Abaikan Protokol Kesehatan Jadi Penyebab Kasus Covid-19 di Sumut Melonjak

Abaikan Protokol Kesehatan Jadi Penyebab Kasus Covid-19 di Sumut Melonjak
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Antara)
Arnold H Sianturi / CAH Jumat, 10 Juli 2020 | 16:08 WIB

Medan, Beritasatu.com - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (GTPP Sumut), Whiko Irwan mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 di Sumut terjadi karena proses tracing dan pemeriksaan secara masif dengan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR), masih gencar dilakukan.

"Lonjakan kasus positif Covid-19 ini juga membuktikan tingkat serangan (Attact rate) Covid-19 masih berlangsung di tengah masyarakat. Virus mematikan ini masih menjadi ancaman terhadap masyarakat yang tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan," ujar Whiko Irwan kepada Beritasatu.com di Medan, Jumat (10/7/2020).

Dalam kurun waktu 24 jam, ada penambahan sebanyak 109 kasus positif Covid-19, terhitung sejak 8 - 9 Juli 2020, dari 1.976 kasus positif menjadi 2.085 kasus. Jumlah korban meninggal dunia bertambah 5 orang (Kamis sore) sehingga total 115 orang. Kesembuhan bertambah 11 orang menjadi 514 orang.

Baca Juga: Rumah Sakit di Sumut Mulai Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

"Pada Rabu sore, angka kematian sebanyak 110 orang dan kesembuhan sebanyak 503 orang. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 260 orang dan orang dalam pemantauan 1.677 orang. Kamis sore, angka PDP sebanyak 252 Orang dan ODP berjumlah 1690 Orang," katanya.

Whiko mengungkapkan, dari penambahan 109 kasus menjadi 2.085 kasus tersebut, penambahan jumlah pasien positif terbanyak ada di Kota Medan sebanyak 69 orang dan kasus positif di kota itu, ditotal menjadi 1.323 orang. Kemudian, Pematang Siantar 3 orang menjadi 95 orang, Binjai 3 orang menjadi 33 orang, Tebing Tinggi 1 orang menjadi 8 orang.

Penambahan kasus ini juga terjadi di Kota Sibolga 5 orang jadi 7 orang, Deli Serdang 12 orang menjadi 280 orang, Asahan 1 orang menjadi 25 orang, Tapanuli Tengah 1 orang menjadi 4 orang, Batu Bara 1 orang menjadi 25 orang, dan Padang Lawas 1 orang menjadi 3 orang.

"Meski penularan masih tinggi, kesembuhan pasien positif juga terus meningkat. Misalnya, dari total kesembuhan 11 orang pasien positif, sebanyak 3 orang dari Medan sehingga total pasien sembuh 309 orang, Pematang Siantar bertambah sembuh 3 orang menjadi 34 orang, Tebing Tinggi 1 orang menjadi 4 orang," katanya.

Jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh di Kabupaten Deli Serdang bertambah 2 orang menjadi total kesembuhan berjumlah 79 orang, Simalungun 1 orang menjadi 31 orang, dan Padang Lawas 1 orang. Untuk penambahan angka kematian sebanyak 5 orang, semuanya merupakan pasien yang dirawat di Medan, sehingga korban meninggal menjadi 70 orang.

Baca Juga: Pemkot Medan Rekrut Relawan Bantun Penanganan Covid-19

Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprov Sumut) sedikitnya menyiapkan 1.537 kamar dan bed untuk puluhan rumah sakit khusus penanganan pasien Covid-19 di daerah itu. Berdasarkan jumlah itu, ada sebanyak 21 rumah sakit di Medan, mulai dari kelas A , B dan C, yang tergabung di dalam RS Online, memiliki jumlah total ruang Isolasi beserta tempat tidurnya sebanyak 757 buah.

Sampai 8 Juli 2020 pukul 17.00 WIB, tercatat ada sebanyak 575 pasien positif yang dirawat, sehingga masih ada sisa tempat yang dapat digunakan untuk pasien baru. Jumlah ruangan perawatan maupun bed yang masih dapat digunakan menangani pasien rujukan Covid-19 tersisa menjadi 182 tempat tidur. Jumlah ini bakal penuh karena setiap hari terjadi lonjakan pasien positif.

"Berapapun jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 yang disediakan oleh pemerintah daerah, akan tetap kembali penuh bila penularan virus corona terus terjadi. Untuk itulah, sangat penting bagi kita untuk segera memutus rantai penularan Covid-19 di Sumut. Kasihanilah orang tua kita yang lanjut usia, saudara-saudara atau anak-anak kita yang rentan terhadap covid-19, yang akan memberikan dampak buruk bagi mereka," sebutnya. 



Sumber: BeritaSatu.com