BPKH Diminta Fasilitasi Rapid Test untuk Calon Jemaah Haji

BPKH Diminta Fasilitasi Rapid Test untuk Calon Jemaah Haji
Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania ketika menghadiri rapat dengar pendapat bersama Kepala BPKH Anggito Abimanyu dan jajarannya di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (6/7/2020). (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 6 Juli 2020 | 17:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk memfasilitasi rapid test bagi setiap calon jemaah haji untuk menekan angka penyebaran virus corona.

“Anggaran yang dikelola BPKH termasuk besar juga. Apalagi dari uang jemaah, bukan dari APBN. Seharusnya, gelar saja rapid test agar calon jemaah itu menjadi tenang,” ungkap Ina ketika mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala BPKH Anggito Abimanyu beserta jajaran di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Baca jugaCovid-19 Membuat Pendaftar Haji Turun

Ina menyatakan, rata-rata usia jemaah haji asal Indonesia berusia 60 hingga 80 tahun, sehingga lebih rentan tertular virus corona.

"Jadi, ini tugas BPKH untuk memberikan fasilitas tersebut. Jangan sampai memakan korban nantinya," imbuh politisi PDI-Perjuangan tersebut.

Selain rapid test, BPKH diminta untuk memberikan kompensasi bagi jemaah yang positif terpapar Covid-19.

"Jangan hanya berhenti sampai tahap rapid test saja. Apabila ada yang positif, harus diberikan kompensasi seperti dibiayai sampai sembuh dan lain-lainnya," ujar legislator dapil Jawa Timur VII ini.

Menurut Ina, langkah-langkah tersebut ditujukan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi jemaah haji yang gagal berangkat akibat pandemi Covid-19.

“Masyarakat di dapil saya selalu bertanya, kompensasinya apa. Apalagi mereka sudah menyetor (biaya haji), tetapi tidak jadi berangkat karena pandemi. Tentu harapannya BPKH harus memberikan kompensasi terbaik. Contohnya, seperti yang saya sampaikan ini,” ungkap Ina.



Sumber: BeritaSatu.com