Kekeringan Meningkat, Lahan Gambut di Muarojambi Terbakar

Kekeringan Meningkat, Lahan Gambut di Muarojambi Terbakar
Bupati Muarojambi, Masnah Busro (pakai kerudung) bersama pasukan TNI memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Sipinteluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Sabtu, 9 Agustus 2019. (Foto: Beritasatu Photo / Radesman Saragih)
Radesman Saragih / JAS Minggu, 5 Juli 2020 | 20:13 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Kekeringan yang melanda Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi dua pekan terakhir menyebabkan hutan dan lahan di daerah itu mulai terbakar.

Sedikitnya lima hektare lahan gambut di Desa Ramin, Kecamatan Kumpeh, Muarojambi terbakar. Kebakaran lahan gambut tersebut terjadi di areal masyarakat yang berbatasan dengan areal dua perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT EWF dan PT RMJS.

“Kebakaran lahan gambut di Desa Ramin, Kumpeh yang terjadi, Jumat-Sabtu (3 – 4/7) tersebut sudah berhasil dipadamkan sebelum sempat meluas. Kebakaran berada di areal pertanian tiga orang warga desa, Pujiono Warha, GP Harahap, dan Dul Amin. Ketiga warga sudah dimintai keterangan. Mereka mengatakan kebakaran lahan tersebut tidak disengaja,” kata Kapolres Muarojambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ardiyanto Zakir di Jambi, Minggu (5/7/2020).

Menurut Ardiyanto, kasus kebakaran lahan gambut tersebut akan tetap diproses guna mencegah kejadian serupa. Para pelaku pembakar lahan gambut tersebut sudah diberi peringatan agar tidak lagi melakukan pembakaran lahan.

Selain itu Polres Muarojambi juga mengimbau seluruh warga masyakarat Muarojambi, khususnya yang memiliki lahan di sekitar hutan dan lahan gambut tidak melakukan pembakaran untuk pembersihan maupun pembukaan lahan di musim kemarau saat ini.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muarojambi, M Zakir mengatakan, pihaknya kini meningkatkan koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Muarojambi dan Provinsi Jambi untuk melakukan pemantauan dan pemadaman karhutla.

“Kebakaran lahan gambut di Desa Ramin, Jumat (3/7/2020) bisa dpiadamkan berkat koordinasi dan kesigapan Satgas Karhutla Kabupaten Muarojambi dan Provinsi Jambi menerjunkan pasukan pemadaman karhula ke lokasi kejadian,” katanya.

Dijelaskan, Kabupaten Muarojambi kini meningkatkan kewaspadaan karhutla di kawasan hutan dan lahan gambut menyusul meningkatnya kekeringan. Ratusan hektare hutan dan lahan gambut di daerah itu rawan kebakaran karena berdekatan dengan permukiman penduduk, areal pertanian, dan perkebunan kelapa sawit.

“Sekitar 500 hektare (ha) hutan dan lahan gambut di Muarojambi terbakar pada musim kemarau tahun lalu. Sebagian besar kebakaran hutan dan lahan gambut tersebut berada di areal perusahaan. Kami berusaha kasus kebakaran hutan dan lahan gambut di Muarojambi tidak terulang seperti tahun lalu,” dia menambahkan.

Secara terpisah, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Johansyah mengatakan, Gubernur Jambi, Fachrori Umar sudah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla di Provinsi Jambi selama 90 hari mulai Senin (29/6/2020) hingga Sabtu (26/9/2020). Status Siaga Darurat Karhutla Provinsi Jambi itu ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Jambi, Nomor 0532/Kep.Gub/BPBD-3/2020.

Sesuai dengan penetapan status siaga darurat karhutla tersebut, Provinsi Jambi menyiapkan sekitar 5.744 orang pasukan pemadam kebakaran hutan dari berbagi unsur. Di antaranya dari unsur TNI sekitar 360 orang, Polri (1.427 orang), Manggala Agni (285 orang), Brigade Pengendalian Karhutla (172 orang), Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) se-Provinsi Jambi (398 orang).

Dijelaskan, karhula di Provinsi Jambi cenderung mengalami peningkatan mulai akhir Juni lalu. Hal tersebut ditandai dengan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sarolangun, Tanjungjabung TImur dan Muarojambi. Namun kebakaran hutan dan lahan tersebut langsung dipadamkan. Total luas kebakaran hutan dan lahan di Jambi Juni - Juli 2020 mencapai 129 ha. 

Foto



Sumber: BeritaSatu.com