Pilkada Serentak, Polri Tangani 28 Pidana Pemilu
INDEX

BISNIS-27 537.873 (-1.54)   |   COMPOSITE 6307.13 (-48.56)   |   DBX 1215.21 (-5.42)   |   I-GRADE 185.638 (-0.44)   |   IDX30 533.814 (-2.1)   |   IDX80 142.76 (-0.73)   |   IDXBUMN20 425.411 (-4.99)   |   IDXESGL 147.067 (-0.47)   |   IDXG30 144.927 (0.21)   |   IDXHIDIV20 469.552 (-2.43)   |   IDXQ30 151.508 (0.19)   |   IDXSMC-COM 286.952 (-2.83)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (-1.26)   |   IDXV30 144.532 (-2.19)   |   INFOBANK15 1076.36 (2.19)   |   Investor33 457.615 (-2.19)   |   ISSI 184.91 (-1.68)   |   JII 650.972 (-4.67)   |   JII70 227.363 (-1.7)   |   KOMPAS100 1270.4 (-8.29)   |   LQ45 991.58 (-3.63)   |   MBX 1739.82 (-14.27)   |   MNC36 337.819 (-1.76)   |   PEFINDO25 325.262 (6.76)   |   SMInfra18 322.474 (-5.58)   |   SRI-KEHATI 391.563 (-2.01)   |  

Pilkada Serentak, Polri Tangani 28 Pidana Pemilu

Rabu, 14 Oktober 2020 | 19:36 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pilkada serentak pada Desember 2020 sudah diwarnai tindak pidana. Sejauh ini tercatat sudah ada 28 perkara tindak pidana yang merupakan kasus yang diteruskan oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) ke polisi.

"Jumlah laporan atau temuan sebanyak 136 perkara. Kemudian perkara yang diteruskan ke Polri 28 perkara " kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Rabu (14/10/2020).

Dari 28 perkara itu saat ini status penyelesainnya berbeda-beda. Yang masih penyidikan ada 14 perkara, tahap 1 ada 1 perkara, P19 1 perkara, P21 1 perkara, tahap 2 ada 4 perkara, dan SP3 7 perkara.

Pidana yang terbanyak ditemukan berkaitan dengan tindakan menguntungkan atau merugikan salah satu paslon. Lalu berkaitan dengan mahar politik, politik uang hingga kampanye berbau suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

“Kasus pemalsuan empat perkara, tidak melaksanakan verifikasi dan rekap dukungan empat perkara, mutasi pejabat 6 bulan sebelum paslon dua perkara, menghilangkan hak seseorang menjadi calon dua perkara, mahar politik satu perkara, money politik tiga perkara, tindakan menguntungkan atau merugikan salah satu paslon sembilan perkara, menghalangi penyelenggaraan pemilihan melaksanakan tugas satu perkara yang terakhir kampanye dengan menghina, menghasut SARA 2 perkara," urai Awi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Tahan Eks Legislator Sumut Nurhasanah

Nurhasanah ditahan KPK usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait fungsi dan kewenangan DPRD Sumatera Utara.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Survei: Masyarakat Nyaman dengan Kinerja Pemerintahan Atasi Pandemi Covid-19

Responden masih merasa cukup nyaman dengan nilai rata-rata 5,72 terhadap kinerja pemerintah menangani pandemi Covid-19.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Irjen Napoleon dan Tommy Sumardi Ditahan di Rutan Bareskrim

Napoleon maupun Tommy telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri sejak 14 Agustus 2020,namun belum dilakukan penahanan.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Kejagung Periksa Tiga Saksi dan Satu Perwakilan Tersangka Korporasi Kasus Jiwasraya

Kejagung kembali melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi dan satu orang yang mewakili Tersangka Korporasi dalam kasus Jiwasraya.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

2021, Layanan Teman Bus Akan Hadir di Banyumas

Kementerian Perhubungan (Kemhub) akan meluncurkan program buy the service (BTS) melalui aplikasi Teman Bus di Banyumas pada tahun 2021.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Pemda Diharapkan Evaluasi Otsus agar Lebih Sejahterakan Papua

Saat ini sedang dilakukan evaluasi agar pelaksanaan otsus semakin baik.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Pemprov Jateng Telah Laporkan Kondisi Pasien Covid-19 Secara Transparan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjelaskan data Covid-19 di Jateng saat ini dapat diakses hingga tingkat desa atau kelurahan.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Wisata Karimunjawa Segera Dibuka dengan Syarat Ketat

Ganjar juga meminta agar wisatawan memaklumi pembatasan ketat yang dilakukan dalam pembukaan wisata Karimunjawa pada 16 Oktober nanti.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Pemerintah Akselerasi Penyediaan Internet di Fasyankes

Penyediaan layanan internet di fasyankes merupakan upaya untuk percepatan penanganan Covid-19.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Menghasut, Syahganda dan Jumhur dari KAMI Resmi Ditahan Bareskrim

Mereka dibekuk terkait penghasutan dalam rangkaian penolakan Undang-Undang Cipta Kerja dan terancam 6 tahun penjara.

NASIONAL | 14 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS