Kampung Tangguh Nusantara TNI-Polri Mampu Lawan Dampak Pandemi Covid-19

Kampung Tangguh Nusantara TNI-Polri Mampu Lawan Dampak Pandemi Covid-19
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar berasama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, menghadiri acara Launching Kampung Tangguh Nusantara oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis di Ketapang Urban Aquaculture, Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis, 9 Juli 2020. (Foto: Istimewa)
Jeis Montesori / JEM Kamis, 9 Juli 2020 | 21:25 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, hadirnya Kampung Tangguh Nusantara merupakan langkah adaptasi iklim yang sangat potensial dalam mengadaptasikan aspek lingkungan dan perubahan iklim di desa-desa.

"Pada aspek lingkungan dan perubahan iklim desa-desa seperti ini, maka langkah Kampung Tangguh Nusantara merupakan langkah adaptasi iklim yang sangat potensial," kata Siti Nurbaya Bakar saat bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar, menghadiri acara launching Kampung Tangguh Nusantara oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, di Ketapang Urban Aquaculture, Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020).

Dalam kegiatan itu, Menteri LHK Siti Nurbaya secara serius memerhatikan kondisi sekeliling lahan tambak dan mangrove, serta ornamen bangunan pada areal seluas sekitar 1,5 hingga 2 hektare yang tertata apik dan produktif.

Di lokasi itu juga terdapat 3.000 M2 tanaman mangrove berusia 3 tahun. Juga mangrove berusia 3-4 bulan. "Pola ini sangat baik, seperti juga pola-pola yang lain dalam konsep Proklim, Program Kampung Iklim. Pola ini juga baik untuk penanganan kelompok dengan Perhutanan Sosial untuk tambak udang,” kata Siti Nurbaya.

Aquaculture mangrove itu merupakan propgram wisata yang dibangun Pemerintah Kabupaten Tangerang di Desa Ketapang. Tempat tersebut telah menjadi desa wisata dan pusat pendidikan mangrove dalam mengembangkan potensi desa.

Dalam acara itu, Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga melakukan pertemuan virtual dengan 34 Kepolisian Daerah (Polda) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di seluruh Indonesia agar program ini bisa terlaksana dengan baik.

Pada acara bertema "Masyarakat Produktif Wujudkan Ketahanan Pangan" itu, juga dilakukan kegiatan panen raya ikan nila dan udang, tebar benih ikan lele, penanaman jagung dengan tugal, serta bakti sosial penyerahan 2.000 bungkus bantuan sembako kepada masyarakat Desa Ketapang. Hingga saat ini, telah terbentuk 7.024 kampung tangguh di seluruh Indonesia.

Panglima TNI dalam arahannya menekankan bahwa sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk meringankan dampak pandemi Covid-19, aparat TNI dan Polri menguatkan Kampung Tangguh Nusantara dengan program pemanfaatan lahan dan padat karya.

"Pemanfaatan lahan dengan penanaman bahan pangan cepat panen, dilaksanakan di seluruh jajaran wilayah Kodam dan Polda, termasuk yang secara individu oleh prajurit TNI dan Polri. Hal tersebut tidak hanya membantu ketersediaan pangan bagi masyarakat, tetapi juga memberi penghasilan tambahan," ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan, perairan Indonesia yang luas menjadi potensi perikanan tangkap dan budi daya harus diberdayakan. :Konsumsi protein hewani juga penting, kecukupan gizi terutama bagi anak-anak akan menghasilkan generasi yang tangguh dan berkualitas," katanya.

Di samping mengantisipasi krisis ekonomi, lanjut Marsekal Hadi Tjahjanto, langkah inovatif juga diperlukan untuk menekan pandemi Covid-19. Salah satu langkah tersebut adalah melalui Kampung Tangguh Nusantara yang baru saja diluncurkan.

Kehadiran Kampung Tangguh Nusantara, kata Marsekal Hadi Tjahjanto, merupakan wujud gotong royong masyarakat dalam menghadapi situasi seperti saat ini.

"Melalui kampung tangguh, masyarakat tidak hanya membangun kesadaran bersama, tetapi juga saling bantu dan menguatkan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19," terang Panglima TNI.

Kampung Tangguh Nusantara bermula dari inisiatif Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur yang mengembangkan Kampung Tangguh Semeru. Fokus utama Kampung Tangguh Nusantara adalah tangguh pada bidang kesehatan jasmani dan rohani, sosial ekonomi, keamanan, serta informasi dan kreativitas.

Saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, Kampung Tangguh Nusantara juga diharapkan dapat turut serta menertibkan masyarakat agar dapat mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara Siti Nurbaya menegaskan, pihaknya sudah menugaskan segera Dirjen untuk koordinasi dengan Asops Kapolri. “Tadi saya sudah bicara dengan Kapolri dan setuju untuk langkah kolaborasi. Kita akan identifikasi 7.024 kampung se-Indonesia, dan apakah sudah ada yang terkait dengan Proklim yang sebanyak 2.900 desa di Indonesia binaan KLHK. Bila nanti berkolaborasi maka akan menjadi agenda yang cukup ideal untuk pengendalian perubahan iklim pola masyarakat di tingkat tapak. Kita akan kolaborasikan,” kata Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya mengatakan, pihaknya sedang memikirkannya juga untuk kolaborasi program hutan sosial khususnya di wilayah pesisir seperti ini. Terima kasih bahwa jajaran TNI-Polri telah mendorong agenda ini.

Siti Nurbaya menyatakan perlu dilakukan replikasi di berbagai daerah di Indonesia. "Saat ini kita memiliki lebih dari 70.000 desa di Indonesia dan akan beberapa kali lipatnya, bisa 4 atau 5 kali lipat jumlah kampung per desa, maka akan meluas di Indonesia. Makanya agenda seperti ini harus mendapatkan dukungan yang serius. Hari ini juga saya hadir bersama Menteri Desa. Kami akan dukung bersama dan kita bangun kolaborasinya,” kata Siti Nurbaya.



Sumber: BeritaSatu.com