Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Potensi Tsunami Megathrust, Kelola dan Perkuat Mitigasi Serta Tata Ruang

Senin, 28 September 2020 | 20:36 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat kembali panik dan heboh dengan pemberitaan adanya kajian potensi gempa dan tsunami di zona megathurst Selatan Jawa setinggi 20 meter. Kajian para ahli ini bukan kali pertama dipublikasikan. Sayangnya literasi yang minim, komunikasi sains yang buntu membuat potensi tsunami itu menjadi ketakutan bukan kesadaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan diri serta memperkuat mitigasi bencana.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, hasil kajian para ahli kebumian ITB yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature baru-baru ini, diharapkan dapat mendorong semua elemen untuk lebih memperhatikan upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.

"Informasi potensi gempa kuat selatan Jawa saat ini bergulir cepat menjadi berita yang sangat menarik. Masyarakat awam pun menduga seolah dalam waktu dekat di selatan Pulau Jawa akan terjadi gempa dahsyat, padahal tidak demikian," katanya di Jakarta, Senin (28/9/2020).

Daryono menyebut, perlu ada upaya serius dari berbagai pihak untuk mendukung dan memperkuat penerapan building code dalam membangun infrastruktur. Masyarakat juga diharapkan terus meningkatkan kemampuannya dalam memahami cara selamat saat terjadi gempa dan tsunami.

"Penelitian ITB itu sangat komprehensif karena melibatkan berbagai disiplin ilmu. Hal itu dijadikan skenario terburuk dan dijadikan rujukan mitigasi," ucapnya.

Informasi potensi gempa kuat di zona megathrust memang rentan memicu keresahan akibat salah pengertian (misleading). Masyarakat, lanjutnya, lebih tertarik membahas kemungkinan dampak buruknya daripada pesan mitigasi yang mestinya harus dilakukan.

Meskipun kajian ilmiah mampu menentukan potensi magnitudo maksimum gempa megathrust dan skenario terburuk, akan tetapi hingga saat ini teknologi belum mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan dan di mana gempa akan terjadi.

"Maka dalam ketidakpastian kapan terjadinya, yang perlu dilakukan adalah upaya mitigasi dengan menyiapkan langkah-langkah konkret untuk meminimalkan risiko kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa," ungkapnya.

Potensi gempa besar berkekuatan magnitudo 8,7 bahkan lebih itu tambahnya, adalah potensi yang ada. Beberapa kali kejadian tsunami lampau (paleotsunami) dan temuan fosil tsunami hingga mitos Nyi Roro Kidul adalah bukti nyata tsunami pernah terjadi di selatan Jawa.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa zona megathrust selatan Jawa memang sangat aktif yang tampak dalam peta aktivitas kegempaannya (seismisitas).

Dalam catatan sejarah, sejak tahun 1700 zona megathrust selatan Jawa sudah beberapa kali terjadi aktivitas gempa besar (major earthquake) dan gempa dahsyat (great earthquake).

Gempa besar dengan magnitudo (M) antara 7,0 dan 7,9 yang bersumber di zona megathrust selatan Jawa sudah terjadi delapan kali, yaitu tahun 1903 (M7,9), 1921 (M7,5), 1937 (M7,2), 1981 (M7,0), 1994 (M7,6), 2006 (M7,8) dan 2009 (M7,3)

Sementara itu, gempa dahsyat dengan magnitudo 8,0 atau lebih besar yang bersumber di zona megathrust selatan Jawa sudah terjadi 3 kali, yaitu tahun 1780 (M8,5), 1859 (M8,5), dan 1943 (M8,1). Sedangkan untuk gempa dengan kekuatan 9,0 atau lebih besar di selatan Jawa belum tercatat dalam katalog sejarah gempa.

Pantai di wilayah Selatan Jawa harus dilihat berbeda karena rawan gempa dan tsunami. Masyarakat perlu meningkatkan literasi, pemerintah juga harus berkelanjutan memberi edukasi dan memperkuat mitigasi.

"Sosialisasi mitigasi memberi persepsi tentang kerawanan harus dilakukan. Untuk selatan Jawa edukasi evakuasi mandiri harus kuat. Jika ada gempa kuat dirasakan, harus dijadikan peringatan dini tsunami," paparnya.

Jarak permukiman masyarakat juga harus menjauhi pantai. Minimal 200 meter hingga 1 kilometer dari bibir pantai. Begitu pula tempat usaha atau hiburan. Kalau pun ingin membangun dekat pantai harus memenuhi syarat building code bangunan tahan gempa kuat dan tsunami.

Saat ini BMKG lanjutnya sudah memasang 150 alat penerima informasi gempa dan peringatan dini tsunami di Jawa dan 13 sirene di sepanjang pantai Anyer hingga Banyuwangi.

Kelola Tata Ruang

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Eko Yulianto menyebut, potensi itu sudah pernah dikemukakan. Baginya, berbicara potensi atau ancaman bencana tsunami maka aspek penting pertama yang harus dikelola adalah tata ruang wilayah pantai.

"Kita mestinya bisa belajar dari kasus tsunami Selat Sunda dan Palu tahun 2018. Kedua tsunami ini terhitung tsunami kecil yang gelombangnya hanya mencapai sekitar 200 meter dari garis pantai," kata Eko.

Ia menegaskan, jika aturan sempadan pantai dipatuhi, maka seharusnya tidak perlu jatuh korban jiwa atau setidaknya korban jiwa dan kerugiannya akan bisa diminimalkan. Oleh karena itu, melakukan analisis risiko tsunami secara mendetail menjadi salah satu kunci yang perlu dilakukan untuk digunakan sebagai dasar dalam manajemen tata ruang wilayah pantai.

Meskipun seringkali diklaim bahwa peta risiko tsunami itu sudah ada tapi baik kualitas data maupun skala petanya sangat tidak memadai untuk digunakan sebagai basis bagi mitigasi risiko tsunami secara umum maupun basis tata ruang secara khusus.

Dalam hal tata ruang wilayah pantai ini, bisa belajar dari yang dilakukan oleh pemerintah-pemerintah daerah di Jepang yang terlanda tsunami tahun 2011. Setelah tahun 2011, wilayah-wilayah yang terlanda tsunami tidak boleh dihuni lagi atau boleh dihuni dengan persyaratan sangat ketat.

"Strategi ini akan sangat baik jika kita adopsi tentunya setelah mempertimbangkan faktor lokal. Mengingat golden time yaitu selisih waktu antara gempa hingga tsunami mencapai daratan di wilayah Indonesia relatif pendek, banyak yang kurang dari 10 menit," ungkapnya.

Sementara tsunami bisa terjadi dalam kondisi terburuk misalnya malam hari, hujan dalam kepadatan lalu lintas orang yang mengevakuasi diri. Maka menyediakan selter atau tempat evakuasi sementara tsunami menjadi penting. Karena keterbatasan anggaran pemerintah, selter ini tidak harus dibangun secara khusus namun bisa dengan memfungsigandakan bangunan-bangunan yang sudah ada jika kondisi darurat terjadi.

"Tentunya bangunan-bangunan yang ditetapkan sebagai selter pada saat kondisi darurat juga sudah diuji kelayakan dan kekuatan bangunannya," ucapnya.

Masyarakat juga harus ditanamkan kesadaran dan pengetahuan pentingnya evakuasi mandiri yang menjadikan guncangan gempa, khususnya gempa yang kuat guncangannya dan atau gempa yang lama guncangannya sebagai peringatan dini dan tanpa harus bergantung pada sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS).

Eko menekankan, bencana sangat erat kaitannya dengan perilaku manusia. Teknologi atau sistem peringatan dini hanyalah alat bantu yang tidak terlalu membantu jika perilaku manusianya tidak bisa tertib dan semaunya sendiri.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hunian Kamar Hotel di Sumut Sudah Capai 50%

Kenaikan hunian hotel di Sumut terjadi secara bertahap sejak 24 Agustus 2021.

NASIONAL | 27 September 2021

Akhiri Masa Jabatan di APJII, Ini Catatan Kesuksesan Jamalul Izza

Ketua Umum APJII, Jamalul Izza menyebut pengurus yang dipimpinnya telah merealisasikan 94 persen amanat Munas tahun 2018.

NASIONAL | 27 September 2021

Banjir Bandang Hantam Puluhan Rumah Warga di Sumsel

Tidak ada korban jiwa untuk warga yang rumahnya rusak berat.

NASIONAL | 27 September 2021

Ini Para Sesepuh yang Memutuskan Siapa Pengganti Mangkunegara IX

Penentuan penerus takhta Mangkunegaran Solo kemungkinan setelah 100 hari wafatnya Mangkunegara IX atau sekitar akhir November.

NASIONAL | 27 September 2021

Menag: Insentif Guru Bukan PNS Madrasah Segera Cair

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, insentif ini secara bertahap akan segera cair

NASIONAL | 27 September 2021


Fahri Hamzah Apresiasi Kinerja Kejagung dalam Pemberantasan Korupsi

Fahri Hamzah mengapresiasi kinerja Kejgung dalam pemberantasan korupsi. Tolak ukurnya, penyelamatan uang negara sebesar Rp 26,1 triliun.

NASIONAL | 27 September 2021

Tepis Isu Jagung Langka, Mentan Cek Stok Pabrik Pakan

Mentan Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke pabrik pakan ternak (feedmill) milik PT. Japfa Comfeed Indonesia di Serang, Banten.

NASIONAL | 27 September 2021

Masuki Panen Raya, Pasokan Jagung dari Luar Jawa Siap

Di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, panen raya terjadi hampir di semua sentra.

NASIONAL | 27 September 2021

Pulau Jawa Panen Raya Jagung, Pakan Ternak Melimpah Ruah

Sejumlah daerah di Pulau Jawa menggelar panen raya jagung untuk musim tanam kedua yang berlangsung pada bulan September dan juga bulan Oktober 2021 mendatang.

NASIONAL | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemerintah Percepat Vaksinasi Lansia

Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemerintah Percepat Vaksinasi Lansia

KESEHATAN | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings