Pascakerusuhan di Madina, Ratusan Warga Masih Sembunyi di Hutan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

Pascakerusuhan di Madina, Ratusan Warga Masih Sembunyi di Hutan

Selasa, 7 Juli 2020 | 12:14 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Madina, Beritasatu.com - Ratusan warga masih bersembunyi di dalam kawasan hutan pascakerusuhan dengan membakar dua unit mobil dan melukai enam polisi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), Senin (29/6/2020).

Hal ini diketahui Beritasatu.com berdasarkan keterangan dari sejumlah ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Mompang Julu. Mereka menyatakan suaminya meninggalkan desa karena merasa takut akan ditangkap polisi setelah kejadian kerusuhan. Di desa itu, sedikitnya ada 360 kepala keluarga (KK).

"Sebelum adanya penangakapan, warga Desa Mompang Julu sudah mendengar kabar akan adanya penyisiran oleh polisi. Bapak - bapak di sini dan pemuda yang sebelumnya ikut berdemo langsung pergi meninggalkan rumah. Mereka bersembunyi di dalam hutan," ujar seorang IRT, Dewi (30), Selasa (7/7/2020).

Dewi mengaku tidak mengetahui lokasi persis persembunyian suaminya. Dia juga tidak dapat memastikan suaminya, apakah terlibat dalam pembakaran dua unit mobil, yang salah satunya merupakan milik Wakapolres Madina, Kompol Elizama Zaluku. Saat kejadian, lokasi kejadian sangat kacau.

Hal senada juga dikemukakan Khadijah, seorang nenek berusia 60 tahun, yang mengaku masih trauma setelah melihat kerusuhan tersebut. Dirinya semakin bertambah takut karena melihat banyak polisi yang memasuki desa tersebut.

"Saya tidak berani meninggalkan rumah karena takut ditangkap. Kalau orang - orang sini bilang, semua warga desa mau ditangkap. Tapi saya tidak ditangkap polisi. Mereka mungkin mengetahui bahwa saya tidak ikut terlibat kerusuhan itu," kata Khadizah.

Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi, yang turun langsung ke Desa Mompang Julu, mengimbau masyarakat supaya tidak takut saat melihat kehadiran polisi. Dirinya datang bersama anak buahnya untuk memulihkan situasi agar kembali normal.

"Saya jamin anggota tidak akan sembarangan dalam menangkap orang, apalagi yang tidak bersalah. Jadi saya minta masyarakat supaya tidak perlu takut. Kami hadir untuk melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat, dan bukan menakut - nakuti masyarakat," katanya.

Disebutkan, polisi melakukan penangkapan hanya terhadap orang - orang yang terlibat melakukan pelemparan batu sehingga melukai enam orang polisi. Selain itu, polisi akan memproses hukum pelaku pembakaran dua unit mobil dan satu sepedamotor.

"Sudah ada 19 orang yang ditangkap. Mereka masih diperiksa untuk pengembangan lebih lanjut. Mereka adalah orang - orang yang terpantau terlibat melakukan pembakaran mobil dan pelemparan batu saat kerusuhan. Termasuk dua orang anak di bawah umur dan seorang wanita," sebutnya.

Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menyampaikan, kerusuhan yang terjadi harus dijadikan pelajaran supaya tidak terjadi lagi untuk kemudian hari. Semua pihak juga harus mengambil peranan dalam memulihkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Ini negara hukum. Polisi sudah profeaional menjalankan tugas. Sehingga, mereka yang terlibat melakukan pelanggaran hukum harus diproses sesuai perbuatannya. Bagi warga yang tidak terlibat maka sebaiknya pulang ke rumah masing - masing," sebutnya.

Menurutnya, polisi tidak akan melakukan penangkapan apalagi penahanan terhadap orang yang tidak terlibat dalam pembakaran mobil dan penyerangan yang melukai enam orang polisi saat kerusuhan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kejar Target Produksi Pangan, Mentan Minta Tambahan Anggaran Rp 10 Triliun

Target produksi komoditas utama padi 2021 sebesar 62,5 juta ton.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Minat Siswa Masuk SMA/SMK Negeri Sangat Tinggi, Ruang Kelas Terbatas

Yusuf mengatakan di Kabupaten Tangerang, masih ada kecamatan yang belum memiliki SMA/SMK negeri.

NASIONAL | 7 Juli 2020

DPR Gelar Fit and Proper Test Tiga Calon Deputi Gubernur BI

Tiga calon diajukan Presiden sebagai bakal pengganti Erwin Rijanto yang telah berakhir masa jabatannya Juni 2020.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Presiden Sebut Pembebasan Lahan Hambat Proyek Tol Cisumdawu

Jokowi juga melihat pengembalian dana talangan tanah juga terhambat karena urusan administrasi.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Mendidik Anak Papua dengan Hati

Mengajar di pedalaman Papua adalah pelayanan dengan hati. Dalam diri para guru tertanam semangat misi.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Keluarga Pembawa Kabur Jenazah Terkait Covid-19 di Medan di Rapid Test

Akhyar menyebutkan, rapid test ini dilakukan demi kebaikan bersama.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Presiden Minta Pembangunan Tol Trans-Sumatera dan Cisumdawu Dipercepat

Tol Trans-Sumatera diharapkan dapat mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Pelapor Eks Anggota DPR Asal Sultra Surati Komisi Pemilihan Umum

Dengan tersangka diangkat jadi anggota DPR, KPU disurati.

NASIONAL | 7 Juli 2020

4.294 Petugas Pilkada di Medan Jalani Rapid Test Covid-19

Rapid test ribuan petugas pilkada tersebut dilakukan di lima lokasi untuk menghindari kerumunan massa.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kemdagri Mediasi Kemdikbud dan Pemprov DKI untuk Temukan Solusi Kisruh PPDB

Disepakati perlunya perubahan terhadap keputusan Kadisdik untuk disesuaikan dengan Permendikbud 44/2019, yaitu kuota zonasi sebesar minimal 50%.

NASIONAL | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS