Menyintas Pandemi, Bangkit dari Keterpurukan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

Menyintas Pandemi, Bangkit dari Keterpurukan

Kamis, 8 Oktober 2020 | 15:36 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JEM

Semarang, Beritasatu.com - Raungan suara sepeda motor terdengar bersahut-sahutan, memekakkan telinga. Asapnya mengepul dari knalpot sebuah sepeda motor bebek lawas keluaran tahun 1976. Suasana di bengkel motor itu kian hingar bingar, berkelindan dengan bisingnya deru truk pengangkut peti kemas yang berlalu-lalang di jalan arteri Yos Sudarso, kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Mashadi (50), si pemilik bengkel Hadi Jaya Motor, baru saja usai melaksanakan shalat ashar. Masih mengenakan sarung dan berkopiah putih, pria beranak dua itu menyapa ramah. ‘’Maaf, harus sedikit berteriak, karena bising,’’ ujarnya, kepada Beritasatu.com, Senin (5/10/2020) siang.

Mashadi berkisah, berbekal uang pesangon PHK dari sebuah perusahaan alat berat di Jakarta saat krisis moneter melanda 1997 silam, pada awal 2001, dia mencoba mandiri dengan membuka usaha tambal ban, cuci motor dan agen minyak tanah. ‘’Dengan uang pesangon Rp7 juta dan sedikit tabungan, saya punya Rp14 juta untuk modal usaha,’’ ujarnya.

Usahanya terbilang lancar. Dari situ, dia membeli tanah di Kampung Tambakmulyo RT 6 RW 12 Kelurahan Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara, di pinggir jalan arteri. Pada 2004, dia membangun bengkelnya. Bermula dari hanya seorang montir, karena ramai pelanggan, kini Mashadi mempekerjakan empat orang montir.

Mashadi mengaku, usahanya kian berkembang, saat menjadi mitra binaan Pertamina pada 2005 silam. Saat itu, dia mendapat kucuran dana hibah Rp50 juta untuk menambah modal usaha. Berbekal dana hibah tersebut, dia membangun usaha bengkelnya, dari hanya bangunan sederhana menjadi bangunan yang lebih layak.

‘’Alhamdulilah, dari usaha bengkel ini, saya dan istri bisa menunaikan ibadah umroh pada 2008, dan insyaallah naik haji pada 2025 mendatang,’’ tutur Mashadi.

Dari Program Kemitraan Pertamina, kendati di tengah situasi pandemi, Mashadi justru berhasil membangun bengkel baru di Jalan Ronggowarsito, yang kini dipegang oleh anak sulungnya. ‘’Dari dana hibah Rp100 juta pada awal tahun ini, saya pakai untuk membuka cabang baru yang dipegang anak saya. Diangsur 36 bulan, cicilannya cukup ringan, hanya Rp3 juta per bulan,’’ imbuhnya.

Cicilan itu terbilang ringan. Pasalnya, keuangan Mashadi cukup likuid. Selain bengkel, dia juga memiliki usaha gas elpiji melon dengan 100 tabung yang ludes setiap minggu, serta usaha cuci motor yang masih eksis. Seluruh usahanya itu mempekerjakan 9 orang karyawan.

Program Kemitraan Pertamina juga dirasakan oleh Budi Turmoko, pemilik usaha konveksi di Kauman, Mangkang, Semarang. Dari dana hibah yang diterimanya, Budi berhasil membukukan omzet Rp. 130 juta per bulan. Usaha konveksinya mengerjakan berbagai macam produk seperti baju seragam, polo shirt, seragam perawat, dan sebagainya.

“Saya membangun bisnis ini berawal dari usaha rumahan dengan mempekerjakan tenaga lepas yang membentuk kelompok UMKM dan lebih dari 90 persen anggota kelompok ini adalah perempuan yang berprofesi ganda, sebagai wirausaha dan juga ibu rumah tangga," ujar Budi, yang mengikuti Program Kemitraan Pertamina sejak tahun 2014.

Saat pandemi datang, omzetnya terpuruk hingga 70 persen. Menurut Budi, pendapatannya saat pandemi hanya cukupmembiayai pekerjanya yang berjumlah 50 orang. Sebelum pandemi, usaha yang diberi nama Moko Konveksi itu, dapat memroduksi hingga 3.000 helai pakaian per bulan. “Saat pandemi ini melanda Indonesia di pertengahan Maret lalu, saya harus menghentikan produksi tersebut karena dipastikan tidak akan terjual ke pasar”, ujarnya lirih.

Budi menyatakan bantuan Pertamina sangat membantu. Dia harus “banting setir” untuk memproduksi alat pelindung diri (APD). “Alhamdulilah, saat saya butuh modal usaha untuk produksi APD lebih banyak lagi, Pertamina di awal Maret lalu, memberikan saya pesanan untuk produksi masker kain yang cukup banyak, total ada 6.400 masker kain yang dipesan, dan berkat omzet dari pesanan ini saya punya modal untuk mencoba produksi hazmat dan faceshield,” ujarnya, senang.

