Hakim yang Tangani Perkara Karen Agustiawan Jadi Komisaris Anak Usaha Pertamina

Hakim yang Tangani Perkara Karen Agustiawan Jadi Komisaris Anak Usaha Pertamina
Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Anwar. (Foto: PN Jakarta)
Fana Suparman / JAS Jumat, 3 Juli 2020 | 13:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Anwar diangkat sebagai komisaris PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha PT Pertamina. Anwar yang merupakan hakim ad hoc tindak pidana korupsi (Tipikor) ditetapkan sebagai komisaris PT Pertamina Patra Niaga berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 12 Juni 2020. Berdasarkan laman Pertamina Patra Niaga, Anwar berada di jajaran Komisaris bersama Basuki Trikora Putra, Muhammad Yusni, dan Agus Cahyono Adi.

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Bambang Nurcahyono menyatakan, Anwar telah mengajukan pengunduran diri usai ditetapkan sebagai komisaris di anak perusahaan PT Pertamina.

"Menurut Bapak Dr Anwar, sejak rapat pemegang saham perusahaan (RUPS) yang menetapkan beliau sebagai Komisaris pada 12 Juni 2020. Maka sejak tanggal 12 Juni itu juga, beliau telah mengajukan pengunduran diri sebagai hakim ad hoc tipikor," kata Bambang saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2020).

Sejak saat itu, Bambang menyatakan Anwar tidak lagi menangani perkara korupsi di PN Jakpus. Perkara yang ditanganinya diserahkan Anwar kepada Kepala PN Jakpus.

"Sejak itu pula beliau tidak lagi bersidang dan telah menyerahkan semua perkara Tipikor yang masih berjalan kepada bapak KPN," kata Bambang.

Bambang menjelaskan mengenai kehadiran Anwar di PN Jakpus usai ditetapkan sebagai komisaris PT Pertamina Patra Niaga dan mengundurkan diri sebagai hakim. Bambang mengatakan, Anwar masih menyelesaikan administrasi dan menunggu surat keputusan definitif dari Mahkamah Agung (MA).

"Beliau masih terlihat hadir di PN Jakpus karena masih untuk menyelesaikan administrasinya dan tinggal menunggu SK definitif saja dari MA," katanya.

Selama bertugas sebagai hakim ad hoc pada PN Jakarta Pusat, Anwar pernah menangani sejumlah kasus korupsi besar, seperti kasus korupsi proyek e-KTP, kasus kegagalan Pertamina dalam akuisisi Blok BMG yang menjerat mantan Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan, dan kini sedang menangani kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Saat mengadili kasus yang menjerat Karen Agustiawan, Anwar menyatakan dissenting opinion dan menyatakan Karen tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Anwar memandang aksi Karen sebagai bentuk risiko bisnis.

Perbedaan pandangan Karen pun tidak dipersoalkan sebagai upaya penyalahgunaan wewenang karena kewenangan keputusan ada pada direksi, bukan komisaris. Selain itu, Karen dan direksi sudah mendapat release and discharge untuk ikut lelang.

"Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, maka hakim anggota 3 berpendapat bahwa terdakwa Karen Agustiawan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagimana dakwaan primer maupun dakwaan subsider," kata hakim Anwar saat membacakan dissenting opinion dalam sidang pembacaan amar putusan terhadap Karen di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 10 Juni 2019 lalu.



Sumber: BeritaSatu.com