Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 479 (-2)   |   COMPOSITE 5975 (-12)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1396 (-0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-0)   |   IDX30 473 (-1)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1245 (-7)   |   IDXBUMN20 361 (0)   |   IDXCYCLIC 739 (-1)   |   IDXENERGY 741 (2)   |   IDXESGL 130 (-0)   |   IDXFINANCE 1328 (1)   |   IDXG30 133 (0)   |   IDXHEALTH 1274 (2)   |   IDXHIDIV20 418 (-0)   |   IDXINDUST 965 (0)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 739 (-6)   |   IDXPROPERT 876 (-4)   |   IDXQ30 136 (-0)   |   IDXSMC-COM 280 (0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (0)   |   IDXTECHNO 3334 (15)   |   IDXTRANS 1040 (3)   |   IDXV30 127 (0)   |   INFOBANK15 957 (-1)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 408 (-1)   |   ISSI 176 (-0)   |   JII 579 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1135 (-3)   |   LQ45 890 (-2)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1594 (-3)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 303 (-1)   |   PEFINDO25 295 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (0)   |   SRI-KEHATI 342 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Maria Pauline Langsung Diserahkan ke Bareskrim Polri

Kamis, 9 Juli 2020 | 13:16 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Delegasi yang dipimpin Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H. Laoly berhasil merampungkan proses ekstradisi terhadap Maria Pauline Lumowa dari Serbia. Pembobol Bank BNI senilai Rp1,7 triliun itu diketahui telah buron sejak 2003. Yasonna bersama rombongan dan Maria Pauline tiba di Tanah Air melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 11.00 WIB.

Setelah menjalani tes kesehatan, Maria Pauline sempat dihadirkan Yasonna dalam konferensi pers bersama Menko Polhukam di ruang VIP Bandara Soekarno-Hatta. Selanjutnya, Maria diserahkan ke Bareskrim Polri untuk menjalani proses hukum yang dihindarinya selama 17 tahun.

"Beliau (Maria Pauline) sudah di-rapid test, beliau juga sudah dapat keterangan sehat sesuai protokol kesehatan Covid-19 dari pemerintah Serbia. Setelah melakukan proses keimigrasian barusan saja, kita serahkan ke Bareskrim Polri untuk menindaklanjuti proses hukum yang berlaku sesuai peraturan perundang-undangan," kata Yasonna dalam konferensi pers di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Kamis (9/7/2020).

Diketahui, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp 1,7 Triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang mencurigai transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor. Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, namun Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958 tersebut belakangan diketahui keberadaannya di Belanda pada 2009 dan sering bolak-balik ke Singapura.

Sejumlah pihak yang terlibat dalam kasus yang sama telah menjalani proses hukum. Pemilik kolega Maria yang juga pemilik PT Gramarindo Mega Indonesia, Adrian Waworuntu yang juga sempat buron divonis penjara seumur hidup dan denda Rp 1 miliar serta mengembalikan uang negara sebesar Rp 300 miliar.

Selain Adrian, Direktur Utama PT Sagared Team Ollah A Agam divonis 15 tahun penjara, Direktur Utama PT Magnetique Usaha Esa Adrian P Lumowa divonis 15 tahun, mantan Pejabat Sementara Kepala Cabang BNI Kebayoran Baru Nirwan Ali divonis 8 tahun, mantan Kepala Cabang BNI Kebayoran Baru Edy Santoso divonis seumur hidup, staf BNI Koesadiyuwono divonis 16 tahun, Titik Pristiwanti divonis 8 tahun, Richard Kountul divonis 10 tahun dan Aprilia Widarta 15 tahun.

Meski buron selama 17 tahun, Yasonna memastikan pemerintah Indonesia tetap memberikan akses hukum kepada Maria yang diketahui merupakan warga negara Belanda. Termasuk memberikan akses kepada Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk memberikan pendampingan hukum sebagai bentuk perlindungan kepada warga negaranya.

"Sebagai perlindungan warga negara, dia akan diberi akses hukum melalui Kedubesnya menunjuk lawyer dan penasihat hukum dia," kata Yasonna.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, pemerintah memastikan hak asasi Maria akan diperhatikan selama menjalani proses hukum.

"Tadi saya sudah bicara dan saya katakan hukum akan perlakukan degan baik dan perhatikan hak asasinya. Bantuan hukum akan diberikan dan dia punya kuasa hukum dari kedubes dan beliau sekarang Warga Negara Belanda," kata Mahfud.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Targetkan Kaum Milenial, Ini Pesan Menpora untuk I'M Gen Z

Menpora berharap program yang diusung oleh organisasi I'M Gen Z lebih kreatif dan variatif untuk menarik lebih banyak kalangan milenial.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Kuota Kurang 22.000, PPDB SMA dan Kejuruan di Sumut Dibuka Lagi

Disdik Sumut membuka kembali proses PPDB untuk tingakt SMA dan kejuruan karena sekitar 20.000 kuota belum terpenuhi.

NASIONAL | 9 Juli 2020

5 Kabupaten di Bengkulu Berstatus Zona Hijau Covid-19

Kelima kabupaten itu, yakni Bengkulu Selatan, Seluma, Mukomuko, Kaur, dan Kabupaten Lebong.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Indonesia Tidak Bisa Pecahkan Sendiri Masalah Kewarganegaraan Ganda

Permasalahan anak berkewarganegaraan ganda sering terjadi ketika berusia 21 tahun. Mereka diminta memilih, padahal di usia itu anak masih labil dalam memilih.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Kasus Maria Pauline Buka Luka Lama Polri

Sempat buron dan menyeret petinggi Polri, berkas Maria Pauline Lumowa belum dirampungkan penyidik Polri hingga saat ini.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Yasonna Sebut Nyaris Gagal Ekstradisi Maria Lumowa

Masa penahanan Maria Pauline bakal berakhir pada 16 Juli 2020 dan akan dibebaskan jika tidak segera diekstradisi ke Indonesia.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Tiba di Indonesia, Maria Lumowa Langsung Jalani Rapid Test

Maria tiba bersama Menkumham Yasonna Laoly yang menjemputnya di Serbia.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Target Produksi Pangan Diminta Perkuat Komoditas Lokal

Komisi IV DPR berharap Kemtan memperkuat komoditas pangan lokal dalam upaya pencapaian target produksi pangan di tahun 2021.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Semarakkan HUT Ke-75 RI, Helikopter Kepresidenan Dicat Merah Putih

Helikopter yang berwarna merah putih tersebut bukan helikopter baru, namun yang biasa digunakan Presiden saat kunjungan kerja.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Siapa Cabut Red Notice Djoko Tjandra?

Apa landasan hukum nama Djoko Tjandra dicabut dari red notice?

NASIONAL | 9 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS