Paparkan Progres Penanganan Covid-19 kepada Jokowi, Ganjar Fokus Tiga Daerah

Paparkan Progres Penanganan Covid-19 kepada Jokowi, Ganjar Fokus Tiga Daerah
Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Jawa Tengah terkait penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Selasa, 30 Juni 2020. (Foto: BeritaSatu.com / Stefy Thenu)
Stefi Thenu / AO Selasa, 30 Juni 2020 | 13:13 WIB

Semarang, Beritasatu.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng saat ini terus bekerja keras dan cepat menangani pandemi Covid-19. Risiko tinggi di Jateng saat ini, kata Ganjar, konsentrasi di tiga daerah, yakni Kota Semarang, Demak, dan Jepara. Meski demikian pihaknya tidak bisa melepaskan dari area Semarang Raya, yakni Kota Semarang, Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, dan Salatiga.

“Maka, sekarang kami sedang membantu kawan-kawan bupati dan wali kota yang hari ini juga hadir dalam konferensi video ini. Mereka pasukan di depan yang saya minta untuk mengamankan daerah masing-masing,” kata Ganjar saat melaporkan penanganan Covid-19 di Jateng kepada Presiden Joko Widodo di Semarang, Jateng, Selasa (30/6/2020).

Ganjar memperlihatkan peta epidemiologi Covid-19 di Jateng. Tampak dari peta beberapa daerah yang sebelumnya merah, kini beranjak ke oranye dan kuning.

Dia juga menyampaikan data kasus Covid-19 di Jateng. Data realtime sampai sekarang, jumlah orang dalam pengawasan (ODP) 50.588 kasus, dalam pemantauan 3.922 kasus, dan selesai pemantauan 46.666 kasus. Sedangkan, untuk data kasus positif Covid-19 sebanyak 3.996 kasus, pasien dirawat 1.818 kasus, pasien sembuh 1.856 serta pasien meninggal 322 orang.

Pihaknya juga tengah melakukan analisis dari pasien positif, dimana ada penambahan kasus yang banyak terjadi di minggu ke-26 sebanyak 922 kasus. Hal ini terjadi karena Kota Semarang aktif melakukan pemeriksaan PCR dan itu sudah melebihi dari target. Klaster yang paling menonjol ada dari ASN, pegawai PLTU, dan pasar tradisional.

“Ini yang sekarang langsung kita isolasi semuanya. Ada pegawai PLTU, pasar tradisional di Kota Semarang, panti lansia, dan polres yang ada di Rembang. Kami sudah berkoordinasi dengan Polda untuk melakukan isolasi di sana. Lalu, ada tenaga kesehatan dan pegawai PLTU di Jepara,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan komunikasi dan tes kepada mereka yang berasal dari klaster Gowa dan Temboro, serta melakukan analisis dari banyaknya pasien meninggal. Ternyata, rata-rata pasien itu memiliki riwayat penyakit, seperti hipertensi, diabetes, ginjal kronis, gagal jantung, jantung koroner, asma, dan strok.

Gubernur juga membeberkan tren harian pemeriksaan PCR di Jateng hingga 29 Juni 2020 di mana seluruh spesimen ada 2.366. Saat ini trennya menunjukkan grafik menurun. Terkait kesiapan laboratorium, pihaknya telah mendesak agar mereka bisa menyelesaikan dalam waktu dua hari.

“Maka, kalau mereka membutuhkan pegawai tambahan, kita tambah, Pak. Per besok pagi, kami selesai melatih untuk perekrutan para petugas untuk membantu laboratorium ini,” ungkapnya.

Untuk gambaran perkembangan angka reproduksi di 35 kota dan kabupaten di Jateng per 26 Juni, lanjut Ganjar, menunjukkan hal yang dinamis. Dalam dua minggu terakhir ada 11 kabupaten dan kota dengan angka Rt di atas 1. Hal itu juga sangat bergantung pada daerah dalam melaksanakan contact tracing serta pemeriksaan PCR.

Dia berharap bantuan mobil dari Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 akan bisa dimanfaatkan ke kota dan kabupaten agar bisa membantu penanganan bisa lebih cepat. Pihaknya juga telah menyediakan rumah sakit dan tempat isolasi yang memadai.

Langkah penanganan selanjutnya adalah membentuk koordinator wilaayah di enam eks keresidenan di Jawa Tengah. Tujuannya antara lain mendorong penemuan kasus di kabupaten dan kota dengan metode contact tracing, screening, tes swab, dan pengiriman spesimen secara massif.

“Maka, kita backup labortaoriumnya dan kita uji coba di tempat wisata berupa kenormalan baru agar kita bisa tahu,” ujarnya.

Selain juga dengan pembentukan korwil di enam eks keresidenan itu untuk mendorong tata kelola laboratorium terkait penerimaan spesimen, pemeriksaan dan penyampaian hasil.



Sumber: BeritaSatu.com