Bambang Tri Mulyono, pemilik usaha Bakmi Jawa Mbah Harjo asal Bantul, Yogyakarta mengaku senang telah menjadi bagian dari Program Kemitraan Pertamina sejak tahun 2019. Menurutnya ada banyak manfaat yang dirasakan setelah menjadi mitra binaan Pertamina.

“Pinjaman dana dari Pertamina senilai Rp 75 juta itu sendiri sangat membantu saya untuk menambah peralatan dan kebutuhan usaha. Biaya administrasinya juga hanya 3%, jauh lebih rendah daripada pinjaman ke bank, sehingga pengembaliannya tidak begitu memberatkan,” ujar Bambang, dalam acara webinar Nongkrong Bareng Pertamina, Kamis (10/9/2020).
Selain itu, dia juga berterima kasih karena kerap diikutkan dalam kegiatan pembinaan dan perluasan akses pasar sehingga usahanya semakin banyak dikenal pelanggan.

“Produk saya ini juga semakin dikenal banyak pelanggan bukan hanya di sekitar Yogyakarta saja, tapi di Jakarta dan kota-kota lainnya bahkan sudah sampai Jeddah, Arab Saudi, berkat pameran UMKM yang disponsori oleh Pertamina di sana,” imbuhnya, bangga.

Bambang menuturkan, Pertamina juga senantiasa memberikan kesempatan pelatihan untuk mitra binaan seperti cara mengelola keuangan hingga pemasaran secara daring. Bahkan Pertamina juga kerap membantu usaha mitra binaannya bertahan di tengah pandemi Covid-19.

“Kami bersyukur sekali karena pada saat pertengahan bulan April yang lalu, usaha makanan kami mendapat oderan khusus dari Pertamina untuk dijadikan paket bantuan Pertamina Peduli Covid-19. Tentunya ini sangat membantu kami untuk bertahan dari perekonomian yang lesu akibat pandemi,” ungkapnya.

Menyintas Pandemi
Upaya meningkatkan kesejahteraan dan dukungan permodalan bagi pelaku UMKM, menjadi perhatian Pertamina, termasuk kiat menyintas di masa pandemi. General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jawa Bagian Tengah (Jawa Tengah dan DI Yogyakarta), Sylvia Grace Yuvenna mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk bisa meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM. Salah satunya, melalui program kemitraan yang mendampingi pelaku UMKM untuk berbenah dan meningkat kesejahteraannya, termasuk menyintas dari pandemi. Program kemitraan dilaksanakan untuk meningkatkan kemandirian dan pengembangan usaha para pelaku UMKM. Selain itu, program kemitraan juga sebagai upaya merangkul pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mendapatkan akses ke perbankan.

Program Kemitraan merupakan salah satu program kepedulian kepada masyarakat khususnya para pelaku UMKM yang ditugaskan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Peraturan Menteri BUMN PER-02/MBU/04/2020 tanggal 2 April 2020 tentang Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL).

Senior CSR & SMEPP Pertamina MOR IV Marthia Mulia Asri menambahkan, dari 1993 hingga September 2020, Pertamina MOR IV memiliki 8726 mitra binaan dengan nilai realisasi Rp. 298.210.999.720.

‘’Khusus kurun waktu Januari – September 2020, kami memiliki 253 mitra binaan, yang bergerak di sektor industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, jasa dan lain-lain, dengan nilai realisasi Rp. 19.047.000.000,’’ paparnya.

Dijelaskan, setiap calon peserta program kemitraan, bisa mendapatkan permodalan maksimal Rp200 juta dengan masa pinjaman maksimal tiga tahun, yaitu program pembinaan, yang memberikan pinjaman kepada pelaku usaha.
Bentuk pembinaan yang dilakukan diantaranya adalah pelatihan yang secara rutin dilakukan. Tema yang dipilih mempertimbangkan dari mitra binaan atau terkait isu yang dinilai sangat dibutuhkan sesuai dengan perkembangan dunia usaha khususnya UMKM.

Selain pelatihan, pihaknya juga mengikutsertakan mitra binaan terpilih untuk mengikuti pameran baik dalam atau luar negeri, tujuan dari mengikuti pameran ini selain meningkatkan jangkauan pasar dari mitra binaan, agar dapat berdampak pula terhadap perkembangan produk dari mitra binaan dengan melakukan benchmark terhadap peserta pameran lainnya dan apa yang menjadi kebutuhan dari konsumen.

‘’Mitra binaan juga kami ikutkan dalam berbagai pameran, termasuk kami ikutkan di SMEXPO 2020, yakni pameran online yang ada di Pertamina Pusat,’’ imbuhnya.

