Banjir dan Longsor Landa 3 Daerah di Sumut, Satu Tewas

Banjir dan Longsor Landa 3 Daerah di Sumut, Satu Tewas
Petugas melakukan perbaikan pada jalan yang tertimpa longsor. (Foto: ANTARA)
Arnold H Sianturi / RSAT Minggu, 12 Juli 2020 | 17:35 WIB

Medan, Beritasatu.com - Banjir disertai longsor terjadi di Kabupaten Simalungun, Kota Pematang Siantar, dan Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (12/7/2020). Akibatnya, satu orang dinyatakan tewas dan ribuan rumah warga terendam.

Bencana ini juga melumpuhkan jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di Parapat kawasan pariwisata Danau Toba. Jalan ditutupi material longsor setinggi satu meter dengan panjang longsoran mencapai 20 meter. Ratusan kendaraan pun terjebak kemacetan.

Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Jodi Indrawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembersihan atas material longsor yang menutup jalinsum di Desa Nagori, Kecamatan Girsang Sioangan, Kabupaten Simalungun. Jalinsum sudah bisa dilalui namun pengendara diminta hati - hati.

"Pengendara sudah bisa melalui jalan lintas setelah polisi bersama TNI dan pemerintah kabupaten melakukan pembersihan jalan. Longsor terjadi akibat hujan turun sangat deras sejak Sabtu malam sampai Minggu. Pengendara harus tetap hati - hati," kata Jodi.

Sementara itu, seorang pengendara sepeda motor yang dinyatakan hilang diseret banjir di Jalan Rondahaim, Kelurahan Tanjung Tongaj, Kota Pematang Siantar, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu pagi.

Namun, tidak ditemukan identitas pria berusia sekitar 40 tahunan itu. Adapun ciri-ciri korban yang ditemukan tewas mengenakan kaos kerah corak biru, putih dan abu-abu. Tinggi badan sekitar 168 cm, rambut gondrong, berkumis tebal dan jambang tebal. Korban mengenakan  masker kain warna hitam biru.

Di tempat terpisah, ribuan rumah warga di empat kecamatan di Kota Tebing Tinggi, yakni Kecamatan Rambutan, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kecamatan Padang Hilir, dan Kecamatan Bajenis, terendam air dengan ketinggian lebih dari satu meter.

Menurut Hidayat, salah seorang warga di Kecamatan Rambutan, pemukiman warga mulai dimasuki air sejak Minggu dinihari. Saat kejadian, hujan turun sangat deras hingga mengakibatkan Sungai Padang, akhirnya meluap.

"Banjir selalu terjadi di pemukiman masyarakat jika hujan deras dalam waktu yang lama. Tanggul sungai pun sudah berulangkali diperbaiki namun kembali mengalami kerusakan," sebutnya.



Sumber: BeritaSatu.com