Mantan Panglima NII: Paham Khilafah Sudah Menyasar ke Mana-mana

Mantan Panglima NII: Paham Khilafah Sudah Menyasar ke Mana-mana
Pakar Terorisme/Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan (Foto: istimewa)
Yeremia Sukoyo / RSAT Jumat, 10 Juli 2020 | 17:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Belakangan masyarakat dikejutkan dengan beredarnya video tentang pembacaan sumpah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diduga dilakukan di dalam Gedung DPRD Kota Cirebon pada Senin (6/7/2020).

Dalam video berdurasi 2 menit dan 3 detik itu, diduga anggota DPRD Kota Cirebon mengikuti pembacaan sumpah setia NKRI yang dibacakan ketua DPRD. Namun belakangan, dalam pembacaan sumpah tersebut akhirnya mendapat interupsi dari anggota yang hadir karena memasukan kata-kata khilafah.

"Demi Allah, kami bersumpah akan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa NKRI demi terciptanya masyarakat yang adil dan makmur," kata anggota DPRD yang hadir saat mengikuti pembacaan naskah.

Dalam kalimat selanjutnya, "Demi Allah kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh paham komunisme, dan khilafah," ucap pembaca naskah.

Namun kata-kata khilafah akhirnya langsung diinterupsi oleh anggota DPRD yang hadir. Akhirnya pembaca naskah mengubahnya menjadi "Demi Allah, kami bersumpah akan menjaga negara kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh paham komunisme, liberalisme, leninisme, sekularisme," ucap seluruh anggota DPRD yang hadir.

Menyingkapi beredarnya video tersebut, Mantan Panglima Negara Islam Indonesia (NII) Ken Setiawan mengingatkan, saat ini paham khilafah memang sudah menjalar kemana-mana.

"Ini fakta bahwa ternyata paham khilafah sudah menyasar ke mana-mana," kata Ken, menanggapi beredarnya video tersebut, di Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Dirinya membeberkan, pada 2011 Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat, telah menelusuri informasi adanya keterlibatan 1.400 PNS di Cirebon yang disebut-sebut sebagai anggota Negara Islam Indonesia (NII).

Dirinya pun meyakini, saat ini jumlah anggota NII di Kota tersebut sudah bertambah banyak. "Ini dulu. Sekarang tambah marak," ucap Ken.



Sumber: BeritaSatu.com