Tiga Orang Ditangkap, Warga Madina Kembali Blokir Jalinsum

Tiga Orang Ditangkap, Warga Madina Kembali Blokir Jalinsum
Ilustrasi kerusuhan. (Foto: Antara)
Arnold H Sianturi / CAH Kamis, 2 Juli 2020 | 15:28 WIB

Madina, Beritasatu.com - Setelah tiga hari tenang pascakerusuhan yang mengakibatkan dua mobil dibakar dan enam orang polisi mengalami luka, seratusan warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), kembali memblokir jalan lintas sumatera (Jalinsum).

Berdasarkan laporan yang diterima Beritasatu.com, Kamis (2/7/2020), masyarakat mulai berkumpul dengan membuat dan meletakkan meja, teratak dan kayu-kayuan di tengah badan Jalinsum, mulai sekitar pukul 10.20 WIB. Sampai lewat tengah hari, jumlah warga yang berkumpul di lokasi kejadian bertambah banyak.

Aksi lanjutan ini dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap aparat yang dikabarkan menangkap tiga orang tetangga warga di sana. Penangkapan ini berkaitan dengan pembakaran dua unit mobil, yang salah satunya milik Wakapolres Madina, Kompol Elizama Zaluku. Dua orang yang diamankan diduga sebagai pelaku.

Baca JugaRusuh di Madina, 6 Polisi Terluka dan Dua Mobil Dibakar

Hendra (45), salah seorang pengendara mobil menyampaikan, sudah tiga jam kawasan jalan tidak bisa melintas dari kawasan Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara. Selain karena jalan sudah diblokade, pengendara tidak berani memaksa melintas karena mengkhawatirkan memantik emosi masyarakat di sana.

"Kami mengharapkan, masalah ini supaya cepat diatasi oleh petugas kepolisian dan TNI, agar jalinsum ini bisa dibuka lagi. Untuk memutar arah tidak mungkin karena sudah sangat jauh. Jalan alternatif untuk melalui Desa Mompang Julu pun sepertinya tidak ada. Pengendara sudah dirugikan akibat pemblokiran jalan," jelasnya.

Baca JugaMadina Rusuh, Pasukan TNI dan Brimob Siaga

Pemblokiran oleh warga ini mengakibatkan jalinsum lumpuh total. Ratusan kendaraan angkutan barang, umum maupun pribadi tidak bisa melintas dengan tujuan Madina, maupun sebaliknya ke arah Sibolga maupun Tapanuli Selatan (Tapsel). Kemacetan kendaraan lebih dari 3 kilometer. Massa menuntut dua orang rekannya supaya dipulangkan.

Pengamanan Aparat

Sementara itu, puluhan aparat kepolisian bersama dengan TNI melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Aparat mencoba melakukan mediasi dengan warga yang melakukan pemblokiran jalan. Petugas berusaha menenangkan warga yang berkumpul dengan melibatkan anak - anak di bawah umur saat menutup jalan di Desa Mompang Julu.

Dalam kerusuhan Senin lalu, massa membakar dua unit mobil dan sejumlah sepedamotor dibakar, juga melempari petugas yang melakukan pengamanan di lokasi demo. Aksi anarkis massa melukai enam orang polisi.

Baca JugaRusuh di Madina karena Pemerintah Desa Lambat Merespons

Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, enam polisi yang terluka akibat terkena lemparan batu masing - masing, AKP J Hutajulu mengalami luka robek di kaki sebelah kanan, Aipda AB Siagian mengalami luka memar dibkaki dab Bripda WA Putra mengalami luka di bahu kiri.

"Korban luka lainnya, Bripka AR Kurniawan mengalami luka robek pada kelopak mata sebelah kiri. Briptu Muhammad Arif dan Bripka H Sitorus mengalami luka di bagian kepala. Seluruh korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan," ujar Tatan Dirsan.



Sumber: BeritaSatu.com