Indonesia Jajaki Kerja Sama Militer dengan Nigeria

Indonesia Jajaki Kerja Sama Militer dengan Nigeria
Atase Pertahanan (Athan) RI Kolonel Arh Bangun Manahan Tanjung saat mendampingi Duta Besar LBBP RI di Abuja Marsda TNI (Purn) Usra Hendra Harahap, saat melaksanakan kunjungan kehormatan (Courtessy Call) dan pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Federal Nigeria Mayor Jenderal (Purn) Bashir Salihi Magashi, MNI CFR CON, di Kementerian Pertahanan Nigeria. (Foto: Ist)
Yeremia Sukoyo / FMB Senin, 6 Juli 2020 | 10:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia menjajaki kerja sama militer dan pertahanan dengan Nigeria, khususnya di bidang latihan dan pendidikan militer, serta kerja sama dalam pengembangan industri pertahanan.

Hal tersebut disampaikan pejabat Atase Pertahanan (Athan) RI Kolonel Arh Bangun Manahan Tanjung saat mendampingi Duta Besar LBBP RI di Abuja Marsda TNI (Purn) Usra Hendra Harahap, saat melaksanakan kunjungan kehormatan (Courtessy Call) dan pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Federal Nigeria Mayor Jenderal (Purn) Bashir Salihi Magashi, MNI CFR CON, di Kementerian Pertahanan Nigeria.

"Dalam pertemuan tersebut, Dubes RI-Abuja menyampaikan terima kasih kepada Menhan Nigeria atas kesediaannya menerima kunjungan kehormatan dari pihak Kedubes RI. Selain bertujuan untuk memperkenalkan diri, selanjutnya Dubes RI juga menyampaikan peluang terkait penjajakan kerja sama militer dan pertahanan antara Indonesia dan Nigeria," kata Bangun Manahan Tanjung, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/7/2020).

Menanggapi penyampaian Dubes RI-Abuja, Menhan Nigeria Jenderal (Purn) Bashir menyambut dengan antusias peluang terkait kerjasama bidang militer dan pertahanan kedua negara. Semua bisa dilakukan untuk memperkuat hubungan bilateral yang sudah terjalin selama ini.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Nigeria dibuka pada tahun 1965. Sejak saat itu Indonesia mempunyai Kedubes di Lagos (namun sejak tahun 2008 pindah ke Abuja). Sedangkan Kedubes Nigeria di Jakarta baru dibuka pada tahun 1976.

Hubungan kedua negara hingga saat ini berjalan dengan baik dan terus meningkat. Hal ini didasarkan atas kenyataan bahwa kedua negara sama-sama merupakan anggota GNB, OKI, kelompok 77, G–15, D–8, OPEC, PBB, antiapartheid, anti kolonialisme/imperialisme dan sama-sama berusaha mewujudkan Tatanan Informasi Dunia Baru.

Kedua negara selalu saling memberikan dukungan secara resiprokal atas kepentingan nasional masing-masing negara. Nigeria juga merupakan salah satu negara yang senantiasa memberikan dukungan terhadap kesatuan dan integritas wilayah Indonesia.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal Kemhan Nigeria Mr. Sabiu Zakari, Direktur Joint Services Department Mrs. Olu Mustapha, Principal General Staff Officer to the Minister, Brigjen Awwal Faggae, Pelaksana Fungsi Politik KBRI-Abuja Tri Surya dan Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI-Abuja Darius Erlangga dan ditutup dengan pertukaran cindera mata antara kedua belah pihak serta acara foto bersama.



Sumber: BeritaSatu.com