Mendagri Ungkap Tiga Skenario Penanganan Covid-19

Mendagri Ungkap Tiga Skenario Penanganan Covid-19
Tenda sementara yang disiapkan bagi pasien diduga terinfeksi virus "corona". (Foto: Antara)
Arnold H Sianturi / JEM Jumat, 3 Juli 2020 | 11:09 WIB

Medan, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, ada tiga skenario yang dilakukan jika pandemi Covid-19 jika berlanjut sampai tahun 2021 mendatang. Namun, salah satu dari skenario itu diharapkan tidak akan dilakukan, sebab pemerintah optimistis pandemi ini dapat diatasi.

"Skenario pertama adalah dengan menemukan vaksin, maka dua pertiga dari populasi penduduk harus divaksin," ujar Tito Karnavian dalam acara silaturahmi bersama tokoh agama dan masyarakat di Grand Aston City Hall Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (1/7/2020) malam.

Hadir dalam acara silaturahmi itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Irwansyah dan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin.

Mantan Kapolri ini mengatakan, dibutuhkan dua ampul vaksin jika sudah ditemukan. Pertama vaksin awal dan kedua untuk penguat. Setelah itu, dilakukan produksi dan distribusi secara massal ke daerah - daerah, supaya langsung dilakukan vaksinasi terhadap masyarakat di Tanah Air.

"Untuk melakukan ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, bahkan ada yang memperkirakan kalau vaksin ditemukan, untuk melakukan vaksinasi dan penuntasan pandemi Covid-19 tersebut, dapat dituntaskan di pertengahan 2021 - 2022. Memakan waktu yang lumayan lama," katanya.

Untuk skenario kedua, dengan ditemukan obat mujarab untuk menangani masyarakat yang terpapar penyebaran virus corona. Golden Medication sedang diteliti dan pemerintah meyakini ada obat yang dapat mengatasi penularan Covid-19 tersebut.  

"Skenario ketiga adalah herd immunity, yang diharapkan tidak terjadi. Skenario ini membiarkan terjadinya penularan. Orang yang memiliki kekebalan tubuh kuat akan survive, sebaliknya jika tidak kuat akan sakit dan bahkan mungkin wafat. Skenario ini tidak dapat diharapkan," sebutnya.