Semarakkan HUT Ke-75 RI, Helikopter Kepresidenan Dicat Merah Putih

Semarakkan HUT Ke-75 RI, Helikopter Kepresidenan Dicat Merah Putih
Presiden Joko Widodo sebelum menaiki helikopter Super Puma milik TNI AU. (Foto: dok)
Lenny Tristia Tambun / WBP Kamis, 9 Juli 2020 | 11:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk menyemarakkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 RI, Istana Kepresidenan mengganti cat helikopter kepresidenan dari biru menjadi merah putih, yang merupakan warga bendera Indonesia.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan Istana Kepresidenan telah memutuskan mengganti warna menjadi merah putih. Sebelumnya helikopter tersebut didominasi warna biru. “Kami memutuskan untuk mengganti warnanya dengan merah putih dan Presiden menyetujuinya. Warna ini juga dipilih untuk lebih menyemarakkan perayaan 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Heru Budi Hartono yang turut mendampingi kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Presiden Tinjau Food Estate dan Posko Penanganan Covid-19 di Kalteng

Setelah tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Presiden langsung menuju Helikopter Super Puma TNI AU menuju Kabupaten Kapuas. Memang terlihat perbedaan Helikopter Kepresidenan yang ditumpangi Presiden dalam kunjungan kerja di Kalimantan Tengah, hari ini.

Helikopter yang berwarna merah putih tersebut bukan helikopter baru, namun yang biasa digunakan Presiden saat kunjungan kerja. Kini telah dicat ulang yang merupakan bagian dari pemeliharaan.

Sekretaris Militer (Sesmil) Presiden Mayjen TNI Suharyanto menyampaikan kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden bahwa saat melaporkan kepada Presiden tentang helikopter tersebut harus memasuki pemeliharaan rutin pada bulan Maret lalu, Presiden berpesan agar diberikan nuansa berbeda yang lebih ‘Indonesia’.

Dalam penerbangan menuju Kabupaten Kapuas, protokol kesehatan tetap dikedepankan. Di dalam helikopter yang ditumpangi Presiden biasanya diisi 10 orang. Kali ini hanya diisi 5 orang. Presiden hanya didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan tiga orang perangkat melekat lainnya, yaitu Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Dan Grup A Paspampres Kolonel Inf. Achiruddin, dan Ajudan Presiden Kolonel Inf. Rudi Saladin.



Sumber: BeritaSatu.com