Kasus Djoko Tjandra, Akankan Tiga Serangkai “Reuni” di Sel Bareskrim?

Kasus Djoko Tjandra, Akankan Tiga Serangkai “Reuni” di Sel Bareskrim?
Buronan kasus cessie Bank Bali Djoko Soegianto Tjandra (baju tahanan) tiba di Bandara Halim Perdakusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020) malam. (Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
Farouk Arnaz / JAS Minggu, 2 Agustus 2020 | 23:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengacara Djoko Tjandra, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, akan segera menghadapi meja polisi dalam hitungan hari. Jika Anita jadi ditahan, sangat mungkin terjadi "reuni" di sel Bareskrim bersama Djoko Tjandra dan Brigjen Prasetijo Utomo.

Mabes Polri akan segera memanggil Anita sebagai tersangka. Ia akan diperiksa dalam kaitan dengan penggunaan dan keluarnya surat jalan dan surat keterangan bebas Covid yang asli tapi palsu untuk Djoko Tjandra.

“Rencana Senin besok kita kirim panggilan untuk diperiksa (sebagai tersangka) Rabu (5/8/2020),” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (2/8/2020). Soal penahanan merupakan kewenangan penyidik.

Yang jelas Anita dijerat Pasal 263 ayat (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu. Ia juga dijerat Pasal 223 KUHP yaitu barangsiapa dengan melepaskan atau memberi pertolongan kepada orang yang ditahan atas perintah penguasa umum, atas putusan atau ketetapan hakim.

Sebelumnya, Anita telah diperiksa penyidik Bareskrim sebanyak tiga kali sebagai saksi yaitu Selasa (21/7/2020), Rabu (22/7/2020), dan Kamis (23/7/2020) kemarin.

Anita juga telah dicegah ke luar negeri sejak 22 Juli 2020 dan 20 hari berikutnya setelah Bareskrim mengirim surat ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta.

Andai Anita ditahan maka tiga serangkai dalam kasus ini yakni Anita, Brigjen Prasetijo Utomo (yang mengeluarkan surat), dan Djoko Tjandra (klien Anita) bisa “bereuni”. Sebab dua nama terakhir sudah di sel di tahanan Bareskrim.



Sumber: BeritaSatu.com