NTT Bisa Atasi Covid-19 Berkat Kesadaran Warga dan Kontrol Pemda

NTT Bisa Atasi Covid-19 Berkat Kesadaran Warga dan Kontrol Pemda
Ilustrasi pemeriksaan Covid-19 di laboratorium. (Foto: AFP)
Dina Manafe / JAS Kamis, 25 Juni 2020 | 21:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tingkat penyebaran Covid-19 di berbagai negara begitu tinggi, termasuk di Indonesia. Namun, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mengatasinya dan menempatkan diri di zona risiko rendah penyebaran Covid-19.

Data nasional yang dilaporkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menunjukkan selama beberapa hari ini NTT memiliki nol kasus positif. Dari 21 kabupaten dan 1 kota di NTT, 13 di antaranya hingga saat ini tidak terdampak atau zona hijau.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 NTT, Jelamu Ardu Marius mengatakan, kunci dari keberhasilan penanganan Covid-19 berkat kesadaran masyarakat sendiri. Protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, seperti jaga jarak, pakai masker, dan sering mencuci tangan dilaksanakan secara disiplin. Hal ini juga didukung dengan pengontrolan oleh para bupati dan perangkat daerah terhadap arus orang antar wilayah.

“Bahkan tidak hanya kontrol dari bupati, sampai di ketua RT/RW sangat ketat mengontol masuk keluar orang,” kata Marius melalui ruang digital di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jakarta, Kamis (26/5/2020).

Marius mengatakan, ada sisi positif dari kepanikan warga terhadap penyebaran Covid-19 ini. Faktanya, kekhawatiran membuat orang lebih waspada. Ini pula yang terjadi pada sebagian warga NTT. Informasi mengenai bahaya Covid-19 dan makin baiknya pemahaman mereka tentang penyebaran virus ini mendorong warga lebih berhati-hati dan ketat melaksanakan protokol kesehatan bahkan sampai di desa-desa.

“Masyarakat di desa (justru) lebih patuh. Kontrol terhadap keluar-masuk orang tinggi sekali,” kata Marius.

Sosialisasi dan ajakan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan juga dilakukan rutin oleh pemda NTT di berbagai media massa, baik media konvensional maupun sosial media.

Marius mengatakan, sejak awal kasus positif mulai dilaporkan di Indonesia, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat segera membentuk tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada 15 Maret 2020. Meskipun saat itu belum terdapat kasus di NTT.

Gubernur juga menginstruksikan semua aparatur sipil negara untuk tidak melakukan perjalanan ke luar daerah. Karena itulah NTT tidak memiliki kasus Covid-19 selama beberapa minggu sejak penyebarannya di Indonesia. NTT adalah provinsi terakhir yang melaporkan kasus pada sekitar akhir April 2020.

Kasus pertama di NTT adalah kasus impor, yaitu dari seorang warga yang baru kembali ke NTT setelah bepergian ke daerah terinfeksi di Pulau Jawa. Setelah itu terjadi transmisi lokal, yaitu penyebaran antarmasyarakat setempat, namun semuanya sudah tertangani.

Berdasarkan data nasional Gugus Tugas per Kamis (25/6/2020), NTT dilaporkan memiliki 111 kasus positif dengan tingkat kesembuhan hampir mencapai 80 persen. Hingga saat ini kematian 1 kasus, dan sebagian masih dirawat.

Pada awal bulan Mei 2020, jumlah kasus positif di NTT mulai meningkat tetapi kemudian fluktuatif. Sampai dengan saat ini, pemeriksaan lab menunjukkan hasil negatif secara berturut turut selama lima hari terakhir. 



Sumber: BeritaSatu.com