Longsor Timbun 5 Rumah dan Gereja di Sumut

Longsor Timbun 5 Rumah dan Gereja di Sumut
Sejumlah petugas bersiaga di sekitar lokasi longsor akibat curah hujan yang tinggi. (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)
Arnold H Sianturi / JEM Senin, 13 Juli 2020 | 15:47 WIB

Medan, Beritasatu.com - Empat rumah penduduk di Desa Damak Maliho, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang dan dua bangunan yang salah satunya gereja di Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) tertimbun material longsor, Minggu (12/6/2020) malam.

Kapolsek Bangun Purba, AKP Sudaryanto menyampaikan, dalam kejadian bencana longsor yang menimpa 4 rumah warga di Desa Damak Maliho, Kecamatan Bangun Purba, ada seorang warga yang tertimpa bangunan. Warga setempat langsung melakukan proses evakuasi untuk menyelamatkan tetangganya dari lokasi timbunan longsor.

"Korban yang mengalami luka di bagian kepala dan tangan itu bernama Suyati (56). Saat ini, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deli Serdang. Kondisinya mulai membaik namun masih trauma atas kejadian tersebut. Longsor terjadi karena hujan deras cukup lama," ujar Sudaryanto, Senin (13/7/2020).

Sudaryanto menyampaikan, saat ini aparat kepolisian bersama dengan TNI, petugas Badan Penanggilangan Bencana Daerah (BPBD) dan dibantu masyarakat, sedang melakukan pembersihan material longsor yang menimbun empat rumah milik warga di Desa Damak Maliho. Petugas juga akan memperbaiki kerusakan rumah itu agar bisa ditempati pemilik rumah.

Camat Girsang Sipangan Bolon, Eva Tambunan menyampaikan, aparat gabungan bekerjasama dengan masyarakat masih membersihkan material tanah longsor bercampur lumpur yang menimbun sebuah rumah ibadah di Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

"Hujan deras turun cukup lama pada Sabtu malam sampai Minggu dini hari. Ini mengakibatkan banjir dan longsor. Lokasi gereja di bawah perbukitan. Material longsor menimbun gereja. Hanya atap gereja yang terlihat. Ada satu bangunan rumah di samping gereja juga tertimbun. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut," katanya.

Untuk mengantisipasi bencana susulan, sambung Eva, pemerintah kecamatan bersama dengan pihak terkait akan membuat saluran air di sekitar lokasi longsor. Bila hujan lebat maka tidak membuat sungai meluap ke permukiman warga. Pembangunan saluran air ini akan dilakukan segera mungkin.

Secara terpisah, staf pelayanan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Irene Purba mengingatkan masyarakat supaya mengantisipasi bencana susulan. Curah hujan tinggi karena gangguan cuaca di Samudera Hindia Baray Sumatera, yang membuat daerah ini mengalami konvergensi.

"Dalam beberapa hari ke depan, curah hujan disertai angin kencang masih terjadi di beberapa daerah. Karena itu, masyarakat yang tinggal di daerah bantaran air sungai supaya meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat sebaiknya langsung mengungsi jika hujan lebat turut berlangsung lama. Ini perlu diantisipasi agar bencana tidak merenggut korban jiwa," sebutnya. 



Sumber: BeritaSatu.com