1.841 Pasien Covid Dirawat, Ganjar: Daya Tampung Rumah Sakit Masih Aman

1.841 Pasien Covid Dirawat, Ganjar: Daya Tampung Rumah Sakit Masih Aman
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau Pasar Karangayu yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Semarang, Kamis pagi, 11 Juni 2020. (Foto: Istimewa)
Stefi Thenu / JEM Minggu, 28 Juni 2020 | 15:34 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memastikan daya tampung rumah sakit di daerah ini masih aman. Hingga saat ini, dari 58 rumah sakit rujukan yang disiapkan, jumlah pasien positif yang dirawat sebanyak 1.723 orang.

"Kapasitas rumah sakit masih cukup, kan tidak semuanya dirawat di rumah sakit. Kecuali mereka yang ada gejala lain, kalau itu memang mengharuskan dirawat ya dirawat. Masih cukup kok, bahkan Rumah Sakit Bung Karno di Solo juga masih banyak kapasitasnya, Moewardi Solo juga," kata Ganjar, Minggu (28/6/2020).

Bahkan menurut Ganjar, ada beberapa rumah sakit rujukan yang kapasitasnya masih lebih dari separuh.

Terkait kelengkapan alat pelindung diri (APD), Ganjar juga memastikan bahwa stoknya masih aman dan terkontrol. Hanya saja, Ganjar meminta agar rumah sakit lebih proaktif apabila ada yang membutuhkan peralatan tambahan.

"Kami juga meminta dunia kesehatan, pemerintah dan semua instansi terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Hari ini, yang kita butuhkan adalah dukungan masyarakat agar mau disiplin menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan," tegasnya.

Mereka yang masuk dalam kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui serta anak-anak juga harus menjaga diri dan dijaga agar tidak terpapar virus Covid-19.

"Jangan sampai mereka keluar bebas dan itu dapat berbahaya bagi kesehatan mereka," terangnya.

Jumlah kasus positif covid-19 di Jawa Tengah memang cukup tinggi. Hingga Minggu (28/6/2020) pukul 14.49 WIB, terdapat 3.793 kasus positif Covid-19 di Jateng.

Dari jumlah itu, terdapat 1.654 pasien yang sembuh, 1.841 pasien masih dirawat, dan 298 pasien postif meninggal.

Ganjar mengatakan, peningkatan kasus positif dalam beberapa waktu terakhir terjadi karena masifnya tracing yang dilakukan kabupaten/kota di Jateng. '

Saat ini, masing-masing kabupaten/kota lanjut dia, memang sedang getol melakukan rapid test atau swab test secara massal.

"Itu karena tracing dari Kabupaten/Kota yang memang terus dilakukan. Jadi saya minta kepada Kabupaten/Kota untuk terus mencari, tidak usah takut citranya buruk karena adanya peningkatan karena pencarian. Lebih baik dicari, kalau ditemukan maka langsung dilakukan treatment yang tepat," tandasnya.  



Sumber: BeritaSatu.com