Masih Jet Lag, Maria Pauline Belum Diperiksa

Masih Jet Lag, Maria Pauline Belum Diperiksa
Penangkapan Maria Pauline Lumowa (tengah) tersangka kasus pembobolan Bank BNI 1,7 Triliun Rupiah, Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Kamis, 9 Juli 2020. (Foto: AFP / Fajrin Raharjo)
Farouk Arnaz / YUD Kamis, 9 Juli 2020 | 18:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemeriksaan terhadap tersangka pembobol Bank BNI, Maria Pauline Lumowa, belum bisa dilakukan. Penyidik masih memberi kesempatan pada perempuan berusia 62 tahun ini untuk beristirahat.

“Tersangka sudah ada di Indonesia, di Bareskrim, setelah melaksanakan perjalanan panjang dari Serbia. Tentunya yang bersangkutan mengalami jet lag. Kita juga lakukan protokol kesehatan, rapid negatif, swab masih nunggu hasilnya. Jadi yang bersangkutan masih istirahat,” kata Kadiv Humas Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri Kamis (9/7/2020).

Seperti diberitakan kasus Maria berawal saat pemilik PT Gramarindo Group itu mendapat mendapat pinjaman BNI cabang Kebayoran Baru pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003.

Bank pelat merah ini mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro—atau setara Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu—kepada mereka. Aksi PT Gramarindo Group bisa mulus karena dibantu orang dalam bank.

Pada 2003 BNI pusat mengendus sesuatu yang tidak beres dalam transaksi keuangan PT Gramarindo Group. Mereka menggunakan L/C fiktif untuk mendapatkan kredit.

Kasus L/C fiktif inilah yang kemudian dilaporkan ke Mabes Polri. Rekan Maria bernama Adrian Woworuntu, oknum polisi, dan oknum internal BNI pun ditangkap dan telah di vonis sementara Maria kabur tak lama saat kasus ini disidik.



Sumber: BeritaSatu.com