Seleksi Calon Guru Penggerak Resmi Dibuka

Seleksi Calon Guru Penggerak Resmi Dibuka
Ilustrasi belajar mengajar di sekolah. (Foto: Antara)
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 15 Juli 2020 | 16:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - ​Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) telah resmi membuka pendaftaran seleksi bagi calon guru penggerak.

Program Guru Penggerak merupakan pelatihan kepemimpinan bagi guru yang akan berlangsung selama sembilan bulan. Usai pelatihan, peserta diharapkan menjadi calon kepala sekolah, pengawas sekolah maupun pelatih program pelatihan guru.

Angkatan pertama program Guru Penggerak akan merekrut 2.800 guru di jenjang TK, SD, SMP, dan SMA. Cakupan wilayah program ini terbatas pada 56 kabupaten/kota yang tersebar di Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua dan Maluku, Jawa, Kalimantan, serta Sumatera.

Menurut Dirjen GTK Iwan Syahril, sosok guru penggerak mencerminkan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara yakni “​ing ngarso sung tulada​, ​ing mada mangun karsa,​ dan ​tut wuri handayani”​ . Semboyan berbahasa Jawa ini memiliki arti memberikan teladan di depan, membangun semangat di tengah, serta memberi dorongan dari belakang.

“Seorang guru dituntut untuk menjadi teladan, serta bisa memotivasi sehingga menguatkan kemauan dan memberdayakan murid-muridnya. Guru penggerak adalah bibit-bibit pemimpin yang akan mengarahkan ekosistem pendidikan ke arah filosofi Bapak Pendidikan kita,” ungkap Iwan pada seri webinar Bincang Sore, Senin (13/7/2020).

Iwan menuturkan, guru penggerak adalah agen transformasi pendidikan yang mendukung kegiatan pembelajaran yang berpusat pada murid. Mereka diminta untuk menggerakkan guru lainnya untuk turut berinovasi.

Selama program berlangsung, setiap peserta tetap menjalankan tugasnya sebagai guru di sekolah.

Sebab, pelatihan akan dilakukan secara daring. Pendamping juga akan langsung mendatangi sekolah guru mengajar untuk memantau secara langsung permasalahan pembelajaran yang dihadapi. Dengan ini, umpan balik yang diberikan menjadi lebih relevan bagi peserta.

Iwan menambahkan, hasil pembelajaran murid menjadi aspek pendidikan yang masih perlu diperbaiki di Indonesia, sehingga menjadi fokus utama program Guru Penggerak.

“Pelatihan guru yang kita lakukan tidak ada fungsinya kalau tidak ada dampak pada hasil pembelajaran murid. Apapun yang kita lakukan fokus utamanya adalah murid,” pungkas Iwan.

Diketahui, capaian skor rata-rata Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia tercatat masih rendah khususnya di bidang literasi, matematika, dan sains.

Adapun pendaftaran program Guru Penggerak akan dibuka hingga 22 Juli mendatang. Kemudian, peserta akan mengikuti seleksi tahap awal (registrasi, esai, dan tes bakat skolastik). Jika lolos, seleksi akan dilanjutkan dengan wawancara dan simulasi mengajar dengan topik yang dipilih secara acak oleh sistem. Dengan mewabahnya virus ​corona,​ seluruh tahapan seleksi dilakukan secara daring.

Informasi lebih lanjut terkait pendaftaran dan linimasa dapat diakses pada tautan ​berikut ini https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/.



Sumber: BeritaSatu.com