Pasien Positif Covid-19 di Bantul Memaksa Pulang ke Madura

Pasien Positif Covid-19 di Bantul Memaksa Pulang ke Madura
Ilustrasi tes cepat Covid-19. (Foto: Antara / M Agung Rajasa)
Fuska Sani Evani / YUD Jumat, 10 Juli 2020 | 16:39 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Seorang pasien positif Covid-19 asal Madura yang terkonfirmasi pada Kamis (09/07/2020), memaksakan diri untuk pulang ke kampong halamannya dan tidak mau dirawat di Kabupaten Bantul.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa membenarkan, pasien tersebut sudah ditetapkan positif virus corona, pada Kamis (9/7/20/2020) kemarin dan tercatat sebagai Kasus 99 di wilayah Kecamatan Dlingo, Bantul.

“Dia menolak dirawat dan menjalani karantina. Ia meminta agar dipulangkan ke kampung halamannya, karena itu diperbolehkan pulang setelah menandatangani surat pernyataan” kata Sri Wahyu Joko Santosa, Jumat (10/7/2020).

Selain tanda-tangan pernyataan sebagai permintaan sendiri, Gugus Tugas Bantul telah melaporkan insiden ini ke Pemda DIY agar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY berkomunikasi dengan Pemprov Jawa Timur.

“Kami sama sekali tidak berniat melepas tanggung jawab, dengan memulangkan pasien. Tetapi karena pasien ini enggan menjalani perawatan. Kemudian Satgas mengizinkan. Istilah medisnya ini APS (Atas Permintaan Sendiri), yang bersangkutan juga menandatangani surat pernyataan. Jadi, ada buktinya, kalau itu permintaan sendiri," tegasnya.

Satgas Penanganan Covid-19 dari dusun tempat juga mengantarkan pasien dengan kendaraan pribadi, sampai perbatasan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Sementara itu, terkait dengan tiga pedagang di pasar tradisional yang juga positif terpapar Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, menutup Pasar Sungapan di Kecamatan Sedayu dan Pasar Sorobayan di Kecamatan Sanden, mulai Jumat- Minggu (10-12/07/2020).

Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan, tiga pedagang pasar yang positif itu, dua berasal dari Pasar Sungapan dan satu dari Pasar Soroboyan. Sebelumnya, mereka lebih dahulu dinyatakan reaktif, saat rapid test, Senin (6/7/2020) lalu.

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kesehatan Bantul pun lantas mengirimkan surat kepada Dinas Perdagangan, agar segera melakukan penutupan kedua pasar tradisional itu, selama tiga hari ke depan.

Kedua pasar akan disterilkan secara total dan karenanya seluruh aktivitas pasar dihentikan.

Namun, Dinas Kesehatan Bantul sampai sejauh ini belum mengetahui sumber penularan virus Corona tersebut terhadap tiga pedagang.

“Gugus Tugas sudah mengerahkan tim dari Puskesmas di masing-masing wilayah, untuk melacak siapa saja kontak erat ketiga pedagang yang dinyatakan positif corona itu. Sasaran utamanya adalah anggota keluarga dari setiap pasien tersebut,”ujarnya.

Selain itu, Pemkab Bantul juga tengah intensif menggelar rapid test massal untuk pedagang pasar tradisional.

Sementara itu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemda DIY melaporkan hasil pemeriksaan laboratorium dari 561 sampel (459 orang), terkonfirmasi positif tujuh (7) orang.

Juru Bicara Pemda DIY Berty Murtiningsih mengatakan, dengan penambahan 7 orang itu, maka total kasus positif covid 19 di DIY menjadi sebanyak 364 kasus.

Penambahan tersebut yakni Kasus 360, Perempuan (34) warga Bantul, merupakan hasil tracing kontak kasus 338. Kasus 361, perempuan (43) asal Sleman, dan lima (5) warga Gunungkidul yakni Kasus 362, laki laki (49), Kasus 363, perempuan (47), Kasus 364, perempuan (27), Kasus 365, laki laki (19). Keempatnya merupakan hasil tracing dari kasus 329, sedang kasus 366, laki laki (49) merupakan tracing kontak dari kasus 333.

Sementara laporan kesembuhan kasus positif, satu (1) orang, yakni kasus 320, perempuan (59) warga Gunungkidul. “Total kasus sembuh di DIY mencapai 288 kasus,”kata Berty.

Ditambahkan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di DIY mencapai 1.977 orang dengan 92 orang masih dalam perawatan, sembilan (9) orang meninggal dunia dalam status positif. Hasil laboratorium negatif yang dilakukan di lima laboratorium DIY mencapai 1.482, sementara 131 orang masih dalam proses dan 26 meninggal, dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) di DIY mencapai 7.918.



Sumber: BeritaSatu.com