Sedangkan bentuk evaluasi yang dilakukan berupa monitoring yang rutin dilakukan jika ada kendala usaha yang dialami oleh mitra binaan.

Dukungan Pertamina itu sejalan dengan upaya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang berkomitmen membangkitkan kembali ekonomi yang melemah dan lesu akibat pandemi Covid-19. Salah satu cara membangkitkan ekonomi itu dengan menghidupkan dan mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Tantangan saat ini adalah membangkitkan kembali ekonomi dengan mencari momentum pijakan. Kekuatan saat ini adalah UMKM,” ujar Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar, potensi UMKM di Jawa Tengah sangat tinggi. Hal itu dilihat dari beberapa UMKM di daerah-daerah yang tetap survive di masa pandemi.

"Potensi UMKM di Jawa Tengah sangat tinggi. Kita sudah buat pemanasan, saat pandemi kita minta bikin masker, mereka bisa. Suruh praktik bikin hazmat mereka bisa,” tegasnya.

Dia berpesan semua pihak terkait untuk bekerja keras untuk membangkitkan ekonomi. “Bukan hanya kesehatan yang diurus, tapi juga kebangkitan ekonomi. Untuk itu, saya titip pesan kerahkan semua tenaga, waktu dan pikiran untuk membangkitkan ekonomi,” tandasnya.

Ya, UMKM menjadi salah satu sektor yang mendapat pukulan telak dari pandemi Covid-19. Tidak sedikit pelaku usaha yang terpuruk dan bangkrut, karena lesunya roda perekonomian selama berbulan-bulan, hingga saat ini.

Namun di tengah kelesuan itu, masih ada di antara para pelaku UMKM yang terus bertahan dan bangkit kembali. Bahkan tidak hanya bertahan, tetapi justru bergerak ke arah lebih positif dengan memberikan spirit yang patut dibanggakan. Bantuan dan dukungan Program Kemitraan Pertamina, menjadi salah satu obat mujarab dan dewa penyelamat bagi pelaku UMKM di negeri ini, untuk bangkit dari keterpurukan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Di Tengah Krisis Pandemi, Ganjar Minta Buruh-Pengusaha Pikul Beban Bersama

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpesan kepada para buruh dan pengusaha untuk meningkatkan kekompakan dan komunikasi yang baik.

NASIONAL | 8 Oktober 2020

Panglima TNI Pimpin Sertijab Dankodiklat, Koorsahli, dan Kapuspen

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dankodiklat, Koorsahli, dan Kapuspen.

NASIONAL | 8 Oktober 2020

Pendemo Serang Polisi dan Rusak Gedung DPRD Sumut

Aksi demo ribuan massa di Gedung DPRD Sumut, yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja, berujung anarkistis, Kamis (8/10/2020).

NASIONAL | 8 Oktober 2020

Rayakan HUT, XL Ajak Pengguna Donasi Smartphone untuk Pelajar

Smartphone bekas layak pakai tersebut bisa diberikan di XL Center seluruh Indonesia.

NASIONAL | 8 Oktober 2020

Relawan Jokowi Gencarkan Sosialisasi Protokol Kesehatan dan Menangkan Bobby-Aulia di Pilkada Medan

Bobby Nasution - Aulia Rachman mempunyai program visi dan misi yang lebih jelas dalam rencana pembangunan Kota Medan.

NASIONAL | 8 Oktober 2020

Menteri LHK: UU Cipta Kerja Integrasikan Kembali Izin Lingkungan ke Perizinan Berusaha

Siti Nurbaya menjelaskan, prinsip dan konsep dasar pengaturan amdal dalam UU Cipta Kerja tidak berubah dari konsep pengaturan dalam ketentuan sebelumnya.

NASIONAL | 8 Oktober 2020

MK Pastikan Kesiapan Tangani Gelombang Gugatan UU Ciptaker

Jika banyak pemohon, persidangan dapat digabungkan untuk efektivitas.

NASIONAL | 8 Oktober 2020

DPR Setujui Naturalisasi 4 Atlet, Ini Harapan Menpora

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berharap atlet naturalisasi bisa memperkuat tim nasional (timnas) Indonesia di kancah internasional.

NASIONAL | 8 Oktober 2020

Menpora Hormati Keputusan Pembatalan IBL 2020

Menpora Zainudin Amali menyatakan pembatalan IBL 2020 merupakan kewenangan Perbasi selaku federasi dan IBL selaku operator.

NASIONAL | 8 Oktober 2020

50 Tahun Pakai Air Keruh, Kini Warga Purworejo Bisa Nikmati Air Jernih

Mencuci baju bahkan memasak dengan air dari SPAM Kuburejo yang sangat jernih dan laik konsumsi.

NASIONAL | 8 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS