SMA di Kota Jambi Masih Belajar Daring

SMA di Kota Jambi Masih Belajar Daring
Anak sekolah membuka aplikasi belajar daring. (Foto: istimewa)
Radesman Saragih / JEM Minggu, 12 Juli 2020 | 21:05 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Sebagian besar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Kota Jambi masih tetap melakukan proses belajar mengajar dengan sistem dalam jaringan (daring) atau online memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 yang dimulai Senin (13/7/2020). SMA dan sederajat di Kota Jambi belum bisa melakukan kegiatan belajar secata tatap muka karena Kota Jambi masih masuk kategori zona kuning pandemi virus corona (Covid-19).

Kepala Bagian Humas SMA Negeri VI, Kota Jambi, Effendi kepada SP di Kota Jambi, Minggu (12/7) menjelaskan, pihaknya masih tetap melaksanakan proses belajar dan belajar sistem daring sesuai ketentuan pemerintah pusat dan daerah karena Kota Jambi masih zona kuning Covid-19. Kegiatan sekolah yan dilaksanakan di SMA Negeri VI Kota Jambi, Senin (13/7) hanya menerima penyerahan berkas siswa baru bagi siswa yang terlambat mendaftar.

“Kami tetap memenuhi kebijakan pemeirntah pusat dan daerah dalam melaksanakan kegiatan belajar. Kegiatan belajar awal tahun ajaran baru di sekolah ini masih tetap sistem daring karena Kota Jambi masih zona kuning Covid-19. Sekolah baru bisa melaksanakan kegiatan belajar tatap muka jika status daerah sudah zona hijau Covid-19,”ujarnya.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan, sekolah yang diperbolehkan melaksanakan kegiatan belajar tatap muka di Provinsi Jambi hanya di daerah zona hijau Covid-19. Daerah yang berstatus zona hijau Covid-19 di Provinsi Jambi, yakni Kabupaten Bungo, Tebo, Merangin dan Tanjungabung Timur.

“Proses belajar secara tatap muka tingkat SMA dan sederajat di empat kabupaten zona hijau Covid-19 tersebut sudah bisa dilakukan. Namun pelaksanaan proses belajar tatap muka tersebut harus mematuhu protokoler kesehatan Covid-19 yang ketat,”ujarnya.

Johansyah yang juga menjabat Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jambi mengatakan, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sudah mengeluarkan surat edaran (SE) S-1648/DISDIK-2.1/VII/2020 mengenai pelaksanaan belajar mengajar tahun ajaran baru 2020/2021 yang dimulai, Senin (13/7/2020).

Sesuai ketentuan dalam surat edaran tersebut, lanjut Johansyah, seluruh SMA dan sederajat di Provinsi Jambi yang berada di daerah zona kuning, oranye dan merah Covid-19 tetap melaksanakan metode pembelajaran daring, luar jaringan (luring) dan kombinasi. Sedangkan SMA dan sederajat yang berada di daerah zona hijau Covid-19 dapat melaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka di kelas dengan memenuhi syarat-syarat protokoler kesehatan Covid-19.

Dijelaskan, protokoler Covid-19 yang wajib dilaksanakan SMA dan sederajat di daerah zona hijau-Covid-19 Provinsi Jambi antara lain, mendapatkan surat izin dari Tim Gugus Covid-19 kabupaten/kota. Kemudian memenuhi daftar periksa kesiapan yang diketahui Tim Gugus Covid-19 kabupaten/kota. Daftar periksa tersebut, yakni ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan sperti toilet bersih, sarana cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun, hand sanitizer (pembersih tangan) dan disinfektan.

“SMA dan sederajat di kabupaten/kota zona hijau juga harus bisa mengakses fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas, klinik dan rumah sakit. Selain itu sekolah juga harus memiliki kesiapan menerapkan area wajib masker kain dan masker tembus pandang bagi yang memiliki peserta disabilitas rungu serta memiliki thermogun (alat pengukur suhu tubuh),”ujarnya. ]

 



Sumber: BeritaSatu.com