Satgas Karhutla Jambi Siagakan 254 Pasukan di 171 Desa

Satgas Karhutla Jambi Siagakan 254 Pasukan di 171 Desa
Gubernur Jambi, Fachrori Umar (dua dari kiri) didampingi Komandan Rayon Militer (Danrem) 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi, Brigjen TNI Zulkifli (kiri) memeriksa kesiapan pasukan pada pelepasan Pasukan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi di lapangan Markas Korem 042/Gapu Jambi, Kota Jambi, Minggu, 2 Agustus 2020. (Foto: Suara Pembaruan/Radesman Saragih)
Radesman Saragih / CAH Minggu, 2 Agustus 2020 | 17:01 WIB

 

Jambi, Beritasatu.com - Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi melakukan gerak cepat untuk mencegah dan pengendalian karhutla memasuki puncak musim kemarau di Provinsi Jambi Agustus ini. Gerak cepat pengendalian karhutla tersebut ditandai dengan pelepasan sebanyak 254 orang personel pasukan penendalian karhutla dan pembalakan liar ke-171 desa rawan karhutla di daerah itu.

Pelepasan pasukan pengendalian karhutla dan pembalakan liar tersebut dilakukan Gubernur Jambi, Fachrori Umar di lapangan Markas Komando Rayon Militer (Makorem) 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi, Kota Jambi, Minggu (2/8/2020). Turut hadir pada kesempatan tersebut Komandan Korem 042/Gapu Jambi, Brigjen TNI Zulkifli dan Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi.

Brigjen TNI Zulkifli selaku Kepala Pelaksana Harian Satgas Pengendalian Karhutla Provinsi Jambi pada kesempatan tersebut mengatakan, pasukan pengendalian karhutla dan pembalakan liar tersebut ditempatkan di beberapa titik yang rawan kebakaran hutan dan lahan. Pasukan pengendalian karhutla dan pembalakan liar tersebut akan berkerja sama dengan petugas Komando Rayon Militer (Koramil) yang selama ini rawan karhutla seperti di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjungjabung Timur dan KUmpeh, Kabupaten Muarojambi.

Baca Juga: Siti Nurbaya: Peran Optimal MPA Sangat Penting Cegah Karhutla

”Pasukan pengendalian karhutla dan pembalakan liar kita kirim ke 171 desa rawan karhutla merupakan gabungan dari semua istansi, yakni TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), polisi kehutanan dan pasukan khusus pemadaman karhutla, Manggala Agni. Minggu depan kami akan megirim pasukan ke daerah Kumpeh, Muarojambi untuk antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,”ujarnya.

Sementara itu, Kapoda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi mengatakan, Polda Jambi sudah menyiapkan sekitar 1.500 personel untuk mengantisipasi karhutla Agustus ini. Sebagian pasukan pemadaman karhutla dari Polda Jambi sudah siaga di kepolisian resor (polres) dan kepolisian sektor (polsek) di seluruh kabupaten se - Provinsi Jambi.

”Personil pemadaman kebakaran hutan dari Polda Jambi sudah kami instruksikan mendekat ke lokasi titik rawan kebakaran hutan dan lahan. Hal ini penting agar pencegahan karhutla dapat dilakukan lebih dini dan pemadaman karhutla dapat dilakukan lebih cepat. Kami juga minta masyarakat agar bisa berkerja sama mengatasi karhutla,” katanya.

Gubernur Jambi, Fachrori Umar pada kesempatan tersebut mengatakan, pengendalian karhutla di Jambi kini diprioritaskan pada kegiatan preventif atau pencegahan. Karena itu pasukan pengendalian karhutla yang diterjunkan ke lokasi-lokasi rawan karhutla harus benar-benar siaga. Pasukan pengendalian karhutla juga perlu mantau titik api perlu secara intensif agar pemadaman dapat dilakukan secara cepat jika terjadi karhutla.

Baca Juga: Hujan Dua Pekan, Ancaman Karhutla di Jambi Berkurang

Dikatakan, kebakaran hutan dan lahan banyak menimbulkan dampak negatif, yakni merusak lingkungan, menurunnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim serta menimbulkan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat maupun mengganggu aktivitas trasportasi darat, laut dan udara.

Karhutla di Jambi tahun lalu, lanjut Fachrori Umar menyebabkan kerugian, material berupa terbakarnya lahan-lahan produktif dan kawasan hutan, termasuk lahan gambut yang mestinya terjaga kondisi tutupannya. Kemudian karhutla yang cukup luas di Jambi tahun lalu juga menyebabkan merebaknya penyakit, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan serta terganggunya berbagai aktivitas masyarakat.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi, Rudy Syaf di Jambi, Minggu (2/8) mengatakan, pencegahan karhutla secara dini di Jambi perlu dilakukan mencegah bencana karhutla dan asap. Pengalaman selama ini menunjukkan, kurangnya antisipasi diniakrhutla menjadi pemicu terjadinya bencana karhutla dan asap.

“Luas karhutla di Provinsi Jambi tahun lalu mencapai 157.137 hektare (ha). Kerugian negara secara materil dan ekologis akibat karhutla di tersebut mencapai Rp 12 triliun. Bencana karhutla tersebut disebabkan kurangnya antisipasi dini dan gerak cepat pengendalian karhutla,” katanya. 



Sumber: BeritaSatu.com