dua tahun. Sedangkan Covid-19 belum diketahui. Secara teori ada yang 6 bulan dan sampai 24 bulan. Oleh karena itu, menurut Yurianto, Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada vaksin dari luar. Perlu ada kemandirian vaksin dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah bersama Lembaga Eijkman dan pihak lain terkait juga akan mempercepat pengembangan vaksin Merah Putih buatan Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

LAN Terima Akreditasi Penyelenggara Penilaian Kompetensi dengan Nilai Sangat Baik

Lembaga Administrasi Negara (LAN) menerima Sertifikat Akreditasi Penyelenggara Penilaian Kompetensi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan nilai Sangat Baik

NASIONAL | 19 Oktober 2020

KPU Tetapkan DPT Pilgub Bengkulu 1.374.340 Pemilih

Jumlah pemilih tersebut lebih banyak 1.365 jiwa dari DPT Pileg lalu sebanyak 1.373.065 jiwa.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Ketua MPR: Revisi UU Otsus Harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat Papua dan Papua Barat

MPR memiliki kepentingan agar berbagai pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat selalu melibatkan berbagai kelompok elemen masyarakat Papua dan Papua Barat.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

MPR for Papua akan Bantu Pemerintah Selesaikan Persoalan Papua

Persoalan di Papua adalah masalah lama, kita tata dengan komitmen agar 5-10 tahun ke depan harus lebih baik

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Kementerian Kesehatan: Vaksin Tidak Membebaskan Dari Ancaman Covid-19

Vaksin tidak 100% melindungi diri dari ancaman infeksi virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Kemag: 215 Santri Terpapar Covid-19 Berstatus Tanpa Gejala

Para santri ini berasal dari 37 pondok pesantren(ponpes) yang tersebar di 11 provinsi menjadi klaster baru Covid-19.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

HUT ke-351, Pembangunan Infrastruktur Sulsel Menggeliat

Pemerintah daerah terus memacu pembangunan infrastruktur, baik melalui APBD maupun melalui pemanfaatan potensi konektivitas dan jaringan.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Program Bumdes dan Bumdesma Siap Dorong Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional

Desa di Indonesia diharapkan juga punya peranan untuk membuat sektor ekonomi kembali bergerak.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Tol Ngawi-Kertosono Diharapkan Dorong Potensi Perekonomian

Jalan Tol Ruas Ngawi- Kertosono sepanjang 87 Km sebagai bagian dari ruas Tol Trans Jawa memiliki peran pada peningkatan potensi daerah di Kabupaten Nganjuk.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf, Mahfud Persilahkan Demo

Pemerintah tidak melarang adanya unjuk rasa, asalkan mengikuti aturan.

NASIONAL | 19 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS