Pelapor Eks Anggota DPR Asal Sultra Surati Komisi Pemilihan Umum
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Pelapor Eks Anggota DPR Asal Sultra Surati Komisi Pemilihan Umum

Selasa, 7 Juli 2020 | 11:59 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Surya Ismail Bahari, yang melaporkan Haerul Saleh, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2014-2019 ke Polda Metro Jaya dalam kasus penipuan menyurati Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Langkah ini ditempuh Surya Ismail Bahari karena tersiar kabar bahwa Haerul, yang sudah berstatus jadi tersangka akan dilantik menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) lewat pergantian antarwaktu (PAW).

Surat tersebut dikirimkan Surya Ismail Bahari pada 20 April 2020. Dalam surat yang diteken Surya Ismail Bahari dan salinannya diperoleh media, diketahui ditujukan kepada Ketua KPU Arief Budiman.

Surat itu juga ditembuskan ke Presiden Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan beberapa lainnya.

Dalam surat tersebut, Surya Ismail Bahari menyampaikan bahwa Haerul Saleh telah ditetapkan dan masih sebagai tersangka atas kasus pidana penipuan kepada dirinya. Dia juga menyebut penetapan tersangka tersebut berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tanggal 9 Januari 2020 Nomor. B/102/I/RES.1.11/Ditreskrimum.

Dalam surat sebanyak tiga halaman itu, Surya Ismail juga menyampaikan kronologi utang-piutang yang berujung kasus hukum. Dalam tanda terima surat tersebut, Surya Ismail meneken sebagai pihak yang menyerahkan surat dan diterima Fandi, staf KPU.
Saat dikonfirmasi soal surat ke KPU tersebut, Surya Ismail Bahari tidak menyangkalnya.

“Saya memang berkirim surat itu, sebagai bagian dan upaya menagih hak saya,” katanya dalam siaran pers, Selasa (7/7/2020). “Sampai sekarang belum ada tanda-tanda utang saya dibayar oleh yang bersangkutan,” kata dia.

Sebelumnya, politikus Partai Gerindra Haerul Saleh bersama dua temannya La Ode Husuna alias Jhon dan Tarhim dilaporkan ke polisi, lewat surat benomor LP/4264/VII/2019/PMJ/Ditreskrimum pada 16 Juli 2019 itu, akhirnya berbuntut penetapan status tersangka kepada Haerul Saleh.

Laporan itu kemudian berujung penetapan tersangka yang terungkap dalam Surat Pemberitahun Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) No : B/102/I/RES.1.11/2020/Ditreskrimum tertanggal 9 Januari 2020 yang diteken AKBP M. Gafur A.H Siregar.

Surya mengatakan laporan polisi itu dibuat pada Januari 2020, karena Haerul tidak kunjung memenuhi kewajibannya melunasi utang senilai Rp 10 miliar, dan kompensasi pembagian keuntungan senilai Rp 6,4 miliar. “Jadi totalnya Rp 16,4 miliar,” katanya.

Dalam catatan kronologi kejadian yang diperoleh media, diketahui transaksi peminjaman uang itu terjadi pada 6 Juni 2018, ketika Haerul Saleh datang menemui Surya Ismail Bahari.

Saat itu mantan anggota Komisi 11 DPR itu mengatakan memerlukan dana untuk mengangkut biji nikel sebanyak 100.000 WT yang dikelola PT Ringa Jhon Indocemet yang melakukan kerja sama operasi dengan PT Toshida Indonesia.

Dana pinjaman berikut kompensasinya sesuai perjanjian Surya Ismail Bahari akan dikembalikan pada dua bulan, atau sekitar awal Agustus 2018. Namun kenyataan uang tersebut tidak pernah kembalikan hingga sekarang. Surya Ismail Bahari kemudian menempuh upaya hukum dengan membuat Laporan Polisi ke Polda Metro Jaya.

Dalam salinan dokumen perjanjian antara Surya Ismail Bahari dengan Tarhim selaku Direktur Utama PT Ringa Jhon Indocemet yang diperoleh media, tercantum kesepakatan peminjaman uang dan janji pengembaliannya. Dokumen perjanjian yang diteken pada 8 Juni 2018 dicatatkan di kantor notaris Yualita Widyadhari.

Selain itu juga ada perjanjian antara Surya Ismail Bahari dengan Haerul Saleh La Ode Husuna alias Jhon dan Tarhim pada 15 Januari 2020, yang berisi pernyataan mereka untuk mengembalikan uang titipan. Dalam pernyataan tersebut, ketiga orang tersebut berjanji akan mengembalikan dana pinjaman tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

4.294 Petugas Pilkada di Medan Jalani Rapid Test Covid-19

Rapid test ribuan petugas pilkada tersebut dilakukan di lima lokasi untuk menghindari kerumunan massa.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kemdagri Mediasi Kemdikbud dan Pemprov DKI untuk Temukan Solusi Kisruh PPDB

Disepakati perlunya perubahan terhadap keputusan Kadisdik untuk disesuaikan dengan Permendikbud 44/2019, yaitu kuota zonasi sebesar minimal 50%.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Jokowi Minta Pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera Tak Bebani APBN

Investasinya sebesar Rp 476 triliun.

NASIONAL | 7 Juli 2020

BPBD Jateng Waspadai Kebakaran Gunung dan Hutan

BPBD Jateng sudah mengeluarkan surat atau rekomendasi dari BMKG.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Ketua Umum JMSI Soroti Praktik Jurnalisme yang Gunakan Combative Lens

Dialog selalu dilihat sebagai sebuah pertempuran yang harus berakhir dengan kemenangan dan kekalahan.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Fasilitas Kesehatan Covid-19 di Bengkulu Hanya Terisi 35 Persen

RS Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu hanya merawat lima pasien Covid-19.

NASIONAL | 7 Juli 2020

413 Peserta UTBK SBMPTN Unib Tak Hadir

Peserta dari luar Bengkulu harus melakukan rapid test terlebih dahulu.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Fosil Ikan Predator Raksasa 70 Juta Tahun Ditemukan

Fosil karnivora yang memiliki gigi tajam

NASIONAL | 7 Juli 2020

Polisi Buru Perampok Emas Senilai Rp 2 Miliar di Kota Jambi

Aksi perampokan toko emas Gemilang di pasar Villa Kenali, Kota Jambi tersebut terjadi saat pasar masih ramai.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Sense of Crisis di Tengah Pandemi, Hasto Ultah ke-54 Tanpa Tiup Lilin

Tidak ada yang spesial di hari ulang tahun Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang ke-54 hari ini. Tidak tiup lilin, dia bekerja seperti biasa.

NASIONAL | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS