Menpupera Janji Bangun Jembatan Rangka Baja di Ruas Palopo-Rantaepo

Menpupera Janji Bangun Jembatan Rangka Baja di Ruas Palopo-Rantaepo
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono, saat meninjau lokasi ruas jalan Palopo-Rantaepo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tertimbun tanah longsor akibat hujan lebat, pada Minggu (28/6/2020).  (Foto: Beritasatu Photo / Dok. Kempupera)
Muawwan Daelami / FER Minggu, 28 Juni 2020 | 22:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ruas Jalan Palopo-Rantaepo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tertimbun longsor akibat hujan lebat pada Jumat (26/6) dan labilnya struktur tanah mengakibatkan arus lalu lintas di KM 366+500 terputus dan mobilitas logistik terganggu.

Baca Juga: Korban Longsor di Bogor Dapat Bantuan Rp 3,7 Miliar

"Kami akan buatkan jembatan gantung untuk penanganan daurat agar masyarakat tidak terisolir. Untuk penanganan permanennya, kami akan bangun jembatan rangka baja," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono, saat meninjau ruas jalan yang tertimbun longsor tersebut, Minggu (28/6/2020).

Basuki menilai, kontur topografi yang curam menyulitkan proses penggantian alinyemen jalan. Sehingga pihaknya hanya manfaatkan ruas jalan eksisting.

"Saya akan evaluasi lebih rinci hasil kajian teknis tim Ditjen Bina Marga yang sudah di lokasi sejak hari ini, Minggu (28/6) di bawah supervisi Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II," imbuh Basuki.

Baca Juga: Menpupera Tunjuk Pejabat Fungsional Baru

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) telah memobilisasi alat berat berupa excavator dan dump truck untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan di ruas Palopo-Rantepao.

Jalur tersebut, dinilai memiliki peran vital karena menjadi lalu lintas pergerakan orang dan logistik yang menghubungkan antara kota pelabuhan Palopo dan pusat produksi pertanian di kawasan Toraja.

Selain itu, longsor juga menyebabkan arus lalu lintas dari arah Kota Rantepao dan Kota Palopo terputus pada KM 366+500 karena tertimbun longsoran pada badan jalan sepanjang lebih kurang 50 meter dan menimbulkan retakan badan sepanjang lebih kurang 25 meter ke arah Kota Palopo.

Baca Juga: Hadapi New Normal, Pengembang Minta Dukungan Pemerintah

Saat ini, ruas jalan yang berada di bagian bawah tepatnya di KM 368 ikut tertimbun material longsoran sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.



Sumber: BeritaSatu.com