Dari Ribuan Buronan Interpol, Tidak Ada "Pesanan" Indonesia
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Dari Ribuan Buronan Interpol, Tidak Ada "Pesanan" Indonesia

Rabu, 15 Juli 2020 | 15:40 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Organisasi Kepolisian Internasional, atau lebih dikenal sebagai Interpol, memiliki daftar pesanan untuk menangkap 7.305 buronan sampai dengan Rabu (15/7/2020).

Dari ribuan nama buronan itu, tidak ada satu pun "pesanan" dari Indonesia.

Memang ada sejumlah buronan berkewarganeraan Indonesia, tetapi pihak yang mengajukan red notice atau pesanan penangkapan adalah negara lain.

Menurut pantauan redaksi, ada empat warga negara Indonesia yang menjadi buronan Interpol.

Pertama, Sofyan Isandar Nugroho, 52, asal Semarang, Jawa Tengah. Dia dituduh melakukan kejahatan seksual pada anak di bawah umur. Negara yang menginginkan penangkapannya adalah Amerika Serikat.

Kedua, Jawi Udin, 53, dituduh melakukan perampokan bersenjata dan diburu oleh Kepolisian Malaysia.

Ketiga, Djatmiko Febri Irwansyah, 38, dituduh melakukan pembunuhan. Pesanan penangkapannya diajukan oleh Singapura.

Keempat, Abdul Gani, 48, dituduh melakukan pembunuhan dan diburu oleh Malaysia.

Ada juga buronan berkewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Indonesia, yaitu Richard Jude Daschbach, 83, yang dikejar AS atas tuduhan penipuan online.

Ketika pencarian dilakukan dengan memasukkan kata "Indonesia" dalam kolom "Wanted by" (diburu oleh), hasilnya nihil.

Sebelumnya beredar informasi bahwa red notice dari Indonesia untuk penangkapan buronan koruptor Djoko Tjandra ternyata sudah dihapus sejak 2014.

Insiden ini menjadi skandal besar di Tanah Air setelah Djoko diketahui bisa melenggang bebas keluar masuk Indonesia, dan karena Polri -- anggota langsung Interpol -- dan Kejaksaan Agung juga tidak bisa menjelaskan secara pasti bagaimana nama Djoko bisa terhapus dari sistem di Interpol.

Di internal Polri bahkan sudah terdengar kasak-kusuk kecurigaan adanya oknum yang mencabut red notice tersebut.

Sementara Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan bahwa red notice tidak bisa dicabut dan tetap berlaku sampai buronan ditangkap aau mati.

Jaksa Agung juga mengakui "sampai saat ini belum ada titik temunya."

Cukup janggal bahwa insiden "administrasi" seperti ini tidak ada penjelasannya sampai sekarang, dan cukup janggal juga Indonesia tidak punya buronan penjahat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Positif Covid-19, Rektor USU Memilih Kerja Daring

Runtung mengatakan, dia tidak mau berdiam diri selama menjalani isolasi mandiri di dalam rumah.

NASIONAL | 15 Juli 2020

IPW Minta Komisi III DPR Bentuk Pansus Djoko Tjandra

Yang jadi pertanyaan apakah mungkin sekelas jenderal bintang satu (Brigjen)berani mengeluarkan surat jalan untuk buronan kelas kakap seperti Djoko Tjandra?

NASIONAL | 15 Juli 2020

Brigjen Polri Dipastikan Keluarkan Surat Jalan Djoko Tjandra

Prasetyo, yang lama dinas di Div Hubinter Polri, tengah menjalani pemeriksaan oleh Propam Polri. Jika terbukti dalam pemeriksaan maka Prasetyo akan dicopot.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Tidak Pakai Masker, Warga Kota Jambi Didenda Rp 50.000

Pemkot Jambi masih terus memberlakukan sanksi denda terhadap warga kota itu yang tidak menggunakan masker di ruang publik.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Helmi Hasan dan Rohidin Mersyah Kantongi Tiket Maju di Pilgub Bengkulu 2020

Helmi Hasan dan Rohidin Mersyah telah mengantongi tiket untuk ikut Pilgub Bengkulu 2020, setelah mereka mendapat dukungan dari partai koalisi.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Soal Surat Jalan Djoko Tjandra, Dasco: Jangan-jangan Juga Ada Surat Jalan dari DPR?

Buronan kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko S Tjandra menyeret nama Bareskrim Polri terkait surat jalan keluar-masuk Indonesia.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Kasus Maria Pauline, Polisi Tunggu Pengacara

Penyidikan tersangka pembobol Bank BNI, Maria Pauline Lumowa, masih belum beringsut maju. Sebab warga negara Belanda ini belum juga didampingi pengacara.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Kumpulkan Gubernur, Jokowi: Segera Terapkan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Pemberian sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan dilihat sebagai upaya yang harus dilakukan dalam peningkatan kedisiplinan masyarakat.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Tim Cagar Budaya Gali Situs Diduga Petirtaan Kuno di Kediri

Di situs tersebut ada struktur berbentuk persegi empat seluas 5,2 meter persegi.

NASIONAL | 15 Juli 2020

IPW Prihatin Judi Online Marak, Polisi Terkesan Membiarkan

IPW khawatir jika judi online ini dibiarkan, para bandarnya akan masuk mensponsori jago-jagonya yang akan bertarung di Pilkada Serentak, Desember mendatang.

NASIONAL | 15 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS