Ini Respons Mendes Soal Ancaman Reshuffle

Ini Respons Mendes Soal Ancaman Reshuffle
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 2 Juli 2020 | 05:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengaku tidak ingin ambil pusing dengan ancaman reshuffle kabinet dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sosok yang akrab disapa Gus Menteri ini memilih untuk fokus bekerja menyelesaikan tugasnya sesuai dengan arahan Presiden.

"Saya menyikapi bahwa itu sebagai warning kepada pembantu-pembantunya. Saya menyikapinya, pertama itu sebagai kewajaran dari seorang pemimpin," ungkap Gus Menteri dalam program televisi swasta Mata Najwa, Rabu (1/7/2020).

Baca juga: Jengkel dengan Kinerja Menteri, Jokowi: Bisa Saja Reshuffle

Gus Menteri melanjutkan, begitu Jokowi menyinggung soal pergantian kabinet, ia langsung melakukan intropeksi tugas apa saja yang telah diberikan Jokowi namun belum diselesaikan khususnya terkait pandemi Covid-19.

Menurutnya, Kemdes PDTT sudah memaksimalkan respon terhadap pandemi yang melanda hampir seluruh desa di Indonesia.

Salah satunya adalah membentuk kebijakan pengalihan dana desa terhadap bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Baca juga: Menteri Desa: 68.103 Desa Sudah Salurkan BLT Dana Desa

Kemdes PDTT juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Padat Karya Tunai Desa yakni pemberdayaan masyarakat desa yang miskin dan marginal untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan desa. Program ini disebut produktif karena mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal.

"Maka saya menganggap atau menilai bahwa saya sudah bekerja secara maksimal. Percepatan sudah saya lakukan, maka ya sudah. Saya tidak usah melihat orang lain (kinerja menteri yang lain)," imbuhnya.

Dirinya menambahkan, reshuffle kabinet adalah hak prerogatif presiden.

"Jadi begini, tugas saya adalah bekerja dan melaksanakan arahan beliau secara maksimal, itu tugas saya. Kewenangan beliau adalah memilih dan mengganti menterinya," pungkas Gus Menteri.



Sumber: BeritaSatu.com