Yasonna Bawa Pulang Buronan Pembobol BNI Rp 1,7 Triliun dari Serbia
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-2.49)   |   COMPOSITE 6413.89 (-38.84)   |   DBX 1221.71 (-0.78)   |   I-GRADE 188.988 (-1.34)   |   IDX30 542.994 (-3.42)   |   IDX80 145.925 (-1.31)   |   IDXBUMN20 438.706 (-6.56)   |   IDXESGL 150.111 (-1.32)   |   IDXG30 148.081 (-1.46)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-2.64)   |   IDXQ30 153.853 (-0.73)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-2.6)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-7.03)   |   IDXV30 149.364 (-1.82)   |   INFOBANK15 1084.54 (-0.31)   |   Investor33 464.502 (-2.5)   |   ISSI 189.074 (-1.77)   |   JII 668.709 (-8.85)   |   JII70 233.837 (-3.03)   |   KOMPAS100 1296.34 (-10.24)   |   LQ45 1011.21 (-7.82)   |   MBX 1772.39 (-12.21)   |   MNC36 342.942 (-1.72)   |   PEFINDO25 336.865 (-2.96)   |   SMInfra18 332.042 (-4.87)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-1.67)   |  

Yasonna Bawa Pulang Buronan Pembobol BNI Rp 1,7 Triliun dari Serbia

Rabu, 8 Juli 2020 | 22:39 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM


Jakarta, Beritasatu.com - Kunjungan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly bersama delegasi Indonesia ke Serbia sejak Sabtu (4/7/2020) lalu membawa kabar mengejutkan. Tak hanya kesepakatan untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor, terutama hukum dan hak asasi manusia, dalam kunjungan ke Serbia tersebut, delegasi yang dipimpin Yasonna juga berhasil menyelesaikan proses ekstradisi buronan Maria Pauline Lumowa.

Pembobol Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun itu diketahui telah buron sejak 2003 lalu. Delegasi Indonesia pimpinan Yasonna H Laoly dijadwalkan tiba di Tanah Air bersama Maria Pauline Lumowa, Kamis (9/7) pagi.

"Dengan gembira saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses handing over atau penyerahan buronan atas nama Maria Pauline Lumowa dari pemerintah Serbia," kata Yasonna dalam keterangan pers kepada wartawan, Rabu (8/7/2020) malam.

Yasonna mengatakan, keberhasilan menuntaskan proses ekstradisi ini tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik kedua negara.

Selain itu, proses ekstradisi ini juga merupakan wujud komitmen pemerintah dalam upaya penegakan hukum yang berjalan panjang. Yasonna menyebut pemulangan ini sempat mendapat 'gangguan', namun Pemerintah Serbia tegas pada komitmennya untuk mengekstradisi Maria Pauline Lumowa ke Indonesia.

"Indonesia dan Serbia memang belum saling terikat perjanjian ekstradisi, namun lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para petinggi Pemerintah Serbia dan mengingat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dikabulkan. Sempat ada upaya hukum dari Maria Paulina Lumowa untuk melepaskan diri dari proses ekstradisi, juga ada upaya dari salah satu negara Eropa untuk mencegah ekstradisi terwujud," ujar Yasonna.

Komitmen Serbia tersebut juga digarisbawahi Presiden Aleksandar Vucic saat bertemu dengannya. Menurutnya, proses ekstradisi ini salah satu dari sedikit proses ekstradisi di dunia yang mendapat perhatian langsung dari kepala negara.

"Di sisi lain, saya juga sampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Duta Besar Indonesia untuk Serbia, Bapak M Chandra W Yudha, yang telah bekerja keras untuk mengatur dan memuluskan proses ekstradisi ini," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Yasonna menyebut ekstradisi Maria Pauline Lumowa tak lepas pula dari asas resiprositas atau timbal balik. Sebelumnya, Indonesia sempat mengabulkan permintaan Serbia untuk mengekstradisi pelaku pencurian data nasabah Nikolo Iliev pada 2015.

