Polda Sumut Siapkan Antisipasi Kericuhan di Pilkada 2020

Polda Sumut Siapkan Antisipasi Kericuhan di Pilkada 2020
Ilustrasi Pilkada 2020. (Foto: SP/Muhammad Reza)
Arnold H Sianturi / JEM Rabu, 8 Juli 2020 | 13:50 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin meminta seluruh kapolres untuk segera melakukan koordinasi dengan penyelenggara pemilu dan pemerintah di 23 daerah dari 33 kabupaten/kota yang menyelenggarakan  Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19, pada 9 Desember mendatang.

"Setiap kapolres harus bisa memahami bentuk potensi ancaman dan permasalahan yang terjadi sebelum dan setelah pelaksanaan pilkada. Pengenalan potensi ancaman ini sangat diperlukan dalam rangka antisipasi masalah. Termasuk penyebaran Covid-19 di daerah yang menyelenggarakan pilkada," ujar Martuani Sormin, Rabu (8/7/2020).

Mantan Kapolda Papua ini mengatakan, tahapan sampai pelaksanaan pilkada serentak harus mengikuti protokol kesehatan. Seluruh petugas yang melakukan pengamanan selama proses itu dilaksanakan harus mengenakan alat pelindung diri (APD). Kehadiran polisi sangat dibutuhkan akan pilkada berjalan aman, tertib dan lancar.

"Ada tiga daerah yang akan menyelenggarakan pilkada serentak rawan atas aksi massa dengan isu kecurangan. Ketiga daerah itu adalah Kota Medan, Nias dan Tapanuli Selatan. Daerah lainnya juga berpotensi namun harus diantisipasi secara matang mengingat pilkada dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19," katanya.

Adapun 23 daerah di Sumut yang melaksanakan pilkada serentak meliputi, Kota Medan, Binjai, Pematangsiantar, Tanjungbalai, Sibolga, Gunungsitoli, Kabupaten Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Tanah Karo, Pakpak Bharat dan Labuhan Batu.

Kemudian, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Samosir, Humbahas, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan. Sebanyak 6 dari 23 daerah yang melaksanakan pilkada, dinyatakan masih nihil kasus Covid-19.

Enam daerah zero Covid-19 itu adalah Kota Sibolga, Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat dan Pakpak Bharat. Sementara itu, Kota Medan, Binjai, Siantar, Simalungun, Serdang Bedagai dan Tanah Karo, merupakan zona merah Covid-19.

Kategori zona merah pada kabupaten/kota di Sumut karena jumlah pasien positif Covid-19 lebih dari 5 orang. Untuk daerah zona merah ini, penyelenggara pilkada akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, yang melibatkan aparat TNI dan Polri dalam hal pengamanan. 



Sumber: BeritaSatu.com