Bantuan Terkait Pandemi Covid-19, Pemprov Sumut Prioritaskan Orang Miskin Baru

Bantuan Terkait Pandemi Covid-19, Pemprov Sumut Prioritaskan Orang Miskin Baru
Ilustrasi bantuan sosial. (Foto: Antara)
Arnold H Sianturi / JEM Kamis, 2 Juli 2020 | 13:57 WIB

Medan, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Sasaran bantuan dari dana refocusing tahap II diprioritaskan kepada masyarakat yang masuk kategori orang miskin baru.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyampaikan, sasaran dari bantuan oleh pemerintah kepada masyarakat yang tidak masuk dalam program keluarga harapan (PKH), bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan sosial tunai (BST), baik dari pemerintah pusat maupun tingkat provinsi.

"Kita membutuhkan data penerima secara update. Ini penting supaya tidak muncul keributan apalagi sampai menimbulkan kerusuhan seperti yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Semua ini harus diantisipasi sejak dini," ujar Edy Rahmayadi di Medan, Kamis (2/7/2020).

Mantan Pangkostrad ini mengatakan, anggaran dana stimulus ini sudah dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak penyebaran virus corona. Bantuan tahap kedua ini juga dalam bentuk logistik, seperti beras, minyak makan, gula dan lainnya. Bantuan bukan uang tunai.

"Saya meminta kepada semua pihak untuk berperan dalam melakukan pengawasan, termasuk dari kalangan media. Sebab, banyak bandit di sini. Kalau tidak ada bandit, pasti kita semua sudah masuk surga. Karena itu, awasi penyaluran bantuan ini supaya tepat sasaran dan tidak menimbulkan keributan," katanya.

Edy menyebutkan, penyaluran dalam bentuk logistik kebutuhan supaya ada perputaran uang di setiap kabupaten maupun kota. Pemprov Sumut hanya melakukan transfer dengan nilai sedikitnya Rp 10 miliar untuk satu daerah. Kemudian, setiap daerah membeli kebutuhan sesuai yang ditentukan.

Menurutnya, bantuan tahap II ini sebagai lanjutan penyaluran bantuan pada tahap I dengan nilai anggaran setiap tahapan sebesar Rp 500 miliar. Dalam hal ini, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun sampai pada tahap ketiga, yang rencananya disalurkan September 2020 mendatang.

Untuk jumlah masyarakat yang dianggap layak menerina bantuan itu sebanyak 1,3 juta kepala keluarga (KK). Anggaran Rp 502,1 miliar itu sudah digunakan, di antaranya Rp 300 miliar digunakan untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Rp 10 miliar untuk stimulus ekonomi.   



Sumber: BeritaSatu.com