Maria Pauline WN Belanda, Kabareskrim: Bukan Kendala

Maria Pauline WN Belanda, Kabareskrim: Bukan Kendala
Maria Pauline tiba di bandara Soetta Cengkareng, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Chairul Fikri)
Farouk Arnaz / YUD Kamis, 9 Juli 2020 | 13:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kabareskrim Komjen Listyo Sigit mengatakan tak ada kendala dengan penyidikan Maria Pauline Lumowa kendati yang bersangkutan kini telah jadi warga negara Belanda.

Hal ini dikatakan Listyo saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (9/7/2020). Maria yang buron sejak 2003 itu memang akan kembali disidik oleh Polri.

“Setelah diserahkan maka Bareskrim akan melanjutkan penyidikannya. Kita tidak ada kendala dengan proses penyidikannya terkait kewarganegaraannya sebab ia melakukan kejahatan di Indonesia,” kata Listyo.

Jenderal bintang tiga ini menjanjikan akan terus memberikan informasi setelah melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap Maria yang ditangkap di Serbia dan diserahkan ke Indonesia.

Seperti diberitakan kasus Maria berawal saat pemilik PT Gramarindo Group itu mendapat mendapat pinjaman BNI cabang Kebayoran Baru pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003.

Bank pelat merah ini mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro—atau setara Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu—kepada mereka. Aksi PT Gramarindo Group bisa mulus karena dibantu orang dalam bank.

Pada 2003 BNI pusat mengendus sesuatu yang tidak beres dalam transaksi keuangan PT Gramarindo Group. Mereka menggunakan L/C fiktif untuk mendapatkan kredit.

Kasus L/C fiktif inilah yang kemudian dilaporkan ke Mabes Polri. Rekan Maria bernama Adrian Woworuntu, oknum polisi, dan oknum internal BNI pun ditangkap dan telah di vonis sementara Maria kabur tak lama saat kasus ini disidik.

Maria licin bagai belut termasuk kini jadi warga negara Belanda sebelum kini akhirnya ia pun terpeleset dan berhasil ditangkap serta diekstradisi kembali ke Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com