Kasus Covid-19 Meningkat, Pembatasan Kegiatan Masyarakat Semarang Diperpanjang

Kasus Covid-19 Meningkat, Pembatasan Kegiatan Masyarakat Semarang Diperpanjang
Sejumlah pengunjung antre dengan menerapkan jaga jarak ("physical distancing") saat akan menjalani pemeriksaan Covid-19 di salah satu pusat perbelanjaan modern Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/6/2020). (Foto: ANTARA FOTO / Aji Styawan)
Stefi Thenu / FMB Senin, 6 Juli 2020 | 07:11 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Kasus positif Covid-19 di Kota Semarang terus meningkat. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, hingga Senin (6/7/2020) pukul 06.49 WIB, jumlah positif Covid-19 tercatat 709 orang, terdiri atas 576 (warga Semarang) dan 133 (luar Kota Semarang).

Sembuh dari Covid-19 tercatat 952 orang, terdiri atas 789 (warga Semarang) dan 163 (luar Kota Semarang). Meninggal akibat Covid-19 sebanyak 194, orang terdiri atas 156 (warga Semarang) dan 38 (luar Kota Semarang).

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 4.425 orang, perinciannya selesai pemantauan 4.190 dan ODP terpantau 235. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat 1.891 orang, perinciannya negatif 1.258, meninggal negatif 193, meninggal tunggu hasil 40, PDP tunggu hasil 400.

Banyaknya kasus tersebut membuat Pemkot Semarang memutuskan perpanjangan masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

"Perpanjangan PKM kali ini tanpa periode. Jika hal yang dirasa mendesak untuk selesaikan PKM karena kasus Covid-19 menurun bisa saja PKM kita cabut. Tapi kalau angkanya naik nanti PKM akan kita perketat lagi," tegas Hendi, Minggu (5/7).

Hendi menjelaskan, masifnya rapid dan swab test yang dilaksanakan menimbulkan kasus Covid-19 banyak diketahui. Pihaknya akan tetap berlakukan tes massal untuk mendeteksi sedini mungkin orang yang terpapar Covid-19.

Dia mengatakan, banyak pasien baru yang muncul dari hasil penelusuran. Banyak juga pasien yang membawa penyakit penyerta seperti demam berdarah dan tipus.

"Ini pekerjaan yang sulit untuk menyembuhkan pasien dengan penyakit penyerta. Muncul klaster baru Covid-19 di salah satu industri di Kota Semarang," imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam menjelaskan klaster baru Covid-19 itu ada di tiga perusahaan. Ketika muncul kasus perusahaan tersebut langsung ditutup.

"Klaster ini lebih besar dari klaster Pasar Rejomulyo atau Pasar Kobong. Kita sebut saja di perusahaan A ditemukan 47 kasus, perusahaan B 24 kasus dan di perusahaan C ada 100-an kasus positif Covid-19," ujar Hakam, tanpa menyebutkan nama perusahaan dan jenis industrinya. 



Sumber: BeritaSatu.com