Diketahui, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai US$ 136 juta dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor. Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, namun Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958 tersebut belakangan diketahui keberadaannya di Belanda pada 2009 dan sering bolak-balik ke Singapura.

Pemerintah Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014, karena Maria Pauline Lumowa ternyata sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Namun, kedua permintaan itu ditolak oleh Pemerintah Kerajaan Belanda yang justru memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda.
Upaya penegakan hukum memasuki babak baru saat Maria Pauline Lumowa ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, pada 16 Juli 2019.

"Penangkapan itu dilakukan berdasarkan red notice Interpol yang diterbitkan pada 22 Desember 2003. Pemerintah bereaksi cepat dengan menerbitkan surat permintaan penahanan sementara yang kemudian ditindaklanjuti dengan permintaan ekstradisi melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham," kata Yasonna.

Selain itu, keseriusan pemerintah juga ditunjukkan dengan permintaan percepatan proses ekstradisi terhadap Maria Pauline Lumowa. Di sisi lain, Pemerintah Serbia juga mendukung penuh permintaan Indonesia berkat hubungan baik yang selama ini dijalin kedua negara.

"Dengan selesainya proses ekstradisi ini, berarti berakhir pula perjalanan panjang 17 tahun upaya pengejaran terhadap buronan bernama Maria Pauline Lumowa. Ekstradisi ini sekaligus menunjukkan komitmen kehadiran negara dalam upaya penegakan hukum terhadap siapa pun yang melakukan tindak pidana di wilayah Indonesia," ucap Yasonna.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PPDB Online Lewat Jalur Zonasi di Sumut Akan Dievaluasi

Evaluasi PPDB di Sumut ini akan dievaluasi supaya kuota yang disediakan untuk SMA Negeri bisa dipenuhi.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Mahfud: Cepat atau Lambat Djoko Tjandra Pasti Tertangkap

Mahfud menyebut semua institusi, terutama Kejagung dan Polri bertekad untuk mencari dan menangkap Djoko Tjandra.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Polres Mukumuko Amankan Ratusan Kayu Balok Ilegal

Polres Mukomuko saat ini masih mengejar pemodal pembalakan kayu liar di kawasan hutan produksi Pondok Suguh.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Memerdekakan Papua dari Ketertinggalan

Pengalaman mengajar di pedalaman, para guru belajar untuk lebih mencintai murid-muridnya.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Jelang Normal Baru, Ini Cara Mendes Revitalisasi BUMDes

Beberapa langkah revitalisasi BUMDes termasuk pemberian nomor registrasi, serta percepatan digitalisasi BUMDes.

NASIONAL | 8 Juli 2020

KPK Cecar Dirut PT PAL soal Aliran Dana Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Dirut PT PAL Indonesia Budiman Saleh diperiksa penyidik sebagai saksi kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran pesawat di PT Dirgantara Indonesia.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Unilever Manfaatkan Kemasan Daur Ulang Limbah Plastik

Sebanyak 36 persen hingga 38 persen sampah di kawasan pesisir Indonesia didominasi oleh plastik.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Mendes PDTT: BLT Dana Desa Telah Tersalurkan 97 Persen

Apabila ketiga tahap penyaluran digabungkan, total BLT dana desa yang sudah tersalurkan sebesar Rp 8,3 triliun.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Dukung Tambahan Rp 10 T, Ketua MPR Minta Kemtan Tingkatkan Produksi Pangan

Dengan kenaikan anggaran, diharapkan seluruh keperluan di sektor pertanian dapat memadai, dan dapat mendukung program ketahanan pangan.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Anak Pendamping Desa Jadi Lulusan Terbaik Akpol

Mendes Abdul Halim Iskandar mengucapkan selamat kepada pendamping desa teknik infrastruktur yang berhasil menyekolahkan anaknya hingga menjadi lulusan terbaik.

NASIONAL | 8 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS