Riset Kebencanaan Kenali Potensi dan Minimalkan Risiko
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Riset Kebencanaan Kenali Potensi dan Minimalkan Risiko

Rabu, 30 September 2020 | 20:03 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Riset kebencanaan bukan dimaksudkan membuat ketakutan di masyarakat. Dengan mengetahui ancaman dan potensi, protokol kebencanaan harus ditingkatkan guna meminimalkan risiko.

Indonesia perlu mencontoh Jepang dalam menghadapi tsunami. Indonesia maupun Jepang memiliki risiko gempa dan tsunami. Apalagi Indonesia berada di cincin api (ring of fire) yang rawan gempa bumi, tsunami bahkan bencana hidrometeorologi.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, masyarakat harus lebih memahami lokasi yang ditinggalinya, apakah terdapat ancaman bencana tertentu.

"Riset tersebut harus membuat kita lebih waspada dan antisipatif terhadap potensi tersebut," katanya dalam paparan publik secara virtual di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Menristek menegaskan, secara teknologi belum ada yang bisa memprediksi kapan gempa bumi akan terjadi. Untuk itu, mitigasi terhadap dampak bencana perlu terus diperkuat.

Untuk memperkuat mitigasi, para ahli pun melakukan riset dan kajian mendalam potensi bencana seperti yang baru saja dipublikasikan oleh tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sejumlah institusi terkait gempa megathrust diikuti tsunami maksimal setinggi 20 meter di selatan Jawa.

Oleh karena itu lanjutnya, riset kebencanaan menjadi salah satu fokus Kemristek. Salah satunya riset sesar gempa yang aktif di Pulau Jawa bagian barat, tengah dan timur. Penelitian kebencanaan di luar Pulau Jawa juga perlu diperhatikan.

Sebagai mitigasi, teknologi sistem peringatan dini tsunami sudah dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan menghasilkan buoy dan sistem kabel bawah laut (cabel based tsunameter).

"Penduduk yang terekspos bencana juga perlu lebih berhati-hati. Pembangunan di daerah rawan bencana juga perlu dibangun lebih hati-hati," ucapnya.

Guru Besar Kelompok Keahlian Geofisika Global ITB Sri Widiyantoro mengatakan, riset potensi tsunami dari gempa megathurst di selatan Jawa dimulai dari keingintahuan setelah adanya paper peneliti asing tahun 2016 yang menemukan tsunami deposit Pangandaran. Diperkirakan bencana terjadi tahun 1584/1586. Diberitakan kala itu candi Prambanan dan Borobudur mengalami kerusakan.

"Dari penelitian kita membuat banyak skenario, dan skenario terburuk yang kita ambil untuk mitigasi," ungkapnya.

Sri menambahkan, dari riset yang dilakukan ada area terkunci dengan akumulasi energi yang sudah besar dan terkunci kuat. Jika kunci itu terlepas maka potensi gempa megathrust akan terjadi.

Kepala Pusat Studi Gempa Nasional yang juga ahli gempa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Danny Hilman mengungkapkan, zona subduksi Jawa bagian dari zona subduksi Sunda yang memanjang dari Andaman, Bali sampai dengan Lombok.

Ia menyebut dalam catatan historis gempa, segmen megathrust Sumatera ada catatan gempa masa lalu yang bisa dijadikan untuk mensimulasi potensi perulangan siklus gempanya. Namun megathrust selatan Jawa tidak diketahui catatan historisnya.

Menurutnya, potensi gempa megathrust di selatan Jawa ini bukan isu yang baru. Tahun 2013, ia mengaku pernah mengulasnya dalam sebuah forum di Amerika.

"Di Jawa pun memang ada seismik gap dengan potensi besar," ucapnya.

Pelaksana tugas Direktur Evaluasi dan Pemetaan Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana Abdul Muhari yang juga terlibat dalam riset itu menegaskan, hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi kapan dan dimana gempa terjadi.

Menurutnya, karakteristik gempa tidak bisa digeneralisasi. Ada gempa besar tidak diikuti tsunami dan ada pula gempa kecil bisa diikuti tsunami.

"Jika merasa guncangan gempa kuat, keras dan guncangannya lebih dari 20 detik, maka itu menjadi waktu yang tepat untuk segera melakukan evakuasi," ungkap Abdul.

Ia menjelaskan, selain pantai selatan Jawa, daerah potensi tinggi tsunami yang bersumber dari megathrust antara lain wilayah barat Sumatera, ke selatan Jawa, selatan Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, utara Papua dan utara Sulawesi Utara.

Ia menegaskan, suatu kajian ilmiah yang sudah dipublikasikan tentunya harus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan. BNPB berupaya menjalankan prinsip _science based policy_. Hasil-hasil kajian yang sudah dipublikasikan dijadikan dasar dalam penyusunan program-program mitigasi bencana khususnya edukasi kepada masyarakat.

Khusus untuk kegiatan edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman tsunami di selatan Jawa, BNPB tahun 2019 telah melaksanakan kegiatan Desa Tangguh Bencana di sepanjang pantai selatan Jawa, mulai dari Desa Mojopanggung di Banyuwangi bergerak ke barat hingga Desa Anyer melalui desa-desa sepanjang selatan Jawa.

"Kegiatan ini khusus untuk memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat dengan benar-benar melihat langsung kondisi di lapangan, seberapa dekat desa tersebut dari pantai, kemana harus evakuasi, jalur apa yang harus digunakan dan lain-lain," paparnya.

Pola-pola seperti ini akan menjadi prioritas yang akan dilakukan oleh BNPB dalam tahun-tahun ke depan, tidak hanya di selatan Jawa tetapi seluruh Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Simulasi Tatap Muka di Jateng Sukses, Jumlah Siswa dan Sekolah Ditambah

Simulasi sekolah tatap muka di Jawa Tengah dinilai sukses, sehingga Gubernur Ganjar Pranomowo menambah jumlah siswa dan sekolah pada lanjutan simulasi.

NASIONAL | 30 September 2020

Penelitian ITB: Tsunami 20 Meter Mungkin Terjadi

Gelombang tsunami setinggi 20 meter di pantai Selatan Jawa dapat terjadi apabila dua segmen megathrust pecah secara bersamaan.

NASIONAL | 30 September 2020

Jadi Relawan Covid-19, Aiptu Sri Mulyono Korbankan Nyawanya

Pak Mul sempat dipindah agar bisa beristirahat dari kegiatan relawan, namun ternyata, Pak Mul tetap saja menjalankan misinya sebagai relawan secara diam-diam.

NASIONAL | 30 September 2020

Santri Pesantren di Sleman Terpapar Covid-19

Kasus di dua lembaga pendidikan berbasis agama tersebut mencapai 46 kasus dan didominasi oleh skrining pendidikan sebanyak 41 kasus.

NASIONAL | 30 September 2020

Rp 68,2 T Sudah Dikucurkan untuk Bantu 80 Juta Warga Miskin

Pemerintah telah mengucurkan bantuan dana sebesar RP 68,2 triliun kepada 80 juta warga miskin.

NASIONAL | 30 September 2020

Warga Kampung Yokatapa Intan Jaya Dikejutkan Suara Tembakan

Saat dilakukan pengecekan ditemukan barang bukti berupa 4 selongsong peluru, sepasang sendal dan sepatu boat serta sebuah kayu.

NASIONAL | 30 September 2020

BNNP Banten Gagalkan Pengiriman 301 Kilogram Ganja dari Aceh ke Bogor

Pelaku mengirim ganja tersebut dengan menggunakan kendaraan truk, tanpa menyamarkan dengan barang lain dan truk terlihat rapi dan bersih sehingga hampir lolos.

NASIONAL | 30 September 2020

Bergaya Hidup Mewah, Ini Dalih Pinangki

Pinangki Sirna Malasari mengklaim bahwa harta yang dimilikinya berasal dari almarhum suaminya Djoko Budiharjo.

NASIONAL | 30 September 2020

Satgas: Jangan Pernah Merasa Aman dari Covid-19

Semua orang diminta untuk tidak merasa aman kemudian mengurangi kewaspadaan terhadap virus corona.

NASIONAL | 30 September 2020

Tangani Covid-19 Bodebek, Ridwan Kamil Pindah Kantor ke Depok

Dadang Wihana mengatakan memang sudah sepatutnya Ridwan Kamil melakukan intervensi lebih dalam penanganan kasus Covid-19 di Bodebek.

NASIONAL | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS